Motor Beralih Pertamax ke Pertalite, Ini Risiko Kerusakan Mesinnya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemotor sedang melakukkan pengisian BBM.(poto: istimewa).

Ilustrasi pemotor sedang melakukkan pengisian BBM.(poto: istimewa).

Jakarta, Oegopost.id – Banyak pengendara motor sengaja memilih bahan bakar minyak lebih murah demi memangkas pengeluaran harian. Langkah yang paling umum adalah menukar bensin Pertamax dengan Pertalite.

Namun, langkah tersebut menyimpan risiko tersembunyi bagi kesehatan dapur pacu motor. Mengorbankan standar oktan kendaraan demi selisih harga justru dapat membebani pemilik motor di kemudian hari.

Victor Assani selaku 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales membeberkan fakta penting seputar kebiasaan ini. Penurunan nilai Research Octane Number atau RON secara langsung menurunkan performa motor sejak hari pertama.

Pengendara langsung merasakan penurunan tenaga dan tarikan motor yang jauh melambat. Selain itu, setang kemudi kerap memperlihatkan getaran kasar yang tidak wajar saat motor melaju.

Sistem elektronik pada motor modern memang langsung menggeser waktu pengapian saat mendeteksi oktan rendah. Langkah pengamanan otomatis ini menjaga ruang bakar agar tidak meledak tiba-tiba.

Sayangnya, kompensasi sistem tersebut membuat respons tarikan gas terasa jauh lebih lambat. Mesin memerlukan usaha ekstra keras demi mencapai kecepatan jelajah yang biasa.

Baca Juga :  Isuzu Panther Mini 2026: Comeback “Si Raja Diesel” dengan Desain Modern dan Mesin Irit Bertenaga

Dampak Tarikan Lemah dan Gejala Bensin Boros

Tenaga mesin yang melorot memicu pengemudi memutar tuas gas lebih dalam dari biasanya. Kebiasaan refleks ini otomatis menyedot volume bahan bakar lebih banyak ke dalam ruang bakar.

Alih-alih menikmati penghematan uang harian, konsumsi bensin motor justru melonjak drastis. Selisih harga bensin yang murah akhirnya hangus karena motor makin sering mampir ke pom bensin.

Kondisi ini memicu rantai kerugian berikutnya bagi kondisi fisik mesin kendaraan. Ketidakcocokan nilai oktan dengan rasio kompresi mesin memicu fenomena pembakaran dini alias knocking.

Victor menjelaskan bahwa fenomena mesin mengelitik muncul akibat benturan mekanis yang sangat keras. Piston dan dinding silinder saling menghantam tanpa pelumasan tekanan udara yang tepat.

Bila gesekan kasar tersebut berlangsung setiap hari, komponen utama ruang mesin akan terkikis cepat. Pemilik motor bakal menanggung biaya perbaikan yang luar biasa mahal.

Baca Juga :  Rahasia Ketangguhan Toyota Vios 2012 Bekas yang Irit BBM

Ancaman Turun Mesin dan Solusi Aman Menghemat

Pukulan mekanis akibat mesin mengelitik merusak dinding silinder, piston, ring piston, hingga klep motor. Kepala silinder pun berpotensi retak atau melengkung jika terpapar panas pembakaran yang tidak merata.

Kerusakan parah pada area vital ini memaksa mekanik melakukan proses turun mesin secara total. Pemilik motor wajib mengganti banyak suku cadang utama dengan tagihan biaya servis jutaan rupiah.

Victor menyarankan para pemotor agar selalu menaati panduan bahan bakar di buku manual resmi pabrikan. Setiap tipe motor memiliki kebutuhan kompresi ruang bakar yang sangat berbeda satu sama lain.

Pemilik motor sebaiknya tidak memaksakan penurunan oktan hanya demi mengejar harga murah sesaat. Ada berbagai cara bijak lain untuk menekan biaya operasional bensin tanpa mengorbankan kondisi motor.

Pengendara dapat mengubah gaya berkendara menjadi lebih halus dan menghindari bukaan gas mendadak. Pengemudi juga bisa menyusun rute perjalanan tercepat serta memangkas agenda perjalanan yang kurang penting.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis
Modifikasi Footstep Elektrik Innova Zenix Jadi Tren Baru, Segini Biayanya
Intip Kemewahan Kabin Lepas E4 EV, Mobil Listrik Pintar Penunjang Mobilitas Modern
Tips Aman Berkendara saat Kabut Asap Pekat Karhutla
Mengulas Desain Changan Deepal S05, SUV Listrik Modern Paling Minimalis
Sensasi Menjajal Ferrari 849 Testarossa PHEV Bertenaga Buas
Mobil Listrik Danza Z9 GT Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Pemutihan Pajak Kendaraan Digelar di 14 Provinsi, Cek Batas Waktu dan Syaratnya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Motor Beralih Pertamax ke Pertalite, Ini Risiko Kerusakan Mesinnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Modifikasi Footstep Elektrik Innova Zenix Jadi Tren Baru, Segini Biayanya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Intip Kemewahan Kabin Lepas E4 EV, Mobil Listrik Pintar Penunjang Mobilitas Modern

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Tips Aman Berkendara saat Kabut Asap Pekat Karhutla

Berita Terbaru

Ilustrasi Pengemudi mencoba fitur T Intouch with Toyota Remote pada Kijang Innova Zenix terbaru di area parkir.(poto: AI).

Otomotif

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:30 WIB

Ilustrasi Seorang karyawan membawa kotak barang di kantor Barclays saat pemangkasan 5.000 staf akibat integrasi AI.(poto: AI).

Bisnis

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:25 WIB

Ilustrasi Suasana sidang pembacaan putusan pembatalan denda pinjol oleh majelis hakim di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.(poto: AI).

Bisnis

Hakim Batalkan Sanksi KPPU Rp 755 Miliar ke 97 Pinjol

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:20 WIB