Jakarta, Oegopost.id – Banyak pengendara motor sengaja memilih bahan bakar minyak lebih murah demi memangkas pengeluaran harian. Langkah yang paling umum adalah menukar bensin Pertamax dengan Pertalite.
Namun, langkah tersebut menyimpan risiko tersembunyi bagi kesehatan dapur pacu motor. Mengorbankan standar oktan kendaraan demi selisih harga justru dapat membebani pemilik motor di kemudian hari.
Victor Assani selaku 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales membeberkan fakta penting seputar kebiasaan ini. Penurunan nilai Research Octane Number atau RON secara langsung menurunkan performa motor sejak hari pertama.
Pengendara langsung merasakan penurunan tenaga dan tarikan motor yang jauh melambat. Selain itu, setang kemudi kerap memperlihatkan getaran kasar yang tidak wajar saat motor melaju.
Sistem elektronik pada motor modern memang langsung menggeser waktu pengapian saat mendeteksi oktan rendah. Langkah pengamanan otomatis ini menjaga ruang bakar agar tidak meledak tiba-tiba.
Sayangnya, kompensasi sistem tersebut membuat respons tarikan gas terasa jauh lebih lambat. Mesin memerlukan usaha ekstra keras demi mencapai kecepatan jelajah yang biasa.
Dampak Tarikan Lemah dan Gejala Bensin Boros
Tenaga mesin yang melorot memicu pengemudi memutar tuas gas lebih dalam dari biasanya. Kebiasaan refleks ini otomatis menyedot volume bahan bakar lebih banyak ke dalam ruang bakar.
Alih-alih menikmati penghematan uang harian, konsumsi bensin motor justru melonjak drastis. Selisih harga bensin yang murah akhirnya hangus karena motor makin sering mampir ke pom bensin.
Kondisi ini memicu rantai kerugian berikutnya bagi kondisi fisik mesin kendaraan. Ketidakcocokan nilai oktan dengan rasio kompresi mesin memicu fenomena pembakaran dini alias knocking.
Victor menjelaskan bahwa fenomena mesin mengelitik muncul akibat benturan mekanis yang sangat keras. Piston dan dinding silinder saling menghantam tanpa pelumasan tekanan udara yang tepat.
Bila gesekan kasar tersebut berlangsung setiap hari, komponen utama ruang mesin akan terkikis cepat. Pemilik motor bakal menanggung biaya perbaikan yang luar biasa mahal.
Ancaman Turun Mesin dan Solusi Aman Menghemat
Pukulan mekanis akibat mesin mengelitik merusak dinding silinder, piston, ring piston, hingga klep motor. Kepala silinder pun berpotensi retak atau melengkung jika terpapar panas pembakaran yang tidak merata.
Kerusakan parah pada area vital ini memaksa mekanik melakukan proses turun mesin secara total. Pemilik motor wajib mengganti banyak suku cadang utama dengan tagihan biaya servis jutaan rupiah.
Victor menyarankan para pemotor agar selalu menaati panduan bahan bakar di buku manual resmi pabrikan. Setiap tipe motor memiliki kebutuhan kompresi ruang bakar yang sangat berbeda satu sama lain.
Pemilik motor sebaiknya tidak memaksakan penurunan oktan hanya demi mengejar harga murah sesaat. Ada berbagai cara bijak lain untuk menekan biaya operasional bensin tanpa mengorbankan kondisi motor.
Pengendara dapat mengubah gaya berkendara menjadi lebih halus dan menghindari bukaan gas mendadak. Pengemudi juga bisa menyusun rute perjalanan tercepat serta memangkas agenda perjalanan yang kurang penting.(ar)









