Tanjung Jabung Timur, Oegopost.id – Helikopter pengebom air menghadapi hambatan besar saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Labuhan Pering, Tanjung Jabung Timur. Cuaca buruk dan jarak pandang yang pendek akibat asap pekat memaksa tim menghentikan sementara penerbangan armada udara.
Komandan Satgas Karhutla Jambi Al Haris mengamati langsung kondisi lapangan bersama tim gabungan. Mereka memeriksa titik api yang masih membakar lahan gambut di Kecamatan Sadu tersebut.
Operasi udara harus menunggu jarak pandang membaik agar helikopter bisa terbang dengan aman. Sementara waktu, regu darat terus menyiramkan air ke sisa-sisa vegetasi yang masih mengepulkan asap.
Lahan gambut di kawasan ini memiliki tingkat ketebalan yang sangat bervariasi. Api sering kali menyusup masuk ke lapisan dalam dan terus membakar secara tersembunyi.
Kondisi tersebut membuat titik api kerap muncul kembali beberapa hari setelah petugas membasahi area permukaan. Angin kencang dan tanah yang kering mempercepat proses penyebaran bara ke titik baru.
Petugas di lapangan juga menghadapi kendala minimnya sumber air terdekat untuk menyuplai pompa pemadam. Al Haris menegaskan bahwa seluruh personel tetap mempertahankan semangat kerja tinggi demi mengendalikan api secara tuntas.
Personel Gabungan Jaga Ketat Dua Lokasi Rawan
Satgas Karhutla membagi fokus pengamanan darat ke dua wilayah utama, yakni area batas PT Inti Kebun Lestari dan jalur Sungai Cemara. Sebanyak 24 personel gabungan bersiaga menjaga masing-masing lokasi rawan tersebut.
Regu ini menghimpun petugas Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Daops Jambi, aparat TNI, Polri, serta relawan Masyarakat Peduli Api. Mereka terus menyemprotkan air guna mendinginkan lapisan tanah yang menyimpan panas.
Penyiraman intensif menjadi langkah mutlak agar bara di kedalaman gambut tidak kembali menyulut kobaran baru. Tim gabungan memprioritaskan pemadaman di area perbatasan agar api tidak merambat luas ke perkebunan warga maupun konsesi perusahaan.
Upaya pendinginan terus berjalan siang dan malam meski udara di lokasi masih pekat oleh asap sisa kebakaran. Satgas mengawasi pergerakan arah angin secara berkala sambil menyiapkan rute suplai air tambahan untuk mendukung kerja mesin pompa.
Jika langit mulai bersih dan angin mereda, helikopter bom air akan segera terbang kembali untuk menjatuhkan air langsung di titik-titik yang sulit dijangkau selang darat. Satgas memastikan seluruh kekuatan tetap berada di garis depan hingga seluruh kawasan Labuhan Pering benar-benar bebas dari kepulan asap.(ar)









