Tertinggal dari Vietnam, Kecepatan Internet Seluler Indonesia Butuh Perbandingan Adil Versi ATSI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis peringkat kecepatan internet seluler Asia Tenggara Agustus 2026. Indonesia berada di peringkat ke-6.(poto: AI).

Infografis peringkat kecepatan internet seluler Asia Tenggara Agustus 2026. Indonesia berada di peringkat ke-6.(poto: AI).

Jakarta, Oegopost.id – Laju kecepatan internet seluler Indonesia terus mencatatkan kenaikan positif dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, posisi jaringan seluler Tanah Air masih tertinggal cukup jauh dari negara tetangga di Asia Tenggara.

Data terbaru Speedtest Global Index edisi Agustus 2026 rilisan Ookla menempatkan Indonesia pada posisi ke-70 dunia. Median kecepatan unduh seluler nasional menyentuh angka 66,34 Mbps.

Sebaliknya, Vietnam sukses melesat ke peringkat ke-9 dunia dengan median kecepatan unduh 219,93 Mbps. Posisi Indonesia berada di urutan keenam dari delapan negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar pengujian tersebut.

Melihat kesenjangan angka tersebut, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) langsung angkat bicara. ATSI menilai publik perlu membandingkan performa jaringan antarnegara secara setara dan adil.

Faktor Kesiapan Spektrum Frekuensi Dan Ekosistem Perangkat

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir meminta publik melihat waktu awal penggelaran jaringan generasi kelima di masing-masing wilayah. Ketersediaan spektrum frekuensi 5G juga menjadi penentu utama lonjakan performa unduh suatu negara.

Marwan menegaskan pembandingan kualitas internet harus berjalan setara atau apple to apple agar publik memahami akar masalah secara jernih. Operator telekomunikasi selalu mempertimbangkan kesiapan ekosistem sebelum menggelontorkan dana investasi dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Aturan Baru Komdigi Kuota Internet Kini Dilarang Hangus

Faktor kesiapan tersebut mencakup ukuran pasar 5G serta tingkat keterjangkauan harga ponsel pintar di tengah masyarakat. Operator juga memantau jumlah perangkat aktif dalam jaringan serta kesiapan infrastruktur transmisi serat optik menuju menara pemancar.

Pemerintah sendiri baru membuka ketersediaan pita frekuensi 2,6 GHz untuk kebutuhan 5G pada tahun ini. Kehadiran spektrum baru tersebut menyimpan potensi besar untuk mendongkrak laju transfer data seluler nasional.

Kendati spektrum frekuensi baru telah terbuka, operator tetap memperhitungkan kalkulasi bisnis serta potensi pengembalian modal. Perusahaan telekomunikasi tidak ingin gegabah berekspansi tanpa dukungan daya serap pasar yang memadai.

Saat ini operator memfokuskan penggelaran jaringan generasi terbaru pada kota-kota besar serta kabupaten dengan tingkat kepemilikan gawai tinggi. Strategi selektif ini menjaga efisiensi belanja modal perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.

Rincian Data Peringkat Kecepatan Internet Seluler Regional

Operator seluler berkomitmen menghadirkan layanan telekomunikasi prima lewat sokongan investasi terukur. Namun, perluasan cakupan jaringan tetap wajib menyesuaikan daya beli riil masyarakat terhadap ponsel pintar penunjang.

Marwan menekankan seluruh target pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional harus berpijak pada kondisi lapangan yang realistis. Operator berhati-hati melangkah agar pembangunan infrastruktur digital tidak membebani kesehatan finansial industri.

Baca Juga :  UIN STS Jambi Gandeng BRI Perkuat Layanan Keuangan Digital Kampus

Meski masih tertinggal dari Vietnam, posisi Indonesia global sejatinya naik dua tingkat pada periode Agustus 2026. Kecepatan unduh seluler sebesar 66,34 Mbps ini juga jauh melampaui capaian internet kabel tetap nasional yang tercatat 51,40 Mbps.

Untuk kategori jaringan kabel tetap atau fixed broadband, Indonesia menempati urutan ke-113 dunia dan urutan kesembilan di Asia Tenggara. Sementara untuk jaringan seluler, performa unduh Indonesia menempel ketat Jepang di peringkat ke-69 dunia dengan selisih tipis 0,14 Mbps.

Pada saat bersamaan, Filipina membayangi posisi Indonesia di peringkat ke-71 dunia dengan selisih kecepatan unduh hanya 0,01 Mbps. Jaringan seluler Indonesia juga menorehkan kecepatan unggah sebesar 19,80 Mbps dengan tingkat latensi 20 milidetik.

Berikut urutan kecepatan unduh internet seluler negara Asia Tenggara versi Speedtest Global Index Agustus 2026:

  • Vietnam: 219,93 Mbps (Peringkat 9 Dunia)

  • Malaysia: 165,32 Mbps (Peringkat 14 Dunia)

  • Singapura: 164,35 Mbps (Peringkat 16 Dunia)

  • Thailand: 143,45 Mbps (Peringkat 26 Dunia)

  • Kamboja: 111,90 Mbps (Peringkat 43 Dunia)

  • Indonesia: 66,34 Mbps (Peringkat 70 Dunia)

  • Filipina: 66,33 Mbps (Peringkat 71 Dunia)

  • Laos: 44,62 Mbps (Peringkat 84 Dunia).(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Dua Dekade, ASUS Boyong ROG XBOX Ally X20 ke Indonesia
Lelah Pesan Instan, Gen Z Pilih Kirim Teks Lambat
Waspada Trojan Android RatHat Berbasis AI Curi PIN dan OTP Rekening Nasabah
Xiaomi Dikabarkan Batal Rilis Varian Ultra Pada Lini Seri Flagship Terbarunya
Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh
Aplikasi Android Alami Masalah Kompatibilitas di Googlebooks Intel
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Isi Baterai Lebih Kencang
Pre-order iPhone 18 Pro Resmi Dibuka di Indonesia Hari Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Rayakan Dua Dekade, ASUS Boyong ROG XBOX Ally X20 ke Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Lelah Pesan Instan, Gen Z Pilih Kirim Teks Lambat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Waspada Trojan Android RatHat Berbasis AI Curi PIN dan OTP Rekening Nasabah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Xiaomi Dikabarkan Batal Rilis Varian Ultra Pada Lini Seri Flagship Terbarunya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh

Berita Terbaru