Jambi, Oegopost.id – Tim Satuan Tugas Provinsi Jambi bergerak cepat menangani ancaman karhutla Taman Nasional Berbak yang terus membakar kawasan konservasi tersebut. Pemerintah daerah resmi mengajukan permohonan unit helikopter Super Puma kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna mempercepat penuntasan api.
Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung agenda evaluasi darurat bersama jajaran Komando Resor Militer di Kota Jambi. “Kami (rapat) khusus membahas langkah-langkah tindak lanjut situasi yang ada di lokasi di taman nasional,” kata Al Haris di Kota Jambi, Selasa.
Petugas gabungan sebelumnya mencatat keberhasilan memadamkan titik api pada areal perkebunan maupun tanah milik warga sekitar. Ketersediaan akses jalan serta kelimpahan sumber air mempermudah kerja regu darat saat memadamkan kobaran api masyarakat.
Kondisi sebaliknya langsung menyulitkan seluruh regu penanggulangan saat si jago merah melalap rimba gambut Berbak. Jalur masuk menuju titik kebakaran tergolong sangat terisolasi sehingga menyedot banyak tenaga personel di lapangan.
Akses Sulit Hambat Pasokan Air Karhutla Berbak
Medan belantara yang sangat rapat menghalangi langkah petugas saat mengangkut mesin pompa serta peralatan mekanis berat lainnya. Ketiadaan jalur transportasi darat praktis menghentikan laju kendaraan taktis pendukung operasi pemadaman ke tengah hutan lindung.
Krisis pasokan air alami di sekeliling bentang lahan gambut turut memperparah kendala teknis regu pemadam kebakaran. Situasi serbaterbatas inilah yang mendorong pemerintah daerah menyusun strategi baru melalui pengerahan kekuatan armada udara nasional.
Gubernur Al Haris menilai penanganan karhutla di lahan milik masyarakat relatif lebih mudah dijangkau karena prinsip akses, alat, dan air, dapat terpenuhi dengan baik. “Namun tantangan besar dihadapi petugas ketika kebakaran terjadi di Kawasan TN Berbak, karena di sana aksesnya sulit, kemudian untuk membawa alat ke sana juga petugas mengalami hambatan,” lanjut Al Haris.
Ketiadaan cadangan air permukaan membuat kobaran api terus bertahan di bawah lapisan vegetasi gambut yang tebal. “Ditambah lagi kondisi air di sana sangat terbatas, membuat tim saat ini mengalami kesulitan melakukan upaya pemadaman,” tambah sang gubernur.
Helikopter Super Puma Terbangkan Pasukan Bawa Tenda
Satgas gabungan akhirnya menetapkan pengerahan helikopter angkut kelas berat Super Puma sebagai opsi paling masuk akal. Usulan bantuan penerbangan ini langsung meluncur ke pemerintah pusat demi menyelamatkan keasrian cagar biosfer dari ancaman kerusakan permanen.
Armada udara tersebut bakal mengangkut personel pemadam bersama logistik kemah lengkap menuju jantung kebakaran hutan. Strategi penerjunan pasukan dari udara memangkas waktu tempuh jalan kaki yang selama ini membebani stamina para petugas.
Gubernur Al Haris memastikan kesiapan pasukan darat untuk mendirikan posko lapangan langsung di dekat sebaran titik api. “Nanti helinya berlabuh di sana, kita bawa perlengkapan, pasang tenda, nanti mereka akan bekerja di sana,” ucap Al Haris optimis.
Pemerintah Provinsi Jambi mengonfirmasi luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah kabupaten/kota telah menembus angka 4.335 hektare per 13 Oktober. Kehadiran helikopter Super Puma dari BNPB diharapkan segera memadamkan bara gambut sebelum api meluas tak terkendali.(ar)









