Rekor Impor Emas China Tembus Rp 2.849 Triliun Demi Lepas Ketergantungan Dollar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Tumpukan emas di brankas China, bagian dari upaya PBOC mendiversifikasi devisa dan mengurangi pengaruh dollar AS.(poto: AI).

Ilustrasi: Tumpukan emas di brankas China, bagian dari upaya PBOC mendiversifikasi devisa dan mengurangi pengaruh dollar AS.(poto: AI).

Jakarta, Oegopost.id – Laju impor emas negara tersebut terus melonjak tajam sepanjang tahun ini. Data kepabeanan China mencatat nilai transaksi menembus 158,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.849 triliun.

Angka impor periode Januari–Agustus 2026 ini melampaui rekor sepanjang 2025. Volume pembelian sudah melebihi 1.000 ton, mengalahkan total tahun lalu sebesar 886 ton.

Bank sentral China atau PBOC memimpin aksi borong cadangan emas batangan. Lembaga moneter ini menambah cadangan selama 23 bulan berturut-turut hingga September 2026.

Laporan SAFE menunjukkan PBOC memborong 23 ton emas pada September 2026. Pembelian bulanan tersebut menjadi rekor terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, PBOC juga membeli 20 ton emas pada Agustus 2026. World Gold Council mencatat total pembelian China tahun ini mencapai 80 ton.

China kini menempati posisi pembeli emas terbesar kedua di dunia setelah Polandia. Cadangan emas resmi Beijing kini menyentuh level 2.387 ton per Agustus 2026.

Porsi emas tersebut mencakup sembilan persen dari seluruh cadangan devisa China. Posisi ini menempatkan China sebagai pemilik cadangan emas terbesar kelima di dunia.

Baca Juga :  PT Putra Kurnia Properti Buka Rekrutmen di Bhayangkara Presisi Job Fair Jambi 2026

Langkah Strategis Beijing Memangkas Ketergantungan Dollar AS

Analis Julius Baer Group Carsten Menke membeberkan motif utama PBOC. Beijing ingin memangkas ketergantungan cadangan devisa pada dollar AS dan surat utang Amerika Serikat.

Pemerintah China belajar dari sanksi pembekuan aset bank sentral Rusia pada 2022. Emas fisik di dalam negeri aman dari risiko pembatasan aset lintas batas.

China aktif memangkas kepemilikan surat utang pemerintah AS atau US Treasury. Kepemilikan obligasi AS oleh China anjlok ke 618 miliar dollar AS pada Juli 2026.

Angka kepemilikan surat utang tersebut menyentuh titik terendah dalam kurun 18 tahun. Menke memperkirakan PBOC bahkan diam-diam membeli 110 ton emas tambahan tanpa laporan resmi.

Langkah diversifikasi aset cadangan kini menjadi tren di kalangan bank sentral dunia. Bank sentral Belanda bahkan memindahkan 86 ton cadangan emas miliknya ke London.

Pilihan Investasi Domestik Mendorong Warga Borong Emas

Warga dan korporasi China ikut memburu emas batangan demi mengamankan kekayaan. Kepala Strategi Emas State Street Investment Management Aakash Doshi mencatat rekor lonjakan impor konsumsi ritel.

Baca Juga :  Penjualan Teh Kayu Aro Kemasan Melonjak Naik 7,18 Persen

Masyarakat beralih ke emas karena krisis sektor properti domestik belum pulih. Selain itu, bursa saham acuan CSI 300 merosot delapan persen sepanjang 2026.

Imbal hasil obligasi pemerintah China bertenor satu tahun juga anjlok ke 1,2 persen. Angka ini jauh di bawah imbal hasil obligasi AS yang mencapai 4,46 persen.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen menilai biaya peluang memegang emas sangat murah. Kondisi ini mendorong warga terus mengoleksi perhiasan, koin, dan emas batangan.

Aksi borong masif oleh China sukses menopang stabilitas pasar logam mulia global. Strategi Komoditas ING Bank Ewa Manthey menyebut pembelian konsisten bank sentral menjadi fondasi harga yang kokoh.

Harga emas dunia sempat terkoreksi ke 4.176 dollar AS per troy ounce pada September 2026. Namun, analis memproyeksikan harga emas dapat menembus 5.500 dollar AS per troy ounce pada awal 2027.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transaksi Kliring Komoditas KBI Meroket 109,4 Persen hingga September 2026
Diskon Biaya Layanan Shopee dan TikTok Shop bagi UMK Produk Lokal Berlaku 25 Oktober 2026
Thomas Hundt Resmi Masuk Dewan Komisaris XLSmart Usai RUPSLB
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Oktober 2026
Cara Mengenali Perbedaan Kain Batik Asli dan Tiruan
Daftar Aplikasi Penghasil Uang Terbaik Resmi Terbukti Membayar
Ekspor Perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha Pakai Fasilitas Kawasan Berikat Jambi
PTPN IV Regional IV Borong Enam Penghargaan National Tea Competition 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Transaksi Kliring Komoditas KBI Meroket 109,4 Persen hingga September 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Diskon Biaya Layanan Shopee dan TikTok Shop bagi UMK Produk Lokal Berlaku 25 Oktober 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Rekor Impor Emas China Tembus Rp 2.849 Triliun Demi Lepas Ketergantungan Dollar AS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Thomas Hundt Resmi Masuk Dewan Komisaris XLSmart Usai RUPSLB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Oktober 2026

Berita Terbaru