Tebo, oegopost.id – Sebanyak 194 calon jamaah haji tebo menjalani pemeriksaan kesehatan tahap pertama di sejumlah puskesmas. Langkah medis ini menjadi bagian penting persiapan keberangkatan menuju Tanah Suci pada musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi mendatang.
Petugas medis memeriksa kondisi fisik para jamaah secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan ibadah mereka. Kegiatan skrining kesehatan ini melibatkan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama yang tersebar di wilayah Kabupaten Tebo.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tebo awalnya mengajukan kuota sebanyak 243 orang. Namun, sebanyak 49 calon jamaah memutuskan mundur sebelum rangkaian tes medis berlangsung.
Alasan pengunduran diri tersebut mencakup kendala ekonomi, faktor sakit, hingga masih menunggu pendamping muhrim. Selain itu, beberapa calon jamaah belum memenuhi syarat usia minimal 18 tahun saat jadwal keberangkatan tiba.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Tebo, Darmawi, membenarkan adanya perubahan jumlah peserta dari usulan awal. Pihaknya mencatat data resmi calon jamaah yang aktif mengikuti tahapan saat ini berjumlah 194 orang.
Darmawi menyampaikan keterangan tersebut secara langsung saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat kemarin. Ia berharap kuota tambahan dapat segera mengisi kekosongan kursi yang tersisa.
Pengisian kuota tambahan nantinya bertujuan agar jumlah peserta kembali memenuhi target awal 243 orang. Pihak kementerian terus mematangkan seluruh tahapan pembinaan dokumen dan kesiapan jamaah.
Rangkaian pemeriksaan kesehatan fisik calon jamaah telah berlangsung intensif selama sepekan terakhir. Layanan medis berjalan lancar berkat kerja sama terpadu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo.
puluhan calon jamaah haji tebo memilih mundur
Darmawi merinci beberapa faktor utama yang melandasi mundurnya puluhan calon jamaah tersebut. Sebagian calon jamaah menghadapi kendala ekonomi keluarga yang membutuhkan alokasi biaya mendesak.
Sebagian lainnya terpaksa menunda keberangkatan karena faktor kebugaran fisik dan penyakit menahun. Calon jamaah yang belum cukup umur juga harus menunggu jadwal musim haji berikutnya.
Pihak Kemenhaj Tebo mengarahkan pemeriksaan kesehatan ke sejumlah fasilitas puskesmas pilihan. Lokasi pemeriksaan mencakup Puskesmas Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, dan Rimbo Ilir.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo juga merekomendasikan beberapa puskesmas lain demi mempermudah akses calon jamaah. Skema zonasi ini membantu mempercepat waktu pemeriksaan para calon tamu Allah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo melalui Kabid P2P, Ari Setiawan, memastikan kelancaran seluruh proses skrining. Ari menyatakan bahwa 194 calon jamaah masuk ke dalam daftar penerima pemeriksaan medis.
Petugas menyiagakan sembilan puskesmas induk untuk melayani seluruh peserta dari berbagai kecamatan. Pembagian lokasi ini mencegah antrean panjang calon jamaah di satu titik layanan.
Fasilitas tersebut meliputi Puskesmas Rimbo Bujang IX, Rimbo Bujang II, dan Tuo Pasir Mayang. Petugas juga membuka layanan di Puskesmas Sungai Abang, Pulau Temiang, serta Teluk Singkawang.
Tiga fasilitas lain yang ikut melayani jamaah adalah Puskesmas Alai Ilir, Muara Tebo, dan Sungai Bengkal. Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah, sampel darah, hingga rekam jejak penyakit bawaan para calon jamaah.
sembilan puskesmas tebo siapkan layanan skrining kesehatan
Ari mengungkapkan masih ada beberapa calon jamaah yang belum sempat mendatangi puskesmas terdaftar. Hal ini terjadi lantaran calon jamaah bersangkutan sedang menyelesaikan urusan penting di luar daerah.
Kendati demikian, para calon jamaah yang tertunda telah menjalin komunikasi langsung dengan petugas dinas terkait. Mereka berjanji segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat setibanya di Kabupaten Tebo.
Dinas Kesehatan Tebo memberikan kemudahan akses bagi peserta susulan untuk menuntaskan tes medis. Petugas kesehatan siap melayani pemeriksaan lanjutan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Hasil pemeriksaan tahap pertama ini menjadi rujukan medis penting bagi pembinaan kebugaran fisik jamaah. Tim medis mendokumentasikan setiap riwayat kesehatan sebagai dasar penerbitan dokumen istitha’ah kesehatan haji.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh calon jamaah agar menjaga stamina serta pola makan harian secara disiplin. Persiapan fisik yang prima sangat menentukan kelancaran seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci kelak.(ar)









