Jambi, oegopost.id – Warga RT 25 Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Jelutung Kota Jambi gempar akibat peristiwa penemuan mayat di Jelutung pada Minggu pagi. Penemuan jasad seorang pria bernama Tarmizi alias Bujang tersebut langsung menyedot perhatian puluhan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Aroma menyengat yang tercium sangat kuat berujung pada penemuan jasad korban yang membengkak di dalam rumah. Warga yang penasaran langsung berbondong-bondong mendekati kediaman Tarmizi untuk memastikan sumber bau busuk yang mengganggu kenyamanan pemukiman.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika seorang tetangga mencium aroma tidak sedap dari rumah korban sekitar pukul 08.30 WIB. Saksi mata kemudian mengajak warga sekitar untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal pria bujangan tersebut.
Masyarakat menemukan jasad Tarmizi sudah terbaring terlentang di area ruang tamu dalam kondisi mengenaskan. Saksi di lokasi bernama Wak Juber mengonfirmasi bahwa tubuh korban sudah membengkak dan mengeluarkan cairan menyerupai darah.
Sejumlah warga yang memadati lokasi tampak menutup hidung dan mulut menggunakan kain akibat sengatan bau membusuk. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang tersebut diketahui tinggal seorang diri tanpa kerabat di rumah itu.
Warga setempat menduga pria malang itu sudah meninggal dunia sekitar tiga hingga lima hari sebelum ditemukan. Kerumunan masyarakat yang memadati jalanan pemukiman membuat suasana di sekitar lokasi tampak semakin ramai.
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan Fisik
Aparat Polsek Jelutung segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan dari pengurus RT setempat. Petugas langsung memasang garis polisi guna mengamankan area sekitar serta mensterilkan tempat kejadian perkara dari warga.
Kanit Reskrim Polsek Jelutung Ipda Ondo Siburian menjelaskan hasil pemeriksaan awal tim medis terhadap kondisi fisik korban. Polisi menegaskan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada bagian luar tubuh Tarmizi.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi identitas lengkap jasad yang sempat membuat geger masyarakat Cempaka Putih tersebut. Pria malang ini memiliki nama asli Tarmizi, namun warga kampung biasa memanggilnya dengan julukan Bujang.
Keluarga korban secara resmi menolak prosedur autopsi yang di tawarkan oleh tim penyidik kepolisian. Pihak keluarga mengaku sudah menerima musibah ini dengan ikhlas dan memilih langsung mengurus proses pemakaman jenazah.
Aparat kepolisian akhirnya menyerahkan jenazah Tarmizi kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara layak. Kepergian Tarmizi meninggalkan duka mendalam bagi para tetangga yang mengenal sosoknya sebagai pedagang yang ramah.(ar)









