Wali Kota Sungai Penuh Sidak Puskesmas Tanah Kampung, Temukan Fasilitas Kumuh dan Berdebu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, murka saat tahu kondisi puskesmas yang kumuh.( poto : jambione.com )

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, murka saat tahu kondisi puskesmas yang kumuh.( poto : jambione.com )

Sungai Penuh, oegopost.id – Pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh kembali menjadi sorotan setelah Wali Kota Sungai Penuh sidak ke Puskesmas Tanah Kampung pada Senin (22/6/2026).

Dalam inspeksi mendadak tersebut, Wali Kota Alfin menemukan sejumlah persoalan serius, mulai dari fasilitas berdebu, ruangan tidak terawat, hingga lingkungan puskesmas yang jauh dari standar pelayanan kesehatan.

Sidak ini menjadi bagian dari evaluasi Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan memberikan layanan yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Alfin turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata pelayanan di puskesmas tersebut.

Wali Kota Tinjau Langsung Kondisi Ruangan Puskesmas

Saat memasuki area puskesmas, Alfin langsung menyoroti kondisi ruangan yang tampak tidak terawat. Ia melihat debu menumpuk di meja, kursi, dan sejumlah fasilitas lain yang berada di dalam ruangan pelayanan.

Alfin menilai kondisi itu menunjukkan minimnya aktivitas dan lemahnya pengawasan di fasilitas kesehatan tersebut.

“Secara kasat mata debu tampak jelas menempel pada meja dan kursi. Ini mengindikasikan minimnya aktivitas maupun pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Alfin.

Ia menegaskan kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan pasien. Selain itu, ia menilai masyarakat akan enggan datang berobat jika fasilitas kesehatan tidak dijaga dengan baik.

Baca Juga :  kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jambi Meningkat

“Bagaimana masyarakat mau datang berobat jika kondisi fasilitas kesehatan seperti ini. Padahal puskesmas seharusnya menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan memenuhi standar operasional pelayanan kesehatan,” katanya.

Ruang Persalinan Hingga Gudang Jadi Temuan

Alfin kemudian meninjau ruang persalinan, ruang perawatan bayi, hingga fasilitas alat kesehatan. Ia menemukan beberapa area masih dalam kondisi kotor dan berdebu sehingga tidak layak digunakan untuk pelayanan pasien.

“Siapa yang mau melahirkan di sini jika tempatnya kotor dan berdebu? Bayi siapa yang mau diletakkan di tempat seperti ini,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menemukan sampah dan puntung rokok berserakan di beberapa sudut lingkungan puskesmas. Kondisi gudang penyimpanan pun terlihat tidak tertata dan di penuhi barang-barang tidak terpakai.

Alfin langsung meminta petugas mendata seluruh barang yang sudah tidak di gunakan. Ia juga menginstruksikan koordinasi dengan bagian aset untuk membuat berita acara sebelum melakukan pemusnahan sesuai aturan yang berlaku.

Dalam sidak itu, Alfin menyebut Puskesmas Tanah Kampung sebagai fasilitas kesehatan dengan kondisi paling buruk yang pernah ia temukan.

Baca Juga :  Dorongan Peralihan Angkutan Batubara Jambi ke Jalur Sungai dan Kereta Api untuk Keselamatan Publik

“Ini puskesmas paling kumuh yang saya temukan,” ujarnya.

Wali Kota Tekankan Pengawasan Dinas Kesehatan

Selain menyoroti kondisi fasilitas, Alfin juga menegur Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, beserta jajaran. Ia meminta mereka meningkatkan pengawasan terhadap seluruh puskesmas di wilayah tersebut.

Alfin menegaskan pejabat Dinas Kesehatan harus aktif turun ke lapangan dan tidak hanya bekerja dari balik meja. Ia meminta pengawasan di lakukan secara rutin agar masalah di fasilitas kesehatan bisa segera terdeteksi.

“Saya mengingatkan kepada Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh dan para kepala bidang, jangan hanya duduk di belakang meja. Turun ke lapangan dan lakukan pengecekan langsung ke puskesmas-puskesmas,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan langsung akan membantu pemerintah memperbaiki layanan kesehatan lebih cepat dan tepat sasaran. Ia juga menilai langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan puskesmas.

Sidak tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, agar masyarakat memperoleh layanan yang bersih, aman, dan layak.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Mantan Rektor Unja Kemas Arsyad Somad Meninggal, Dunia Pendidikan Jambi Berduka
PHI Tanam 1.000 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari untuk Karbon Biru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Senin, 6 Juli 2026 - 21:00 WIB

Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WIB

Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Berita Terbaru