Jambi, oegopost.id – Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi menggelar Seminar Gerakan Kampus Sehat Mental di Gedung Unifac Lantai 1 UNJA Mendalo, Rabu (23/9/2026). Langkah ini menjadi upaya strategis lembaga dalam mencegah krisis psikologis sekaligus mengoptimalkan layanan konseling bagi seluruh mahasiswa.
Panitia mengusung tema optimalisasi layanan konseling dalam mencegah krisis psikologis mahasiswa Universitas Jambi tahun 2026. Melalui agenda ini, pengelola kampus ingin membangun kepedulian bersama terhadap isu kesehatan mental di lingkungan akademik.
Sejumlah pejabat kampus hadir langsung untuk membuka dan mengawal jalannya kegiatan edukatif tersebut. Kepala Biro Akademik Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., hadir bersama Kepala UPA BK UNJA M. Ferdiansyah, M.Pd., Kons., serta Ketua Pelaksana Affan Yusra, M.Pd.
Pihak panitia juga menghadirkan akademisi dari Universitas Sriwijaya, Dr. AlRefi, M.Pd., sebagai narasumber utama. Pakar tersebut membagikan sudut pandang ilmiah serta solusi praktis dalam mendampingi mahasiswa yang menghadapi tekanan psikologis.
Pencegahan Krisis Psikologis Mahasiswa Melalui Layanan Konseling
Dalam sambutannya, Dr. Guspianto menegaskan bahwa definisi sehat mencakup aspek fisik, mental, sosial, hingga spiritual secara utuh. Ia menilai mahasiswa masa kini menghadapi tekanan yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.
Persoalan akademik, beban ekonomi, serta dinamika perkembangan dunia digital menjadi faktor utama penekan kondisi psikologis. Kondisi tersebut menuntut kampus menyediakan wadah penanganan yang cepat dan responsif.
Guspianto mendorong penguatan layanan konseling agar petugas dapat mendampingi mahasiswa sejak awal kemunculan masalah. Langkah pencegahan dini ini sangat krusial untuk meminimalkan potensi gangguan jiwa yang lebih berat.
Ia mengakui UNJA menghadapi tantangan besar dalam mengantisipasi timbulnya masalah kejiwaan pada peserta didik. Oleh karena itu, pihak rektorat terus mendukung penuh setiap langkah penanganan kesehatan mental di kampus.
Guspianto juga menyoroti pentingnya guncangan sosialisasi mengenai keberadaan UPA BK UNJA kepada seluruh civitas akademika. Ia menambahkan bahwa pengelola perlu memperkuat jumlah konselor agar jangkauan pelayanan semakin luas dan optimal.
Optimalisasi Layanan Bimbingan Konseling Untuk Civitas Akademika
Sementara itu, Kepala UPA BK UNJA M. Ferdiansyah menjelaskan peran sentral unitnya dalam mendampingi mahasiswa. Lembaga ini bergerak khusus memberikan pengawalan psikologis demi menjaga ketahanan mental civitas akademika.
Ketua Pelaksana Affan Yusra melaporkan bahwa peserta seminar datang dari pelbagai program studi dan jenjang pendidikan. Mahasiswa S1, D3, hingga S2 tampak memadati ruangan untuk menyimak pemaparan materi dari narasumber.
Affan berharap seminar ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Kesadaran awal ini menjadi fondasi utama dalam mencegah timbulnya krisis psikologis di kemudian hari.
Melalui acara ini, pengelola kampus mengajak mahasiswa agar tidak ragu mendatangi kantor bimbingan dan konseling. Keberadaan konselor profesional siap membantu setiap kendala pribadi maupun akademik yang dialami mahasiswa.
Langkah masif ini diharapkan mampu melahirkan suasana belajar yang sehat, aman, dan saling peduli antar sesama. Kampus UNJA berkomitmen menciptakan ekosistem yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara emosional.
UPA BK UNJA terus bergerak aktif memperkuat fasilitas dan kualitas tenaga konselor secara berkelanjutan. Kepedulian terhadap kesehatan jiwa menjadi pilar utama UNJA dalam mencetak lulusan berkarakter dan berdaya saing tinggi.(ar)









