Sungai Penuh, oegopost.id – Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di seluruh madrasah. Langkah tegas ini merespons dampak kabut asap karhutla yang kini semakin pekat mencemari kualitas udara wilayah setempat.
Kebijakan darurat tersebut tertuang dalam surat edaran resmi bernomor B-1033/Kk.05.11/2/PP.00/09/2026 yang terbit pada Rabu, 9 September 2026. Kepala Kantor Kemenag Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, menandatangani langsung instruksi penting bagi seluruh instansi pendidikan Islam di wilayahnya.
Kebijakan Belajar Dari Rumah Guna Mempertahankan Kesehatan Siswa
Pihak Kemenag meminta seluruh Kepala RA, MI, MTs, hingga MA segera mengalihkan proses pembelajaran menuju sistem jarak jauh. Pengalihan sistem belajar ini bertujuan utama melindungi kesehatan seluruh siswa beserta para guru dari bahaya ISPA.
Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini berlaku efektif mulai 9 September hingga Sabtu, 12 September 2026 mendatang. Namun, durasi pelaksanaan PJJ masih bisa berubah menyesuaikan perkembangan kondisi kualitas udara di lapangan.
Para guru dapat memanfaatkan berbagai metode pembelajaran seperti modul interaktif, lembar kerja, hingga penugasan terstruktur secara mandiri. Sekolah harus menyesuaikan pemilihan metode belajar dengan kesiapan sarana digital yang dimiliki oleh masing-masing wali murid.
Penyesuaian Kurikulum Fleksibel Demi Menghindari Beban Belajar Siswa
Hardiman menegaskan agar tenaga pendidik menjalankan proses PJJ ini secara sangat fleksibel dan juga proporsional. Guru wajib menyesuaikan target capaian materi agar tidak memberikan beban tugas berlebihan kepada para peserta didik.
Kemenag meminta pihak sekolah terus memantau kondisi fisik serta kesehatan para siswa selama masa belajar dari rumah. Orang tua murid juga diimbau mendampingi anak-anak mereka agar tetap beraktivitas di dalam rumah selama paparan asap berlangsung.
Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di kelas baru akan kembali dibuka setelah situasi lingkungan benar-benar pulih. Pihak sekolah wajib menunggu pengumuman resmi terkait batas aman kualitas udara dari pemerintah daerah maupun instansi berwenang.
Langkah cepat Kemenag Sungai Penuh ini menjadi bentuk penanggulangan risiko bencana asap terhadap sektor pendidikan daerah. Masyarakat berharap pemerintah segera memadamkan titik api penyebab karhutla agar aktivitas belajar anak-anak kembali normal.(ar)









