Sungai Penuh, oegopost.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh secara resmi menggalakkan program swasembada pangan modern Sungai Penuh guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian lokal. Oleh karena itu, pemerintah melibatkan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jambi untuk menerapkan teknologi tepat guna.
Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, membuka Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan Berbasis Pertanian Modern secara langsung. Selain itu, ia memimpin pertemuan penting tersebut di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh pada hari Kamis.
Pemerintah daerah mengundang sejumlah unsur forum koordinasi pimpinan daerah serta instansi teknis terkait dalam agenda koordinasi ini. Bahkan, Wakapolres Kerinci dan Kasdim 0417/Kerinci mendampingi langsung jajaran pejabat pemerintah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh memaparkan arah kebijakan teknis di lapangan. Oleh sebab itu, kehadiran para pemangku kepentingan memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kesejahteraan petani.
Alpian menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif percepatan swasembada pangan berbasis teknologi terkini. Sementara itu, ia menilai sinergi antarinstansi menggerakkan pencapaian target pemerintah daerah.
Pemerintah mewujudkan perekonomian masyarakat yang jauh lebih bermutu melalui sektor agraris. Selain itu, program ini mengangkat taraf hidup petani secara berkelanjutan.
Implementasi Teknologi Mutakhir Melalui Program PM-AAS
Pemerintah Kota Sungai Penuh memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Bimbingan Teknis Percepatan Progres Swasembada Pangan Berbasis PM-AAS. Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, dalam memperkuat sektor pertanian.
Pemerintah daerah mengadopsi teknologi masif guna mengubah metode konvensional menjadi sistem modern. Oleh karena itu, para petani mendapatkan fasilitas peningkatan kapasitas teknis secara berkala.
Alat mesin pertanian modern menekan biaya operasional sekaligus mempercepat masa panen secara efektif. Efisiensi ini menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agraris.
Pemerintah memastikan setiap bantuan dan teknologi tersalurkan tepat sasaran melalui koordinasi kuat antarinstansi. Pendampingan intensif dari BBPMP Jambi mengawal keberhasilan program jangka panjang ini.
Rapat koordinasi ini merumuskan sejumlah langkah taktis guna mengawal kelancaran program di tingkat akar rumput. Selain itu, pemerintah mengatasi setiap kendala teknis di lapangan bersama pihak terkait.
Pemerintah meyakini modernisasi sektor pertanian mendongkrak hasil panen secara signifikan. Hasil optimal ini mewujudkan ketahanan pangan daerah yang mandiri dan tangguh.
Alpian menegaskan bahwa keberlanjutan program memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Seluruh elemen birokrasi mengawal program ini secara konsisten tanpa henti.
Transformasi agraris di Kota Sungai Penuh memasuki babak baru yang menjanjikan. Sinergi antara teknologi, birokrasi, dan petani mengokohkan kejayaan pangan daerah.(ar)









