Tebo, oegopost.id – Kebakaran seberang SPBU Tebo menghebohkan warga yang tinggal di kawasan Jalan Tebo-Bungo KM 2, Kabupaten Tebo, Jambi, pada Rabu (19/8/2026). Kobaran api yang tiba-tiba membesar membuat warga sekitar panik dan langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tebo bertindak cepat begitu menerima laporan darurat dari masyarakat setempat. Kepala Bidang Damkar Tebo, Habibi, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung mengerahkan satu armada dari Pos Damkar Tebo Tengah menuju titik lokasi kejadian.
Petugas Pemadam Kebakaran Menghadapi Kendala Akses Jalan Sempit
Petugas pemadam kebakaran sempat menghadapi rintangan yang cukup menyulitkan ketika berusaha mendekati titik utama api. Kondisi akses jalan pemukiman warga yang tergolong sempit membuat mobil pemadam kebakaran berukuran besar kesulitan melintas.
Meski demikian, jajaran personel pemadam kebakaran di lapangan terus berjuang keras menembus area pemukiman padat tersebut. Kegigihan tim Damkar Tebo akhirnya membuahkan hasil manis hingga kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Dugaan Pemicu Api Berasal dari Pembakaran Sampah
Berdasarkan penghimpunan informasi dari sejumlah warga sekitar, peristiwa ini bermula dari aktivitas pembakaran sampah. Pergerakan angin cepat merambatkan kobaran api hingga membakar tumpukan wadah telur di dekat lokasi.
Tumpukan wadah telur berbahan kertas tebal tersebut berada sangat dekat dengan area bak sebuah mobil warga. Beruntung, ketangkasan tim pemadam berhasil mengisolasi kobaran api sehingga tidak menjalar ke kendaraan maupun bangunan rumah warga sekitar.
Imbauan Penting Damkar Tebo Mengingat Kondisi Cuaca Kering
Kabid Damkar Tebo, Habibi, memastikan bahwa peristiwa ini tidak memakan korban jiwa maupun korban luka-luka. Ia menegaskan bahwa seluruh personelnya telah memadamkan titik api hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali.
“Tidak ada korban jiwa dan api berhasil dijinakkan,” kata Habibi secara resmi saat memberikan keterangan pada Kamis (20/8/2026).
Habibi meminta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tebo agar menaruh perhatian ekstra saat mengolah sampah. Ia menekankan bahwa risiko bencana kebakaran meningkat drastis di tengah kondisi cuaca wilayah yang cenderung kering.
“Di saat musim kering seperti ini, api lebih mudah tersulut dan merambat,” kata Habibi menegaskan situasi kawasan.
Ia mendesak warga untuk mematikan sisa pembakaran sampah sampai benar-benar padam tanpa tersisa sedikit pun. Sikap walked away atau meninggalkan bara api tanpa pengawasan berpotensi besar memicu bencana kebakaran yang merugikan.(ar)









