Kematian Ikan Massal Sungai Batanghari Alarm Kerusakan Ekosistem DAS

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa kematian ikan Sungai Batanghari dalam jumlah mencapai puluhan ton.(poto: jambione.com).

Peristiwa kematian ikan Sungai Batanghari dalam jumlah mencapai puluhan ton.(poto: jambione.com).

Batang Hari, oegopost.id – Peristiwa kematian ikan Sungai Batanghari dalam jumlah mencapai puluhan ton menandakan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan di Provinsi Jambi. Fenomena tersebut menegaskan bahwa tekanan ekologis terhadap daerah aliran sungai kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menegaskan hal itu saat meninjau langsung kawasan keramba jaring apung di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (10/8/2026). Ia melihat langsung fenomena yang menimpa pembudidaya di sejumlah wilayah seperti Sungai Duren, Sarang Burung, Mendalo Laut, hingga Pematang Jering.

Menurut Ivan, masalah ini tidak boleh hanya dipandang sebagai kerugian ekonomi pembudidaya atau pencemaran air sesaat. Fenomena hilangnya ribuan biota air menjadi indikator nyata atas penurunan daya dukung lingkungan di sepanjang aliran sungai.

Ia menjelaskan bahwa tekanan terhadap sistem sungai mencakup perubahan tata air, sedimentasi berat, erosi tebing, serta degradasi tutupan lahan. Penurunan kualitas air baku juga memperparah kondisi ekosistem hulu hingga hilir secara menyeluruh.

Penanganan Terpadu Lintas Sektor Solusi Pemulihan Sungai Batanghari

Politisi Golkar tersebut menilai langkah penanganan selama ini masih bersifat parsial karena hanya berfokus pada lokasi ditemukannya masalah. Penanganan yang hanya menyasar titik kematian ikan ibarat mengobati gejala tanpa menyentuh sumber penyakit di hulu sungai.

Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah mengubah pendekatan sektoral menjadi upaya pemulihan terpadu lintas wilayah. Pengelolaan ekosistem sungai wajib menggunakan prinsip satu kesatuan perencanaan, data, dan manajemen pengawasan.

Baca Juga :  Kebakaran Pabrik Pengemasan Minyak Goreng di Muaro Jambi, Gedung dan Aset Hangus

Ivan meminta pemerintah bersama Balai Wilayah Sungai dan lembaga akademis segera menggelar audit hidrologi secara menyeluruh. Audit tersebut mencakup pengumpulan data curah hujan, debit air, batimetri, tingkat sedimentasi, hingga perubahan pemanfaatan lahan.

Integrasi seluruh data teknis dalam satu sistem informasi akan membantu para ahli mengidentifikasi sumber pencemaran secara akurat. Langkah ini sekaligus mencegah terjadinya salah kebijakan dalam menangani kerusakan lingkungan sungai.

Rencana Strategis Penyelamatan Megasistem Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

Guna menjamin keberlanjutan fungsi sungai, Ivan mengusulkan penyusunan Grand Design Penyelamatan Megasistem DAS Batanghari 2026–2045. Rancangan jangka panjang ini memanfaatkan sejumlah indikator hidrologi dan ekologis untuk mengukur tingkat pemulihan lingkungan.

Indikator pemantauan tersebut meliputi perbandingan debit air maksimum dan minimum, kapasitas baseflow, tingkat sedimentasi, hingga kadar oksigen terlarut. Pemerintah juga akan memantau kualitas kimia air, tingkat erosi tebing, tutupan vegetasi, serta angka mortalitas ikan.

Dalam konsep penyelamatan megasistem ini, kawasan sungai terbagi ke dalam beberapa zona penanganan secara mendalam. Zona tersebut mencakup kawasan hulu, sub-DAS prioritas, koridor sungai utama, zona budidaya perikanan, hingga wilayah muara.

Intervensi di kawasan hulu berfokus pada rehabilitasi lahan kritis, pembangunan check dam, pembuatan embung, serta penerapan sistem agroforestry. Sementara itu, zona keramba memerlukan pemantauan berkala terhadap suhu air, derajat keasaman, dan kadar amonia.

Langkah Cepat Penyelamatan Sumber Air Dan Petani Keramba

Selain menyiapkan strategi jangka panjang, Ivan mendesak pelaksanaan program Quick Wins periode 2026–2028 untuk merespons kondisi darurat. Langkah cepat ini mencakup peningkatan intensitas pengujian kualitas air serta perlindungan ekonomi bagi para petani terdampak.

Baca Juga :  Bareskrim Ungkap Penyebab Awal Blackout Sumatera, Ini Faktanya

Pemerintah juga wajib mengamankan intake air baku masyarakat yang mengalami lonjakan kekeruhan ekstrem hingga 1.400 NTU. Tingkat kekeruhan tersebut berada jauh di atas batas normal pengolahan air bersih yang berada pada kisaran 250 hingga 300 NTU.

Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penindakan sumber pencemar menjadi prioritas utama dalam aksi cepat tersebut. Pemasangan sistem peringatan dini berbasis Automatic Water Level Recorder (AWLR) juga perlu dipacu agar petani mendapat petunjuk awal sebelum krisis terjadi.

Ivan menyoroti pentingnya menjaga keberadaan kawasan floodplain, rawa, dan danau tapal kuda (oxbow lake) sebagai ruang retensi alami air. Alih fungsi kawasan resapan tersebut hanya akan memutus aliran alami dan memperbesar risiko banjir serta kekeringan di kawasan perkotaan.

Mengingat kompleksitas masalah yang melintasi berbagai wilayah administratif, ia mendorong agar pemulihan sungai ini diangkat menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Skema ini diharapkan memberikan kepastian kelembagaan serta dukungan anggaran yang seimbang dari pemerintah pusat.

Target pemulihan hingga tahun 2045 mengarah pada kestabilan tata air, penurunan sedimentasi, serta pulihnya keanekaragaman hayati sungai. Pemulihan fungsi ekosistem secara utuh menjadi kunci utama dalam melindungi ruang hidup masyarakat Jambi di masa depan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak
Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB