Muaro Jambi, oegopost.id – Warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, melakukan aksi unik dengan menanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak sebagai bentuk protes terhadap lambatnya perbaikan infrastruktur.
Aksi tersebut berlangsung di ruas jalan kabupaten yang sudah lama dikeluhkan warga karena dipenuhi lubang dan membahayakan pengguna jalan.
Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak
Warga memilih cara tidak biasa untuk menyampaikan aspirasi mereka. Mereka menanam pohon pisang di titik-titik jalan yang berlubang sepanjang kurang lebih satu kilometer ruas jalan di wilayah RT 05 Desa Talang Belido.
Aksi ini tidak hanya menjadi simbol protes, tetapi juga menjadi penanda nyata kondisi jalan yang rusak berat. Sejumlah pohon pisang bahkan berdiri di tengah lubang besar yang selama ini mengganggu akses warga.
Selain itu, warga juga menempelkan kertas berisi keluhan di beberapa titik tanaman. Mereka ingin pemerintah daerah melihat langsung kondisi jalan yang mereka hadapi setiap hari.
Kondisi Jalan Dipenuhi Lubang dan Berbahaya Saat Hujan
Ruas jalan kabupaten di Desa Talang Belido tampak mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang besar terlihat hampir di seluruh badan jalan, sehingga kendaraan sulit melintas dengan aman.
Saat hujan turun, kondisi jalan menjadi lebih berbahaya. Air menggenangi lubang dan menutup pandangan pengendara, sehingga kedalaman lubang tidak terlihat jelas.
Warga menilai kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan. Mereka menyebut jalan tersebut sebagai jalur penting yang setiap hari digunakan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.
Pengendara Harus Ekstra Hati-Hati
Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling terdampak.
Seorang pengendara bernama Muhammad yang melintasi ruas jalan tersebut mengaku harus mengurangi kecepatan secara drastis. Ia menilai kondisi jalan sangat berisiko, terutama ketika hujan turun.
“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Harus pelan-pelan,” ujar Muhammad saat melintas di lokasi.
Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih lama dan melelahkan, terutama bagi warga yang setiap hari melewati jalur itu untuk bekerja atau beraktivitas.
Aksi Protes Jadi Sorotan Warga Sekitar
Aksi penanaman pohon pisang ini menarik perhatian warga sekitar karena dilakukan secara terbuka di badan jalan. Banyak warga menilai aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan yang sudah memuncak.
Warga menyebut mereka telah lama menunggu perbaikan dari pihak berwenang, namun hingga kini belum ada realisasi nyata. Situasi ini mendorong masyarakat untuk menyuarakan aspirasi dengan cara simbolik di lokasi kerusakan jalan.
Beberapa warga berharap aksi tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar perbaikan segera dilakukan. Mereka juga menegaskan bahwa kondisi jalan tidak hanya mengganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kepala Desa Benarkan Aksi Warga
Kepala Desa Desa Talang Belido, Fadli, membenarkan adanya aksi penanaman pohon pisang tersebut. Ia menjelaskan bahwa ruas jalan yang menjadi lokasi protes merupakan jalan kabupaten.
Menurut Fadli, warga sudah menyampaikan keluhan sejak lama terkait kondisi jalan yang rusak. Namun hingga saat ini, perbaikan belum juga terealisasi di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Warga memilih cara simbolik untuk menunjukkan kondisi jalan yang mereka hadapi setiap hari.
“Betul, itu bentuk protes warga. Jalan itu kewenangan Kabupaten,” ujar Fadli.
Dorongan Perbaikan Infrastruktur
Kerusakan jalan di Desa Talang Belido kembali menyoroti pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur di wilayah pedesaan. Warga berharap pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti kondisi tersebut sebelum terjadi insiden yang lebih serius.
Selain itu, masyarakat meminta adanya langkah konkret agar akses transportasi kembali lancar. Mereka menilai perbaikan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Ruas jalan tersebut menjadi jalur penting bagi mobilitas warga antarwilayah. Kondisi rusak yang berkepanjangan membuat masyarakat harus mencari jalur alternatif atau menanggung risiko setiap kali melintas.
Harapan Warga ke Depan
Warga berharap aksi penanaman pohon pisang ini tidak hanya menjadi simbol protes sesaat. Mereka ingin pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh di ruas jalan tersebut.
Masyarakat menegaskan bahwa akses jalan yang layak menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Mereka juga berharap komunikasi antara warga dan pemerintah dapat berjalan lebih efektif agar masalah serupa tidak terus berulang.
Dengan kondisi jalan yang masih rusak, warga Talang Belido kini menunggu langkah nyata dari pihak berwenang untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari mereka.(ar)







