Sungai Penuh, oegopost.id – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menerima gelar kehormatan adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh saat prosesi Kenduri Sko di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7). Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh memberikan gelar itu sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin yang menjaga adat, budaya, dan pembangunan yang selaras dengan kearifan lokal.
Tokoh adat, pejabat daerah, serta masyarakat memadati lokasi prosesi. Kehadiran mereka menunjukkan eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga warisan budaya.
Kenduri Sko kembali menjadi simbol persatuan masyarakat Sungai Penuh. Tradisi tersebut terus memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat kebersamaan lintas generasi.
Lembaga Adat Beri Penghargaan Kepada Sejumlah Kepala Daerah
Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh juga memberikan gelar adat kepada sejumlah kepala daerah. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam melestarikan adat dan budaya.
Selain Alfin, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima gelar Depati Setyo Negroi Tanoh Sunge Pnoh. Gubernur Jambi Al Haris memperoleh gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh, sedangkan Bupati Kerinci Monadi menerima gelar Depati Sinaro Bumi Sakti.
Masyarakat adat menaruh harapan besar kepada seluruh penerima gelar tersebut. Mereka berharap para pemimpin terus menjaga nilai budaya dan menjadikannya sebagai dasar dalam membangun daerah.
Kenduri Sko juga memperlihatkan bahwa adat tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah dan lembaga adat terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga warisan budaya.
Alfin Tegaskan Komitmen Jaga Adat dan Kebersamaan
Setelah menerima gelar adat, Alfin menyampaikan rasa syukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Ia menilai gelar tersebut membawa tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh amanah.
Alfin menegaskan komitmennya untuk menjaga adat istiadat, memperkuat persatuan masyarakat, dan mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Sungai Penuh. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya.
“Gelar adat ini bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi amanah untuk terus menjaga adat istiadat, memperkuat persatuan, serta mengabdikan diri bagi kemajuan Kota Sungai Penuh dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Alfin.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah dan lembaga adat. Dengan kerja sama tersebut, budaya lokal akan tetap menjadi pijakan dalam setiap proses pembangunan.
Kenduri Sko Hadirkan Pentas Seni Tradisional Daerah
Panitia mengakhiri rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah dengan pertunjukan seni tradisional. Beragam penampilan menampilkan kekayaan budaya khas Sungai Penuh di hadapan masyarakat.
Warga mengikuti setiap pertunjukan hingga acara berakhir. Suasana meriah dan penuh keakraban mewarnai penutupan kegiatan adat tersebut.
Pentas seni tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menguatkan semangat pelestarian budaya daerah. Pemerintah daerah bersama lembaga adat pun terus membangun kerja sama agar tradisi dan warisan budaya tetap terjaga.
Melalui penganugerahan gelar adat ini, masyarakat berharap para pemimpin terus menjaga nilai-nilai budaya dalam setiap kebijakan pembangunan. Harapan tersebut mempertegas bahwa adat istiadat akan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sungai Penuh pada masa mendatang.(ar)









