Muaro Jambi, oegopost.id – Kecelakaan kerja terjadi di area parkir PT Pelita, Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, pada Jumat (5 Juni 2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Peristiwa ini menewaskan seorang sopir mobil tangki crude palm oil (CPO) di lokasi kejadian.
Korban bernama Niko Adi Saputra (30), warga Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo. Ia meninggal dunia setelah mobil tangki yang sedang dipindahkan melindas tubuhnya.
Peristiwa ini langsung memicu respons cepat aparat kepolisian yang datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kronologi Sopir Tangki Tewas di Area Parkir
Kasi Humas Polres Muaro Jambi, AKP Saalluddin, menjelaskan bahwa kernet mobil tangki bernama Fernando Pratama (30) memindahkan kendaraan yang sebelumnya terparkir di area perusahaan.
Saat proses pemindahan berlangsung, Fernando tidak menyadari bahwa korban berada di bawah kolong mobil tangki untuk beristirahat. Kondisi itu membuat tragedi tidak dapat dihindari ketika kendaraan mulai bergerak.
“Saat kendaraan dipindahkan, kernet tidak mengetahui korban berada di bawah mobil tangki. Akibatnya korban terlindas ban kendaraan dan meninggal dunia di tempat,” kata Saalluddin.
Fernando Pratama berasal dari Margo Tabir Kampung Limo, Kabupaten Merangin. Polisi kini memeriksa keterlibatan dan peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.
Saksi bernama Muhtar (30) melihat langsung situasi di lokasi kejadian. Ia segera melapor setelah mengetahui adanya insiden tersebut.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Petugas kemudian mengamankan area, memasang garis polisi, dan melakukan pemeriksaan awal di lokasi.
Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Maro Sebo untuk mempercepat proses penyelidikan. Langkah ini membantu penyidik mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan Kerja
Hingga saat ini, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan kerja tersebut. Penyidik fokus menelusuri posisi korban sebelum kendaraan bergerak.
AKP Saalluddin menegaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi di lapangan untuk memastikan alur kejadian secara jelas.
“Kasus ini masih dalam proses penanganan dan penyelidikan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya disiplin keselamatan kerja di area kendaraan berat. Operator dan pekerja perlu memastikan area sekitar kendaraan benar-benar aman sebelum mesin di jalankan.
Pengawasan lapangan yang ketat dan pengecekan menyeluruh di sekitar kendaraan dapat mencegah pekerja berada di posisi berbahaya. Kelalaian kecil dalam prosedur kerja berisiko menimbulkan kecelakaan fatal seperti yang terjadi di PT Pelita.(ar)









