Sunagi Penuh, oegopost.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat Sentra Kekayaan Intelektual Kerinci bersama institusi pendidikan tinggi. Oleh karena itu, pihak kementerian mengambil langkah nyata ini guna mengoptimalkan pelindungan hukum bagi karya ilmiah serta inovasi akademisi.
Sementara itu, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut berlangsung di Kampus STIE Sakti Alam Kerinci pada Rabu, 22 Juli 2026. Momen penting ini sekaligus menandai komitmen bersama dalam memperluas jangkauan layanan hukum Kekayaan Intelektual di daerah.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jambi, Diana Yuli Astuti, memimpin langsung prosesi penandatanganan dokumen kerja sama tersebut. Selain itu, beliau hadir bersama jajaran Tim Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Jambi.
Di sisi lain, Ketua STIE Sakti Alam Kerinci, Dona Elvia Desi, bertindak sebagai penandatangan dari pihak perguruan tinggi. Selanjutnya, Wakil Ketua I STIE Sakti Alam Kerinci, H. Ferry Siswadhi, turut mendampingi jalannya acara formal tersebut.
Sinergi Strategis Kementerian Hukum Bersama Perguruan Tinggi Daerah
Pada dasarnya, kolaborasi interinstansi ini menjadi pijakan penting dalam menghubungkan kebijakan kementerian dengan iklim akademis di perguruan tinggi. Melalui PKS ini, Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Jambi memperluas sinergi secara komprehensif.
Hasilnya, para pihak menyepakati agenda penguatan kapasitas pengawasan, pengelolaan, serta pendaftaran karya intelektual. Akibatnya, langkah ini meyakinkan proses pelindungan hukum bagi setiap potensi ilmiah yang lahir di lingkungan kampus.
Bahkan, Diana Yuli Astuti menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan dunia akademis dalam sambutannya. Beliau menyatakan bahwa sinergi ini melahirkan dorongan kuat bagi tumbuh kembangnya ide-ide kreatif.
Dengan demikian, penguatan Sentra KI menjadi fokus utama guna menyatukan pemahaman mengenai hak kekayaan intelektual. Oleh sebab itu, kehadiran tim ahli Kemenkum Jambi memastikan pendampingan berjalan secara langsung dan terarah.
Mendorong Perlindungan Karya Akademik Dosen Dan Mahasiswa Daerah
Selain itu, kerja sama ini secara khusus menargetkan peningkatan pelindungan karya-karya akademik yang dihasilkan para dosen dan mahasiswa di Kerinci. Maka dari itu, Tim Kanwil Kemenkum Jambi siap memberikan fasilitas pemanfaatan hak kekayaan intelektual secara maksimal.
Dampaknya, para peneliti dan mahasiswa kini mendapatkan kemudahan akses informasi terkait proses pendaftaran hak cipta maupun paten. Hal ini diharapkan mampu memicu semangat riset yang bernilai guna tinggi.
Di samping itu, Divisi Pelayanan Hukum terus mendorong sivitas akademika agar melegalkan setiap hasil pemikiran kreatif mereka. Tentu saja, langkah hukum ini sangat krusial untuk mencegah klaim sepihak dan pelanggaran hak cipta.
Sebaliknya, STIE Sakti Alam Kerinci menyambut positif dorongan ini untuk meningkatkan standardisasi publikasi ilmiah. Akhirnya, penguatan Sentra KI di kampus membuka peluang luas bagi komersialisasi karya secara legal.
Komitmen Berkelanjutan Membangun Ekosistem Inovasi Di Kampus Kerinci
Secara khusus, Diana Yuli Astuti mengutarakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem Kekayaan Intelektual yang produktif dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Ringkasnya, pernyataan tersebut mempertegas arah dan visi panjang dari kolaborasi ini.
Oleh karena itu, pengembangan Sentra KI di kampus akan berlangsung secara kontinu demi mendukung tercapainya tujuan tersebut. Sejalan dengan hal itu, Kemenkum Jambi terus memantau pelaksanaan program agar memberikan dampak nyata bagi daerah.
Apalagi, kehadiran Wakil Ketua I H. Ferry Siswadhi beserta Tim Bidang KI Kanwil Kemenkum Jambi makin memperkuat komitmen operasional di lapangan. Kehadiran mereka memastikan koordinasi teknis dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Pada akhirnya, melalui PKS ini, Kerinci berkembang menjadi salah satu pusat inovasi berbasis hukum kekayaan intelektual di Provinsi Jambi. Oleh sebab itu, para pihak optimis kolaborasi ini membawa dampak positif yang luas bagi kemajuan akademis.(ar)









