Serapan Pupuk Subsidi Melonjak 38 Persen, Akses Petani Kini Lebih Mudah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serapan pupuk subsidi naik 38 persen pada 2026. Kebijakan pemerintah permudah akses petani, distribusi lancar, dan stok pupuk tetap aman.( Poto : dok. Media Indonesia ).

Serapan pupuk subsidi naik 38 persen pada 2026. Kebijakan pemerintah permudah akses petani, distribusi lancar, dan stok pupuk tetap aman.( Poto : dok. Media Indonesia ).

Jambi, oegopost.id – Direktur Operasi Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, menegaskan bahwa serapan pupuk subsidi nasional meningkat signifikan setelah pemerintah menyederhanakan kebijakan distribusi.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Rembuk Tani 2026 di Provinsi Jambi pada Kamis, 30 April 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah dan petani untuk membahas kebutuhan pupuk serta kendala di lapangan.

Hingga 29 April 2026, penyaluran pupuk subsidi mencapai sekitar 3,15 juta ton, naik dari sekitar 2,5 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan bahwa serapan pupuk subsidi melonjak hingga 38 persen.

Menurut Dwi, kebijakan yang lebih sederhana membuat petani lebih mudah memperoleh pupuk. Selain itu, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober tahun lalu dan tetap mempertahankannya hingga saat ini.

Baca Juga :  Lomba Stand Up Comedy Polda Jambi Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Onoy Raih Juara Pertama

Serapan Pupuk Subsidi di Jambi Tunjukkan Tren Positif

Dwi mengungkapkan bahwa petani di Jambi menunjukkan kinerja yang sangat baik. Hingga akhir April, serapan pupuk urea mencapai sekitar 40 persen, sedangkan pupuk NPK menembus 46 persen. Capaian ini melampaui rata-rata normal yang biasanya berada di angka 33 persen.

Ia menilai tingginya serapan tersebut mencerminkan aktivitas pertanian yang semakin intensif. Pupuk Indonesia pun memastikan pasokan tetap tersedia agar kebutuhan petani tidak terganggu.

Saat ini, perusahaan menyiapkan stok lebih dari 3.400 ton pupuk di wilayah Jambi. Tim distribusi terus memantau kondisi di lapangan dan langsung mengisi ulang stok kios jika terjadi kekosongan.

Distribusi Pupuk Subsidi Makin Lancar dan Mudah Diakses

Dwi juga menanggapi permintaan petani terkait penambahan komoditas dalam program pupuk subsidi. Saat ini, pemerintah telah menetapkan 10 komoditas penerima, termasuk singkong yang baru masuk dalam daftar.

Baca Juga :  BBTNKS Turunkan Tim Tindak Laporan Kemunculan Harimau Sumatra di Kerinci

Ia menegaskan bahwa Pupuk Indonesia siap menindaklanjuti setiap kebijakan baru dari pemerintah, termasuk jika ada penambahan komoditas di masa mendatang.

Produksi Digenjot untuk Jaga Ketahanan Pangan

Untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional, Pupuk Indonesia mengoperasikan seluruh pabrik secara maksimal. Perusahaan juga menyiapkan langkah strategis guna meningkatkan kapasitas produksi ke depan.

Dwi optimistis upaya ini akan menjaga ketersediaan pupuk sekaligus mendukung peningkatan hasil pertanian. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di akhir pernyataannya, ia mengapresiasi peran petani yang terus bekerja menjaga pasokan pangan di tengah berbagai tantangan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jambi Perkuat Komunikasi Publik Lewat Diskusi Bersama Media
PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional
Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13
Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:00 WIB

Polda Jambi Perkuat Komunikasi Publik Lewat Diskusi Bersama Media

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:00 WIB

PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:22 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Berita Terbaru

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Bisnis

Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 21:00 WIB