Semnas Ilmu Politik UNJA Bahas Efektivitas Pilkada Langsung dan Tidak Langsung

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Studi Ilmu Politik Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Universitas Jambi (UNJA) menggelar seminar nasional untuk membedah sistem pilkada di Indonesia pada Senin (21/9/2026).(poto: jamberita.com).

Program Studi Ilmu Politik Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Universitas Jambi (UNJA) menggelar seminar nasional untuk membedah sistem pilkada di Indonesia pada Senin (21/9/2026).(poto: jamberita.com).

Jambi, oegopost.id – Isu dinamika pemilihan kepala daerah kembali menjadi sorotan akademisi di Jambi. Program Studi Ilmu Politik Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Universitas Jambi (UNJA) menggelar seminar nasional untuk membedah sistem pilkada di Indonesia.

Acara bertema “Kedaulatan Rakyat atau Demokrasi Perwakilan Menimbang Pilkada Langsung dan Tidak Langsung di Indonesia” ini berlangsung pada Senin (21/9/2026). Ratusan peserta memadati Gedung UNIFAC UNJA Mendalo untuk mengikuti seluruh rangkaian diskusi hingga selesai.

Panitia menghadirkan dua pakar yang menguasai peta politik nasional maupun daerah. Narasumber pertama adalah dosen ilmu politik Universitas Indonesia sekaligus Profesor Riset dan Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik BRIN, Prof. Firman Noor, Ph.D.

Sementara itu, pakar kedua menghadirkan akademisi dari internal kampus setempat, Dori Efendi, S.IP., M.Soc.Sc., Ph.D. Kedua narasumber memaparkan sudut pandang teoretis serta praktis mengenai perbandingan sistem pemilihan langsung dan melalui perwakilan.

Baca Juga :  Rektor UIN Jambi Dilantik Jadi Ketua Dewan Hakim STQH Muaro Jambi 2026

Hubungan Timbal Balik Antara Hukum dan Politik Pemilu

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum UNJA, Dr. M. Zulfa Aulia, S.H., M.H., menyampaikan pandangannya saat memberikan sambutan. Ia menggarisbawahi keterkaitan erat yang saling memengaruhi antara produk hukum dan keputusan politik.

“Hukum dan politik memang memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Kadang-kadang hukum yang mendeterminasi politik, tapi kadang-kadang juga sebaliknya, politik yang lebih determinan dibanding hukum,” ujar Dr. Zulfa di hadapan para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zulfa mengajak seluruh akademisi merefleksikan perjalanan panjang pelaksanaan pemilu di Indonesia. Ia menilai rekam jejak sejarah menjadi cermin penting untuk menentukan arah perbaikan sistem demokrasi ke depan.

Koordinator Program Studi Ilmu Politik, Cholillah Suci Pratiwi, S.IP., M.A., turut memberikan pandangan terkait urgensi forum ilmiah ini. Ia menegaskan bahwa agenda seminar nasional sangat krusial bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala pemikiran di luar perkuliahan.

Baca Juga :  SPMB Dimulai, Orang Tua Hadapi Proses Pendaftaran Sekolah yang Dinilai Semakin Rumit

Evaluasi Historis Transisi Sistem Pemilihan Kepala Daerah

Cholillah memaparkan latar belakang historis pergeseran sistem pemilihan kepala daerah dari masa ke masa. Perubahan dari sistem tidak langsung menuju pemilihan langsung pascareformasi terus memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat.

Para peserta memanfaatkan momen ini untuk menggali argumen dari para narasumber secara mendalam. Diskusi interaktif mewarnai sesi tanya jawab saat mahasiswa dan dosen mengajukan berbagai pertanyaan kritis.

Peserta fokus mempertanyakan relevansi efektivitas pelaksanaan pilkada dalam menjaring pemimpin berkualitas. Selain itu, kesiapan daerah dalam menyongsong agenda pemilihan juga menjadi poin utama pembahasan.

Melalui forum ilmiah ini, civitas akademika Universitas Jambi berkomitmen mengawal jalannya sistem demokrasi substansial. Diskusi akademis tersebut diharapkan melahirkan sumbangan pemikiran konstruktif bagi masa depan politik Indonesia.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi
Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa
Dari Intimidasi Guru Hingga Penganiayaan Siswa: Rapor Merah Pendidikan Jambi
Siswa MTsN 1 Kota Sungai Penuh Siap Raih Prestasi di OMI Provinsi Jambi 2026
Pemkab Tebo Raih Rp1 Triliun dari Pusat untuk Pendidikan
KEMORI Peduli UNJA 2026 Sambut Mahasiswa Baru Melalui Kegiatan Kepramukaan
UNJA Dorong Riset Digital Lewat Workshop PIPS FKIP
Tiga Tim PPK Ormawa UNJA Lolos Verifikasi Abdidaya 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Dari Intimidasi Guru Hingga Penganiayaan Siswa: Rapor Merah Pendidikan Jambi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Siswa MTsN 1 Kota Sungai Penuh Siap Raih Prestasi di OMI Provinsi Jambi 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Pemkab Tebo Raih Rp1 Triliun dari Pusat untuk Pendidikan

Berita Terbaru