Jambi, oegopost.id – Percepatan proyek infrastruktur Provinsi Jambi terus berjalan seiring dorongan pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat konektivitas wilayah. Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur ini mampu menekan biaya logistik dan mempercepat distribusi barang di Sumatera.
Delapan proyek strategis kini bergerak di berbagai sektor. Pemerintah mengelola proyek tersebut dalam tahap berbeda, mulai dari perencanaan hingga pembangunan awal di lapangan.
Jalur Kereta Batu Bara Dipercepat Pemerintah
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kementerian Perhubungan mematangkan pembangunan jalur kereta api khusus batu bara. Rute ini menghubungkan Kabupaten Bungo dengan Pelabuhan Talang Duku atau Kemingking di Muaro Jambi.
Lintasan kereta melewati Sarolangun dan Batang Hari sebelum mencapai pelabuhan akhir. Pemerintah mengintegrasikan jalur ini dengan jaringan Kereta Api Trans Sumatera untuk meningkatkan efisiensi distribusi.
Proyek ini juga menargetkan pengurangan truk batu bara di jalan nasional yang selama ini memicu kepadatan lalu lintas.
Jalan Khusus Batu Bara Dikembangkan Swasta
Pemerintah mendorong pembangunan jalan khusus batu bara yang di kerjakan pihak swasta untuk memisahkan aktivitas tambang dari jalan umum. Langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan lalu lintas masyarakat.
Sejumlah penolakan warga sempat muncul karena lokasi stockpile berdekatan dengan permukiman. Pemerintah daerah kemudian meninjau ulang tata ruang agar pembangunan tidak menimbulkan konflik sosial dan tetap berjalan sesuai aturan.
Tol Jambi–Pekanbaru Dikebut sebagai PSN
Pemerintah mempercepat pembangunan jalan tol Jambi–Pekanbaru yang masuk Proyek Strategis Nasional. Tol ini menghubungkan Jambi dan Riau sebagai jalur utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Ruas Jambi–Rengat sepanjang sekitar 198 kilometer menjadi bagian utama proyek ini. Pemerintah juga menyiapkan lanjutan ruas Rengat–Pekanbaru untuk menyempurnakan konektivitas.
Kementerian PUPR mempercepat pembebasan lahan agar konstruksi bisa segera berjalan bertahap.
Kawasan Ekonomi Ujung Jabung Masih Berproses
Pemerintah mengembangkan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung di Tanjung Jabung Timur di atas lahan sekitar 4.200 hektare. Kawasan ini di proyeksikan menjadi pusat industri dan pelabuhan yang terhubung jalur pelayaran internasional.
Namun pemerintah menghentikan sementara pendanaan APBN pada fase tertentu akibat penyesuaian anggaran nasional. Kondisi ini turut mengubah status pelabuhan menjadi pelabuhan pengumpul.
Kawasan Industri Kemingking Dipercepat
Pemerintah mengembangkan Kawasan Industri Kemingking di Muaro Jambi seluas sekitar 2.150 hektare untuk memperkuat hilirisasi sektor perkebunan. PT Jambi Kemingking Eco Park mengelola kawasan ini sebagai bagian dari PSN.
Pemerintah daerah bersama DPRD mempercepat revisi tata ruang untuk mengatasi hambatan RTRW. Fokus pengembangan di arahkan pada industri sawit dan kelapa dalam agar investasi segera masuk.
Jalan Suak Kandis–Ujung Jabung Dilanjutkan Bertahap
Pemerintah menyelesaikan ruas awal Jalan Suak Kandis–Ujung Jabung sepanjang 60 kilometer menggunakan APBD. Tahap lanjutan akan di biayai APBN secara bertahap untuk memperkuat akses menuju pelabuhan.
Pemerintah menghadapi tantangan kondisi tanah gambut di jalur tersebut. Untuk itu, proyek ini menggunakan teknologi konstruksi khusus agar jalan tetap stabil dan tahan lama.
Revitalisasi Candi Muaro Jambi
Pemerintah mempercepat revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi agar menjadi pusat wisata edukasi dan penelitian internasional. Kawasan ini mencakup hampir 4.000 hektare dan menyimpan nilai sejarah penting.
Tim revitalisasi memprioritaskan pemugaran Candi Kotomahligai, Candi Parit Duku, dan penataan Candi Kedaton. Pemerintah juga membangun museum kawasan dan memperbaiki sistem kanal kuno di area tersebut.
Selain itu, pemerintah melibatkan UMKM lokal agar masyarakat sekitar ikut merasakan dampak ekonomi dari pengembangan kawasan ini.
Bendungan Merangin Jadi Proyek Energi Strategis
Pemerintah membangun Bendungan Merangin di Kabupaten Merangin sebagai salah satu proyek terbesar di Jambi. Infrastruktur ini memiliki tinggi sekitar 94 meter dan panjang 335 meter.
Bendungan ini menghasilkan listrik tenaga air, menyediakan air baku, mengairi lahan pertanian, dan mengendalikan banjir di wilayah hilir Sungai Batanghari. Kapasitas listriknya mencapai lebih dari 100 MW.
Pemerintah juga mengembangkan kawasan bendungan sebagai destinasi wisata berbasis air untuk mendukung ekonomi lokal.
Pemerintah menargetkan seluruh proyek ini memperkuat pertumbuhan ekonomi Jambi secara berkelanjutan. Infrastruktur tersebut membuka akses baru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah.
Dengan percepatan yang terus di lakukan, Jambi bergerak menuju posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Sumatera.(ar)









