Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi kembali memperkuat program kebersihan lingkungan melalui Program Kampung Bahagia. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran 18 bentor OPBM (Operator Pengumpul dan Pengelola Sampah Berbasis Masyarakat) di RT 18, Kelurahan Lingkar Selatan, Minggu (31/05/2026).
Dalam kegiatan itu, Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. meresmikan operasional bentor OPBM secara langsung.
Selain itu, keduanya melakukan pemotongan pita serta pemasangan stiker sebagai simbol dimulainya layanan pengangkutan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, peluncuran ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas layanan kebersihan hingga tingkat RT. Dengan demikian, pengelolaan sampah diharapkan berjalan lebih efektif dan terstruktur.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama Program Kampung Bahagia
Usai peresmian, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota langsung turun ke lapangan. Mereka ikut serta dalam kegiatan pengecoran jalan setapak serta pembangunan drainase bersama warga RT 18.
Di sisi lain, keterlibatan langsung pemerintah tersebut memperlihatkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan lingkungan. Warga pun merespons positif dengan ikut bekerja tanpa sekat peran.
Menurut Maulana, gotong royong menjadi fondasi utama Program Kampung Bahagia. Karena itu, ia menilai kebersamaan warga mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat hubungan sosial di masyarakat.
Program Kampung Bahagia Menjangkau 1.583 RT
Selanjutnya, Pemerintah Kota Jambi memperluas cakupan Program Kampung Bahagia hingga 1.583 RT pada 2026. Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan, pemerintah membagi program ke dalam dua tahap.
Tahap pertama berlangsung hingga 30 Juni 2026 dengan cakupan 796 RT. Sementara itu, tahap kedua dimulai pada Juli 2026 melalui musyawarah tingkat RT dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.
Dengan pola tersebut, pemerintah berharap setiap wilayah dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungan berbasis komunitas.
Warga Terlibat Aktif dalam Pembangunan Lingkungan
Selain pemerintah, warga juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan program ini. Sebagai contoh, masyarakat ikut membangun akses jalan menuju masjid, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Bahkan, sejumlah warga menghibahkan tanah untuk kepentingan umum. Nilai hibah tersebut mencapai ratusan juta rupiah, sehingga menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat.
“Dengan demikian, program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial warga,” ujar Maulana.
Kampung Bahagia Perkuat Identitas Sosial Kota Jambi
Lebih lanjut, pemerintah menilai Program Kampung Bahagia berperan penting dalam menjaga nilai kebersamaan di tengah perkembangan kota. Program ini hadir untuk memastikan pembangunan tidak hanya bersifat fisik.
Di sisi lain, Maulana menegaskan bahwa Jambi harus tetap mempertahankan karakter sosial berbasis gotong royong. Ia menolak berkembangnya pola kehidupan yang membuat masyarakat semakin individualis.
Oleh karena itu, Kampung Bahagia menjadi ruang interaksi warga melalui musyawarah, kerja sama, dan aksi kolektif. Bahkan, program ini telah mendapat apresiasi di tingkat nasional sebagai model pembangunan berbasis masyarakat.
Penataan Sampah dan Penghapusan TPS Liar
Selain memperkuat hubungan sosial, pemerintah juga fokus pada penataan kebersihan lingkungan. Dalam hal ini, pengoperasian bentor OPBM menjadi ujung tombak pengelolaan sampah berbasis warga.
Ke depan, pemerintah akan menutup TPS liar di kawasan Lingkar. Setelah itu, lokasi tersebut akan dibersihkan dan dialihfungsikan menjadi ruang publik seperti taman.
Dengan demikian, lingkungan kota diharapkan menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
CCTV Perkuat Pengawasan Lingkungan RT 18
Sebagai tambahan, pemerintah memasang dua unit CCTV di RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan. Kamera tersebut ditempatkan di titik strategis untuk memperkuat pengawasan lingkungan.
Melalui sistem ini, pemerintah dan warga dapat memantau kondisi wilayah secara lebih efektif. Selain itu, keberadaan CCTV juga meningkatkan rasa aman di lingkungan RT.
Pemerintah Dorong Kesadaran Kebersihan Warga
Di samping pembangunan fisik, pemerintah juga mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan. Maulana menegaskan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Sebagai pengingat, ia menyampaikan kembali nilai “An-Nazhafatu minal iman” yang menekankan pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, warga diminta membuang sampah sesuai aturan.
Selain itu, pemerintah juga mengajak warga memilah sampah rumah tangga, terutama plastik, botol, dan kaleng. Langkah ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Respons Positif Warga RT 18
Sementara itu, Ketua RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan, Khairul Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut pembangunan jalan sepanjang 37 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 cm telah berjalan baik.
Di samping itu, warga juga mengalokasikan swadaya sekitar Rp34 juta untuk mendukung pembangunan lingkungan. Pemerintah turut menambahkan dua unit CCTV untuk memperkuat keamanan wilayah.
Menurut Khairul, program ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat RT 18.
Bentor OPBM Dukung Kebersihan Lingkungan
Selanjutnya, Khairul menilai kehadiran bentor OPBM sangat membantu pengangkutan sampah di wilayahnya. Warga kini mulai mengurangi pembuangan sampah di titik liar.
Seiring berjalan waktu, pemerintah dan masyarakat juga menutup lokasi pembuangan ilegal secara bertahap. Dengan begitu, lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata.
“Kami mendukung penuh program ini demi kebersihan Kota Jambi,” ujarnya.(ar)









