Pemkot Jambi Luncurkan 18 Bentor OPBM, Perkuat Program Kampung Bahagia di Lingkar Selatan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. meresmikan operasional bentor OPBM Minggu (31/05/2026).( Poto : jernih.id )

Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. meresmikan operasional bentor OPBM Minggu (31/05/2026).( Poto : jernih.id )

Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi kembali memperkuat program kebersihan lingkungan melalui Program Kampung Bahagia. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran 18 bentor OPBM (Operator Pengumpul dan Pengelola Sampah Berbasis Masyarakat) di RT 18, Kelurahan Lingkar Selatan, Minggu (31/05/2026).

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. meresmikan operasional bentor OPBM secara langsung.

Selain itu, keduanya melakukan pemotongan pita serta pemasangan stiker sebagai simbol dimulainya layanan pengangkutan sampah berbasis masyarakat.

Sementara itu, peluncuran ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas layanan kebersihan hingga tingkat RT. Dengan demikian, pengelolaan sampah diharapkan berjalan lebih efektif dan terstruktur.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama Program Kampung Bahagia

Usai peresmian, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota langsung turun ke lapangan. Mereka ikut serta dalam kegiatan pengecoran jalan setapak serta pembangunan drainase bersama warga RT 18.

Di sisi lain, keterlibatan langsung pemerintah tersebut memperlihatkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan lingkungan. Warga pun merespons positif dengan ikut bekerja tanpa sekat peran.

Menurut Maulana, gotong royong menjadi fondasi utama Program Kampung Bahagia. Karena itu, ia menilai kebersamaan warga mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat hubungan sosial di masyarakat.

Program Kampung Bahagia Menjangkau 1.583 RT

Selanjutnya, Pemerintah Kota Jambi memperluas cakupan Program Kampung Bahagia hingga 1.583 RT pada 2026. Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan, pemerintah membagi program ke dalam dua tahap.

Tahap pertama berlangsung hingga 30 Juni 2026 dengan cakupan 796 RT. Sementara itu, tahap kedua dimulai pada Juli 2026 melalui musyawarah tingkat RT dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

Dengan pola tersebut, pemerintah berharap setiap wilayah dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungan berbasis komunitas.

Baca Juga :  Perumda Tirta Mayang Tebar 22 Sapi Qurban

Warga Terlibat Aktif dalam Pembangunan Lingkungan

Selain pemerintah, warga juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan program ini. Sebagai contoh, masyarakat ikut membangun akses jalan menuju masjid, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Bahkan, sejumlah warga menghibahkan tanah untuk kepentingan umum. Nilai hibah tersebut mencapai ratusan juta rupiah, sehingga menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat.

“Dengan demikian, program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial warga,” ujar Maulana.

Kampung Bahagia Perkuat Identitas Sosial Kota Jambi

Lebih lanjut, pemerintah menilai Program Kampung Bahagia berperan penting dalam menjaga nilai kebersamaan di tengah perkembangan kota. Program ini hadir untuk memastikan pembangunan tidak hanya bersifat fisik.

Di sisi lain, Maulana menegaskan bahwa Jambi harus tetap mempertahankan karakter sosial berbasis gotong royong. Ia menolak berkembangnya pola kehidupan yang membuat masyarakat semakin individualis.

Oleh karena itu, Kampung Bahagia menjadi ruang interaksi warga melalui musyawarah, kerja sama, dan aksi kolektif. Bahkan, program ini telah mendapat apresiasi di tingkat nasional sebagai model pembangunan berbasis masyarakat.

Penataan Sampah dan Penghapusan TPS Liar

Selain memperkuat hubungan sosial, pemerintah juga fokus pada penataan kebersihan lingkungan. Dalam hal ini, pengoperasian bentor OPBM menjadi ujung tombak pengelolaan sampah berbasis warga.

Ke depan, pemerintah akan menutup TPS liar di kawasan Lingkar. Setelah itu, lokasi tersebut akan dibersihkan dan dialihfungsikan menjadi ruang publik seperti taman.

Dengan demikian, lingkungan kota diharapkan menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

CCTV Perkuat Pengawasan Lingkungan RT 18

Sebagai tambahan, pemerintah memasang dua unit CCTV di RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan. Kamera tersebut ditempatkan di titik strategis untuk memperkuat pengawasan lingkungan.

Baca Juga :  Kenduri Sko Koto Baru Melemang Digelar dengan Antusias Warga

Melalui sistem ini, pemerintah dan warga dapat memantau kondisi wilayah secara lebih efektif. Selain itu, keberadaan CCTV juga meningkatkan rasa aman di lingkungan RT.

Pemerintah Dorong Kesadaran Kebersihan Warga

Di samping pembangunan fisik, pemerintah juga mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan. Maulana menegaskan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Sebagai pengingat, ia menyampaikan kembali nilai “An-Nazhafatu minal iman” yang menekankan pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, warga diminta membuang sampah sesuai aturan.

Selain itu, pemerintah juga mengajak warga memilah sampah rumah tangga, terutama plastik, botol, dan kaleng. Langkah ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

Respons Positif Warga RT 18

Sementara itu, Ketua RT 18 Kelurahan Lingkar Selatan, Khairul Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut pembangunan jalan sepanjang 37 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 cm telah berjalan baik.

Di samping itu, warga juga mengalokasikan swadaya sekitar Rp34 juta untuk mendukung pembangunan lingkungan. Pemerintah turut menambahkan dua unit CCTV untuk memperkuat keamanan wilayah.

Menurut Khairul, program ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat RT 18.

Bentor OPBM Dukung Kebersihan Lingkungan

Selanjutnya, Khairul menilai kehadiran bentor OPBM sangat membantu pengangkutan sampah di wilayahnya. Warga kini mulai mengurangi pembuangan sampah di titik liar.

Seiring berjalan waktu, pemerintah dan masyarakat juga menutup lokasi pembuangan ilegal secara bertahap. Dengan begitu, lingkungan menjadi lebih bersih dan tertata.

“Kami mendukung penuh program ini demi kebersihan Kota Jambi,” ujarnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Tanjab Barat Dorong Pengawasan Program MBG Lebih Ketat
Kajati Jambi Lantik Tiga Pejabat Eselon III, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Kapolda Jambi Dukung Turnamen Kapolda Cup 2026 untuk Cetak Atlet Muda Berprestasi
Ombudsman Jambi Kawal SPMB 2026/2027, Buka Posko Pengaduan dan Percepat Penanganan Laporan
Al Haris Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjab Timur
Kapolda Jambi dan Konsulat AS Bahas Tantangan Keamanan Digital
Bupati Tanjab Timur Desak Percepatan Infrastruktur, Soroti Jalan Rusak dan Pelabuhan Sabak
DPRD Kota Jambi Sepakat Surati Presiden Terkait Konflik Zona Merah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

DPRD Tanjab Barat Dorong Pengawasan Program MBG Lebih Ketat

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kajati Jambi Lantik Tiga Pejabat Eselon III, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kapolda Jambi Dukung Turnamen Kapolda Cup 2026 untuk Cetak Atlet Muda Berprestasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:00 WIB

Ombudsman Jambi Kawal SPMB 2026/2027, Buka Posko Pengaduan dan Percepat Penanganan Laporan

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:00 WIB

Al Haris Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjab Timur

Berita Terbaru