Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi mempercepat distribusi air bersih Jambi guna membantu ribuan warga yang mulai kehilangan akses air akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air sumur yang drastis memaksa pemerintah bertindak cepat mengirimkan pasokan armada tangki ke permukiman padat.
Wali Kota Jambi Maulana memimpin langsung pengawasan ketersediaan air bersih di seluruh wilayah kelurahan setiap hari. Pemerintah daerah berkomitmen mencegah krisis air agar tidak mengganggu aktivitas dasar dan kesehatan warga sehari-hari.
Satu unit armada tangki mampu menyuplai kebutuhan harian ratusan keluarga di wilayah krisis. Pemerintah menerjunkan sedikitnya 35 mobil tangki yang mampu mengangkut hingga 200 ribu liter air per hari.
Langkah darurat ini terwujud berkat kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, instansi militer, dan relawan kemanusiaan. Dukungan dari berbagai pihak membantu memperluas daya jangkau pengiriman ke kawasan yang sulit diakses.
Pasokan Air Capai Hampir Satu Juta Liter
Kepala BPBD Kota Jambi Doni Sumatriadi mengarahkan empat mobil tangki utama untuk memperkuat operasi kedauratan di lapangan. Armada tersebut terdiri dari satu unit berkapasitas 5.000 liter dan tiga unit berkapasitas 4.000 liter.
TNI melalui Batalyon 142/KJ menyiagakan dua unit armada tambahan untuk mempercepat pengiriman bantuan. Sementara itu PMI Kota Jambi menyumbang satu armada tangki untuk mendukung mobilitas tim lapangan.
Petugas lapangan mencatat total bantuan air bersih telah menembus angka 960 ribu liter hingga Senin (7/9/2026). Tim gabungan menyalurkan pasokan ini secara berkelanjutan demi menjaga ketahanan air masyarakat terdampak.
Petugas memprioritaskan pengiriman air ke lokasi pemukiman yang paling cepat kehabisan cadangan sumur. Koordinasi intensif terus berjalan bersama Perumda Air Minum Tirta Mayang demi menjamin kelancaran pasokan air baku.
Empat Kecamatan Utama Menjadi Prioritas Bantuan Air
Kekeringan hebat melanda hampir seluruh sudut kota, tetapi empat kawasan mencatatkan dampak yang paling parah. Wilayah Paal Merah, Jambi Timur, Jambi Selatan, dan Alam Barajo membutuhkan intervensi penyaluran air yang jauh lebih intensif.
Masyarakat di kawasan tersebut mayoritas masih mengandalkan sumur galian dangkal sebagai sumber utama air bersih rumah tangga. Saat debit sumur menyusut total, warga sepenuhnya mengandalkan kiriman mobil tangki pemerintah.
Maulana memerintahkan seluruh camat dan lurah untuk memetakan titik kritis di wilayah masing-masing secara akurat. Para pejabat kewilayahan wajib melaporkan data terkini agar penyaluran air berjalan tepat sasaran tanpa kendala teknis.
BPBD membuka jalur komunikasi cepat agar masyarakat dapat mengajukan permintaan bantuan air kapan saja. Tim siaga siap meluncur ke lokasi pemukiman begitu laporan resmi dari pihak kelurahan masuk ke pusat data.
Pemerintah Kota Jambi menjamin operasi kemanusiaan ini terus berlangsung hingga kondisi curah hujan kembali normal. Kerjasama lintas sektor menjadi kunci utama dalam melindungi warga dari ancaman krisis air bersih berkepanjangan.(ar)









