Merangin, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Merangin berpeluang besar memperoleh anggaran infrastruktur jalan daerah senilai Rp100 miliar dari pemerintah pusat pada tahun ini. Suntikan dana segar tersebut akan difokuskan untuk mempercepat pembangunan serta perbaikan akses jalan di seluruh wilayah Merangin.
Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan kabar gembira ini secara langsung kepada masyarakat. Ia mengumumkannya saat menghadiri kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Jumat (24/7).
Peluang Tambahan Anggaran Jalan Dari Pemerintah Pusat
Bupati Syukur menegaskan tantangan pembangunan Kabupaten Merangin ke depan akan terasa semakin besar. Penguatan dukungan anggaran dari pusat menjadi kunci utama untuk mempercepat pemerataan infrastruktur di daerah.
DPR RI siap menyetujui alokasi dana tambahan tersebut untuk kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah akan mengarahkan seluruh dana Rp100 miliar ini khusus untuk membenahi jalan daerah.
Pemkab Merangin Siap Menata Ulang Lalu Lintas
Selain memperjuangkan dana pusat, Pemkab Merangin juga menyiapkan langkah strategis untuk menata kawasan perkotaan Bangko. Pemerintah daerah bakal mengubah konsep arus jalan dari Jalur Tiga menjadi Jalur Dua.
DPR RI telah memberikan persetujuan bersama terkait rencana penataan ulang sistem lalu lintas ini. Pemkab Merangin mengambil kebijakan tersebut setelah mempertimbangkan lonjakan volume kendaraan yang kian padat.
Evaluasi Konsep Jalur Tiga Kawasan Perkotaan Bangko
Syukur menjelaskan penerapan Jalur Tiga sebenarnya sudah sangat tepat pada masa lalu. Namun, skema lama tersebut kini tidak lagi efektif menghadapi perkembangan transportasi kota saat ini.
Arus kendaraan berukuran besar seperti truk tronton sering memicu kesemrawutan pada sore hari. Pengendara bahkan sering merasa bingung saat menentukan jalur kiri maupun kanan ketika melintas.
Pemerintah daerah menilai kondisi lapangan saat ini membuat jalan seolah memiliki enam alokasi jalur. Perubahan menjadi Jalur Dua diharapkan mampu mengurai kemacetan dan menciptakan ketertiban lalu lintas di Kota Bangko.(ar)









