Kerinci, oegopost.id – Sebanyak 3.000 pelajar mengikuti deklarasi tolak radikalisme terorisme perundungan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Kamis.
Kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat karakter generasi muda sekaligus mencegah penyebaran paham radikal, terorisme, dan perilaku perundungan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah daerah bersama unsur pendidikan dan aparat keamanan menggerakkan kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan nilai kebangsaan. Para peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP hingga SMA dan madrasah, baik negeri maupun swasta.
Wakil Gubernur Tekankan Stabilitas Generasi Muda
Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menegaskan bahwa stabilitas sosial menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah maupun nasional. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan sosial sejak dini.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa stabilitas di kalangan pelajar. Menurutnya, penguatan karakter menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan sosial dan arus informasi yang semakin cepat.
Tantangan Digital dan Penguatan Karakter
Perkembangan teknologi informasi turut memengaruhi pola pikir generasi muda. Pemerintah mencatat pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta orang atau 79,5 persen dari total populasi berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penguatan literasi digital dan pendidikan karakter di sekolah. Pemerintah daerah menilai akses informasi yang luas harus diimbangi dengan pemahaman nilai kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh konten negatif.
Perundungan Masih Jadi Sorotan Pendidikan
Kasus perundungan di lingkungan pendidikan masih menjadi perhatian serius. Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat 641 kasus perundungan pada 2025, dengan 57 persen terjadi di lingkungan sekolah.
Di Provinsi Jambi, angka perundungan tercatat sekitar 0,49 persen. Pemerintah menilai kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan mental siswa, prestasi belajar, dan masa depan anak. Karena itu, sekolah diminta memperkuat pengawasan dan pembinaan karakter.
Kolaborasi Pencegahan Radikalisme
Pemerintah daerah juga menggandeng Satgas Densus 88 Antiteror Wilayah Jambi dalam upaya pencegahan paham radikal di lingkungan pendidikan. Kolaborasi ini dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada peserta didik serta tenaga pendidik.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk menutup ruang berkembangnya paham ekstrem di kalangan pelajar. Ia meminta seluruh pihak aktif membangun lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, menyebut kegiatan ini melibatkan 3.000 peserta. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan konseling, komite sekolah, serta perwakilan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kerinci dan Sungai Penuh.
Kegiatan ini mengusung tema “Generasi Muda Jambi Merajut Keberagaman, Merawat Persatuan, Utamakan Pendidikan dan NKRI Harga Mati”. Tema tersebut menegaskan pentingnya persatuan dalam dunia pendidikan.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyampaikan dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter di sekolah. Ia menilai kegiatan ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dari radikalisme dan perundungan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kerinci, Murison, mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan serius. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga daerah tetap bebas dari paham radikal dan tindakan kekerasan sosial.(ar)









