Kota Jambi, oegopost.id – Parlemen Pelajar Jambi menjadi ruang penting untuk melatih pelajar memahami persoalan masyarakat. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mendorong pelajar agar aktif mencari solusi pembangunan daerah.
Ia menyampaikan hal itu dalam Parlemen Pelajar Provinsi Jambi Tahun 2026. Kegiatan ini digelar oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Gedung Diklat BKPSDMD Kota Jambi. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pelajar dalam proses kebijakan publik.
Diza meminta pelajar terlibat langsung dalam mengkaji persoalan masyarakat. Misalnya, ia menyoroti isu sampah, banjir, beasiswa, dan kerusakan jalan.
Kemudian, ia menegaskan bahwa pelajar perlu memahami akar masalah, bukan hanya gejalanya. Dengan begitu, mereka dapat menyusun solusi yang lebih tepat.
Selain itu, ia menilai pemahaman lapangan menjadi dasar penting dalam kebijakan publik.
Kebijakan Harus Berbasis Data dan Fakta
Diza menegaskan bahwa pemerintah harus menyusun kebijakan berdasarkan data. Selain itu, aspirasi masyarakat juga harus menjadi acuan utama.
Ia juga menambahkan bahwa evaluasi kebijakan perlu dilakukan secara menyeluruh. Dengan cara itu, keputusan pemerintah bisa lebih tepat sasaran.
Selanjutnya, ia mengingatkan agar pelajar tidak hanya mengikuti isu yang viral di media sosial.
Peserta Parlemen Pelajar datang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Mereka kemudian dibagi ke dalam sembilan fraksi.
Setiap fraksi membahas isu berbeda. Setelah itu, mereka memaparkan hasil kajian masing-masing.
Selain itu, mereka juga menyampaikan aspirasi dan solusi. Format ini melatih pelajar berpikir kritis dan terstruktur.
Waspada Ketergantungan pada AI
Diza juga mengingatkan pelajar agar tidak bergantung penuh pada kecerdasan buatan seperti ChatGPT. Sebaliknya, ia mendorong pelajar tetap mengandalkan proses berpikir sendiri.
Ia menjelaskan bahwa argumentasi kuat harus lahir dari pemahaman masalah. Selain itu, data dan analisis juga harus mendukung.
Dengan demikian, teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti berpikir kritis.
Pemerintah Kota Jambi terus mengembangkan program untuk pemuda. Salah satunya melalui Balai Kerja Tematik (BALIKAT).
Program ini mendorong pengembangan ekonomi kreatif. Selain itu, program ini juga membantu pelaku usaha muda meningkatkan keterampilan.
Dengan demikian, generasi muda bisa lebih siap menghadapi dunia kerja.
Ketua Umum IPM Provinsi Jambi, Muhammad Ade Tisna, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi. Ia menilai dukungan itu memperkuat semangat pelajar.
Selain itu, ia berharap kegiatan ini terus berlanjut. Dengan begitu, pelajar bisa semakin aktif dalam diskusi publik.(ar)









