Wabup Merangin Ajak Lulusan Pesantren Jadi Garda Moral Desa di Tengah Serbuan Gadget Anak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Merangin ajak lulusan pesantren Merangin jadi garda moral.( Poto : JambiPrima.com ).

Wabup Merangin ajak lulusan pesantren Merangin jadi garda moral.( Poto : JambiPrima.com ).

Merangin, oegopost.id – Di tengah derasnya arus teknologi digital yang memengaruhi perilaku anak, lulusan pesantren Merangin desa kini mendapat peran strategis dari Pemerintah Kabupaten Merangin.

Pemerintah daerah mendorong para santri untuk tampil sebagai garda moral di tengah masyarakat, terutama di tingkat desa.

Selain itu, pemerintah menilai perubahan perilaku anak akibat gadget sudah semakin nyata.

Oleh karena itu, kehadiran lulusan pesantren dianggap sangat penting untuk menjaga keseimbangan nilai sosial dan keagamaan.

Wabup Tekankan Peran Sosial Santri di Desa

Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menyampaikan langsung arahan tersebut saat menghadiri wisuda angkatan ke-20 Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Wal Hadits Al-Munawwaroh di Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Selasa (19/05).

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian.

Karena itu, ia meminta para santri kembali ke kampung halaman masing-masing dan aktif membina anak-anak di lingkungan sekitar.

Selanjutnya, ia juga mengajak mereka membangun kegiatan keagamaan sederhana, khususnya menghidupkan kembali tradisi mengaji setelah Maghrib.

“Santri yang kembali ke dusun harus mengajak anak-anak SD dan SMP yang belum masuk pesantren. Kita ingin mereka belajar bersama, minimal dari Maghrib sampai Isya,” ujar A. Khafidh.

Gadget dan Perubahan Perilaku Anak Jadi Perhatian Serius

Kemudian, pemerintah daerah menyoroti dampak penggunaan gadget yang semakin meluas di kalangan anak-anak.

Baca Juga :  Pemkab Muaro Jambi Daftarkan 3.329 Pekerja Rentan BPJS Ketenagakerjaan Lewat DBH Sawit

Menurut Wabup, perubahan ini sudah menggeser kebiasaan lama, termasuk tradisi mengaji di waktu sore.

Selain itu, ia menilai banyak anak kini lebih sering menghabiskan waktu dengan gim online dan media sosial. Akibatnya, interaksi sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat mulai melemah.

“Sekarang anak-anak lebih banyak bermain gadget, sehingga waktu mengaji mulai berkurang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Dengan demikian, pemerintah menilai perlu ada gerakan sosial yang lebih kuat dari lingkungan terdekat, termasuk peran aktif para santri.

Santri Didorong Jadi Penggerak di Lingkungan Sosial

Lebih lanjut, Wabup meminta para lulusan pesantren tidak hanya mengajar secara formal. Sebaliknya, ia mendorong mereka terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi antara santri, tokoh desa, orang tua, dan anak-anak. Dengan cara ini, lingkungan desa bisa menjadi lebih religius sekaligus produktif.

“Pengawasan lingkungan harus berjalan bersama agar teknologi memberi dampak positif, bukan sebaliknya,” kata Khafidh.

Oleh karena itu, pemerintah berharap santri dapat menjadi jembatan nilai moral di tengah perubahan zaman.

Pesantren Diminta Perkuat Sistem Pengawasan

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada lingkungan internal pesantren. Wabup meminta semua lembaga pendidikan keagamaan memperkuat sistem pengawasan terhadap santri.

Selain itu, ia mendorong keterlibatan aparat dan instansi terkait untuk menjaga keamanan lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Subling Merangin Jadi Ruang Dialog Warga, Bupati Tinjau Infrastruktur Kritis

Langkah ini muncul sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kasus kekerasan di lembaga pendidikan yang sempat mencuat di sejumlah daerah.

“Kita harus memastikan pesantren tetap aman, nyaman, dan dipercaya masyarakat. Karena itu, pengawasan harus diperkuat,” tegasnya.

Peluang Besar Hafiz Al-Qur’an di Perguruan Tinggi

Selanjutnya, Wabup juga memberikan motivasi kepada para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia menyebut banyak perguruan tinggi negeri kini membuka jalur khusus bagi hafiz dan hafizah Al-Qur’an.

Bahkan, menurutnya, penghafal 30 juz memiliki peluang besar masuk kampus tanpa tes melalui jalur afirmasi.

“Sekarang banyak universitas menerima hafiz dan hafizah Al-Qur’an, terutama yang hafal 30 juz. Mereka bisa masuk tanpa tes,” jelasnya.

Selain itu, beberapa kampus di Riau, Medan, dan berbagai daerah lain juga sudah menerapkan kebijakan serupa.

Kesimpulan

Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Merangin menegaskan bahwa lulusan pesantren memiliki peran penting dalam menjaga moral masyarakat desa.

Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, mereka hadir sebagai penyeimbang nilai.

Oleh sebab itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara santri, masyarakat, dan lembaga pendidikan agar desa tetap memiliki lingkungan yang religius, aman, dan produktif.

Dengan demikian, lulusan pesantren Merangin desa tidak hanya menjadi simbol pendidikan agama, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial di era digital.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadin Tanjab Timur Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran Nipah Panjang
Pengecekan Hotspot Karhutla Jambi: Polda Tegakkan Hukum Delapan Tersangka
Gubernur Jambi Jamu Paskibraka Nasional Achmad Fachri dan Rizki Putri di Rumah Dinas
Jaga Identitas Lokal, Pemkab Bungo Tampilkan Pertunjukan Seni Melayu Bungo di Jambi
Babinsa Koramil Muara Bungo Patroli Karhutla di Desa Gapura Suci
Polres Tebo Sapu Bersih Tambang Emas Ilegal di Aliran Sungai Batanghari
Kanwil Kemenkum Jambi dan BRIDA Sepakati Pelindungan Kekayaan Intelektual
Wagub Jambi Abdullah Sani Ajak Masyarakat Perkuat Peran Adat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Kadin Tanjab Timur Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran Nipah Panjang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Pengecekan Hotspot Karhutla Jambi: Polda Tegakkan Hukum Delapan Tersangka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Gubernur Jambi Jamu Paskibraka Nasional Achmad Fachri dan Rizki Putri di Rumah Dinas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Jaga Identitas Lokal, Pemkab Bungo Tampilkan Pertunjukan Seni Melayu Bungo di Jambi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Babinsa Koramil Muara Bungo Patroli Karhutla di Desa Gapura Suci

Berita Terbaru

Sinsen menggelar program Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo untuk membekali siswa teknologi modern Honda dan standar pelayanan AHASS.(poto: ampar.id).

Otomotif

Sinsen Gelar Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:46 WIB