Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk Akibat Asap Karhutla Kabupaten Tetangga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangking kualitas udara kota - kota di Indonesia. Kota Jambi masuk di 10 besar.(poto: jambiprima.com).

Rangking kualitas udara kota - kota di Indonesia. Kota Jambi masuk di 10 besar.(poto: jambiprima.com).

Jambi, oegopost.id – Kondisi kualitas udara Kota Jambi kini menembus level tidak sehat akibat kepungan kabut asap tebal. Angin kencang membawa asap kebakaran hutan dan lahan dari wilayah kabupaten tetangga menuju kawasan perkotaan.

Pantauan real-time IQAir pada Rabu pagi (12/8/2026) menempatkan kawasan ini dalam sepuluh besar wilayah berpolusi terburuk di Indonesia. Indeks kualitas udara atau AQI US Kota Jambi mencatat skor 124 pada pukul 08.27 WIB.

Stasiun pemantauan lokal di Kota Jambi bahkan mencatat angka pencemaran yang jauh lebih tinggi hingga menyentuh AQI 161. Catatan tersebut menunjukkan tingkat polusi udara yang membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat.

Penyebab Utama Pemburukan Kualitas Udara Perkotaan Jambi

Meningkatnya konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 memicu penurunan kualitas udara secara drastis dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan partikulat berbahaya ini berkaitan erat dengan maraknya karhutla di kawasan sekitar Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi memastikan bahwa kondisi buruk ini bukan berasal dari kebakaran di dalam area perkotaan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi tidak menemukan satupun titik panas atau hotspot di wilayah administratifnya.

Baca Juga :  Kasus Kebakaran Lahan Baru Landa Muaro Jambi

Sekretaris DLH Kota Jambi Pahlewi mengonfirmasi bahwa kabut pekat yang menyelimuti wilayahnya murni merupakan asap kiriman. Pergerakan angin membawa material asap dari luar daerah menembus pemukiman warga perkotaan.

Hasil pemetaan titik panas menunjukkan sumber asap berasal dari Kabupaten Muaro Jambi, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat. Hembusan angin kencang mengarahkan gumpalan asap dari lokasi karhutla tersebut langsung ke pusat Kota Jambi.

Bahaya Partikulat Halus Bagi Kesehatan Saluran Pernapasan

Partikulat PM2,5 menjadi parameter paling krusial karena ukurannya yang sangat kecil dan sanggup menembus organ dalam. Polutan mikroskopis ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mengganggu kerja paru-paru.

Paparan asap pekat dalam jangka panjang meningkatkan risiko gangguan kesehatan akut bagi warga yang sering beraktivitas. Masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan menghadapi potensi penurunan kondisi fisik secara mendadak.

Kabut asap tebal juga mulai mengganggu ruang gerak warga dan membatasi jarak pandang pengendara di jalan. Selain itu, paparan polusi memicu rasa perih pada mata serta rasa tidak nyaman di saluran tenggorokan.

Baca Juga :  DPRD Jambi Minta Anggaran Karhutla Rp30 Miliar Tepat Sasaran

Anak-anak, lansia, dan kelompok sensitif menanggung risiko kesehatan paling tinggi akibat paparan partikel jahat ini. Kondisi lingkungan yang memburuk berpotensi melumpuhkan berbagai rutinitas harian warga jika tidak segera mendapatkan penanganan.

Langkah Antisipasi Warga Menghadapi Ancaman Kabut Asap

DLH Kota Jambi terus memantau konsentrasi PM2,5 dan mengamati arah pergerakan asap secara intensif setiap hari. Petugas memperbarui data secara berkala agar warga dapat menyesuaikan jadwal kegiatan di luar rumah secara aman.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk membatasi aktivitas outdoor dan tetap memantau perkembangan indikator kualitas udara. Kelompok rentan wajib meningkatkan kewaspadaan ekstra agar terhindar dari paparan langsung kabut asap berbahaya.

Petugas medis menyarankan penggunaan masker pelindung saat warga terpaksa melakukan pekerjaan di luar ruangan. Langkah preventif sederhana ini terbukti efektif menyaring partikel mikroskopis agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

Warga perlu membatasi diri dari area terbuka selama musim kemarau dan karhutla belum sepenuhnya terkendali. Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penyakit akibat polusi udara.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

194 Calon Jamaah Haji Tebo Jalani Tes Kesehatan
Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, Pemkot Perpanjang Sistem PJJ
Pemkot Jambi Mendata 362 Anak Terdeteksi Mengalami Stunting
Dinkes Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Penularan ISPA
Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Melonjak Hingga 498 Orang
PetroChina Jabung Tingkatkan Kesigapan Tim Medis Lewat Lokakarya Prosedur Evakuasi Medis Darurat
Rumah Sakit Tipe D Masurai Segera Hadir, Warga Luhak 16 Tak Perlu ke Bangko Lagi
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan JKN RSUD Jambi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:49 WIB

194 Calon Jamaah Haji Tebo Jalani Tes Kesehatan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, Pemkot Perpanjang Sistem PJJ

Selasa, 29 September 2026 - 16:14 WIB

Pemkot Jambi Mendata 362 Anak Terdeteksi Mengalami Stunting

Selasa, 29 September 2026 - 16:10 WIB

Dinkes Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Penularan ISPA

Jumat, 25 September 2026 - 12:43 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Melonjak Hingga 498 Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB