Dari Intimidasi Guru Hingga Penganiayaan Siswa: Rapor Merah Pendidikan Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi demenstrasi.(poto: AI).

Ilustrasi demenstrasi.(poto: AI).

Jambi, oegopost.id – Rentetan kasus kekerasan lingkungan sekolah terus mencoreng mutu pendidikan Provinsi Jambi secara berkepanjangan. Bahkan publik belum selesai menyoroti teror kekerasan terhadap guru, kini publik kembali menyaksikan aksi penganiayaan di SMAN Titian Teras Jambi.

Oleh karena itu, seorang siswa asrama menempuh langkah hukum untuk melaporkan pengeroyokan oleh senior pada Minggu malam (20/9/2026). Selain itu, tragedi ini membuktikan kegagalan sistematis sekolah berasrama dalam menghentikan budaya kekerasan yang membahayakan nyawa anak didik.

Sebelumnya, dunia pendidikan Jambi sempat terguncang akibat aksi oknum yang mengintimidasi serta menyerang tenaga pendidik di sekolah. Namun peristiwa memalukan tersebut justru membuktikan runtuhnya wibawa institusi belajar akibat minimnya jaminan keamanan bagi para guru.

Kini, siklus kelam itu merembet ke dalam bilik asrama sekolah unggulan. Akibatnya, para siswa yang seharusnya menimba ilmu kepemimpinan justru menumbuhkan mental preman melalui aksi kekerasan fisik antarsiswa.

Baca Juga :  Prodi Ilmu Gizi UBR Jambi Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

Kronologi Pengeroyokan Tengah Malam di Kamar Asrama

Peristiwa bermula saat korban mendatangi rekannya berinisial H di kamar lantai atas sekitar pukul 23.30 WIB. Selanjutnya, korban mendapati enam siswa angkatan 31 dan empat siswa angkatan 32 berkumpul mengepung ruangan tersebut.

Kemudian pelaku berinisial R langsung memaksa korban berdiri tegak saat korban hendak duduk. Tanpa alasan jelas, pelaku Z tiba-tiba melayangkan tamparan keras ke arah telinga korban yang berlanjut dengan tendangan serta pukulan bertubi-tubi dari R.

Akibat benturan keras itu, korban terdorong ke belakang sebelum akhirnya memaksakan diri berdiri tegak hingga pukul 00.30 WIB. Selain rasa sakit hebat, telinga korban mengalami dengungan parah yang berpotensi memicu kerusakan pendengaran permanen.

Baca Juga :  MAN IC Serpong Jadi Madrasah IB Pertama di Indonesia

Karena luka tersebut, korban langsung membawa kasus penganiayaan ini ke ranah hukum melalui laporan resmi di kepolisian. Di samping itu, langkah hukum ini mencerminkan rasa kecewa keluarga terhadap pengelola asrama yang sering menutup mata demi citra lembaga semata.

Sayangnya, Kepala SMAN Titian Teras Abdurrahman Sayoeti, Hendri Yulianto, memilih bungkam saat jurnalis meminta klarifikasi resmi. Ketertutupan pihak pimpinan sekolah akhirnya memperlihatkan rendahnya kemauan moral dalam menuntaskan perkara pidana di lingkungan asrama.

Oleh sebab itu, Gubernur Jambi dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi wajib membongkar total pola pengawasan asrama yang rapuh. Pada akhirnya, sikap mendiamkan kekerasan guru maupun penganiayaan siswa hanya akan melahirkan bibit pelaku kriminal baru.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi
Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa
Siswa MTsN 1 Kota Sungai Penuh Siap Raih Prestasi di OMI Provinsi Jambi 2026
Pemkab Tebo Raih Rp1 Triliun dari Pusat untuk Pendidikan
KEMORI Peduli UNJA 2026 Sambut Mahasiswa Baru Melalui Kegiatan Kepramukaan
UNJA Dorong Riset Digital Lewat Workshop PIPS FKIP
Tiga Tim PPK Ormawa UNJA Lolos Verifikasi Abdidaya 2026
UPA Bahasa UNJA Gelar Seminar Internasional BIPA untuk Perkuat Bahasa Indonesia di Kancah Global
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Dari Intimidasi Guru Hingga Penganiayaan Siswa: Rapor Merah Pendidikan Jambi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Siswa MTsN 1 Kota Sungai Penuh Siap Raih Prestasi di OMI Provinsi Jambi 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Pemkab Tebo Raih Rp1 Triliun dari Pusat untuk Pendidikan

Berita Terbaru

Ilustrasi: Desain modern Realme P4s Lite varian warna Nebula Black & Moonlight Silver dengan baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi perangkat flagship Samsung Galaxy Ultra. Model Galaxy S27 Ultra dirumorkan mengusung baterai 5.700mAh dengan pengisian 60W yang lebih efisien.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Isi Baterai Lebih Kencang

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:58 WIB