KPK selidiki kepala daerah dalam dugaan kasus korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK melakukan penyelidikan tertutup terhadap 11 kepala daerah yang diduga terlibat korupsi ( Poto : Liputan6.com/ Winda Nelfira )

KPK melakukan penyelidikan tertutup terhadap 11 kepala daerah yang diduga terlibat korupsi ( Poto : Liputan6.com/ Winda Nelfira )

Jakarta, oegopost.id -KPK selidiki kepala daerah yang diduga terlibat tindak pidana korupsi melalui penyelidikan tertutup. Dalam proses tersebut, KPK menelusuri berbagai modus penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh para pejabat daerah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa praktik korupsi tersebut terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari suap jabatan, pemerasan, hingga pengaturan proyek. Ia menegaskan bahwa pola korupsi yang muncul menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem politik dan tata kelola pemerintahan daerah.

Modus Korupsi Berulang: Dari Suap hingga THR

Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan kebutuhan pribadi, termasuk untuk memenuhi permintaan seperti tunjangan hari raya (THR).

Selain itu, KPK juga mengungkap praktik jual beli jabatan, pengaturan proyek pengadaan barang dan jasa, serta pemerasan terhadap bawahannya. Pola ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan wewenang masih menjadi masalah utama di lingkungan pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Jatim Tiga Kali OTT KPK, Khofifah Perkuat Pencegahan Korupsi

Biaya Politik Tinggi Picu Celah Korupsi

KPK menilai tingginya biaya politik dalam pemilu dan pilkada turut membuka celah korupsi. Dalam beberapa kasus, kepala daerah terjerat karena harus mengembalikan modal politik setelah terpilih.

KPK selidiki kepala daerah diduga terlibat dalam praktik korupsi, salah satu pemicu adalah tingginya biaya politik dalam pemilu. Biaya pemilu yang mencapai puluhan triliun rupiah memperbesar potensi transaksi tidak transparan.

Enam Titik Rawan Korupsi di Pilkada

KPK mengidentifikasi sedikitnya enam titik rawan korupsi dalam proses pemilu dan pilkada, antara lain:

  • Pembiayaan politik yang tinggi
  • Proses pencalonan yang transaksional
  • Lemahnya integritas penyelenggara
  • Politik uang
  • Pengadaan logistik bermasalah
  • Lemahnya penegakan hukum
Baca Juga :  Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia

Kondisi ini memperlihatkan bahwa potensi korupsi tidak hanya terjadi saat pejabat menjabat, tetapi juga sejak proses pencalonan.

KPK Dorong Reformasi dan Digitalisasi Sistem Pemilu

Sebagai langkah pencegahan, KPK mendorong reformasi sistem politik, termasuk pembenahan partai politik, transparansi pendanaan kampanye, dan penguatan integritas penyelenggara pemilu.KPK juga merekomendasikan digitalisasi sistem pemungutan dan rekapitulasi suara untuk meningkatkan transparansi serta mengurangi celah kecurangan dalam proses pemilihan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan
Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya
Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka
Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026
Harga Daging Sapi Stabil di Berbagai Daerah Usai Idul Adha 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun
Bareskrim Kejar Aktor Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Selidiki Praktik Under Invoicing
Korban Terseret Ombak di Pantai Ampenan Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
Fase Armuzna Haji 2026 Tuntas, Seluruh Jemaah Indonesia Tinggalkan Mina
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Wajib Lewat PT DSI Mulai 1 Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:27 WIB

Harga Daging Sapi Stabil di Berbagai Daerah Usai Idul Adha 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun

Berita Terbaru