Batang Hari, oegopost.id – Sebanyak 66 mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) yang mengikuti program KKN Tematik MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) sukses membawa perubahan besar bagi masyarakat di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari.
Sejak diterjunkan dari 23 April hingga Juni 2026, para mahasiswa yang tersebar di enam desa ini langsung bergerak cepat mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Kehadiran program KKN MBKM UNJA Dorong akselerasi legalitas dan digitalisasi usaha lokal secara nyata.
Para mahasiswa memfokuskan program kerja pada pengurusan izin usaha dan perluasan akses pasar digital bagi warga pelosok desa. Langkah taktis ini bermula dari pengamatan mereka terhadap banyaknya pelaku UMKM yang belum melek legalitas. Urusan perizinan dan pemasaran selama ini memang menjadi masalah klasik yang menghambat perkembangan usaha di desa tersebut.
Guna mengatasi persoalan itu, mahasiswa UNJA memberikan pendampingan intensif kepada hampir 100 pelaku UMKM untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikat halal. Mahasiswa membantu memotong jalur birokrasi yang membingungkan dengan mendampingi warga selangkah demi selangkah. Hasil kerja keras para mahasiswa ini langsung terlihat dalam waktu yang relatif singkat.
Mahasiswa Fasilitasi Sertifikasi Halal Ratusan Usaha Lokal
Kini, sebanyak 60% UMKM di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu berhasil terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Bahkan, 10% di antaranya sudah memegang fisik sertifikat halal, sementara sisanya sedang menunggu antrean sidang periodik. Legalitas resmi ini otomatis meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk asli buatan desa.
Selain urusan legalitas, mahasiswa juga membantu memperluas jangkauan bisnis warga melalui program digitalisasi. Mereka mendaftarkan lokasi toko dan tempat usaha warga ke dalam peta Google Maps agar konsumen lebih mudah menemukannya. Pendekatan digital ini membuat produk rumahan warga kini siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Koordinator Pusat Pelayanan KKN UNJA, Ridhwan, S.Ag., M.E.Sy., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian para mahasiswa di lapangan. Ia menilai kegiatan ini sebagai implementasi terbaik dari esensi merdeka belajar yang sesungguhnya. Menurutnya, program ini memberikan dampak ganda yang menguntungkan baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat desa.
“KKN MBKM ini bukan sekadar program formalitas. Ini adalah ruang belajar nyata yang mempertemukan mahasiswa langsung dengan persoalan di lapangan,” ungkap Ridhwan. Melalui interaksi langsung ini, mahasiswa bisa mempraktikkan ilmu teoretis yang mereka dapatkan di bangku kuliah untuk menyelesaikan masalah konkret.
Pendampingan Intensif Sukses Atasi Tantangan Sosialisasi Warga
Perjalanan para mahasiswa untuk menyukseskan program kerja ini tentu saja tidak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Ketua Posko 1 KKN MBKM, Ibrani, menceritakan bahwa tantangan terbesar mereka di awal program adalah meyakinkan warga desa. Proses sosialisasi memerlukan strategi komunikasi yang tepat agar program bisa berjalan dengan optimal.
“Tidak semua program bisa langsung diterima begitu saja. Kami harus pintar-pintar membagi waktu dengan aktivitas masyarakat dan meyakinkan mereka bahwa ini demi kemajuan bersama. Di situlah kami belajar artinya kesabaran,” kenang Ibrani saat menceritakan pengalaman lapangannya.
Ketulusan para mahasiswa akhirnya berhasil meluluhkan keraguan warga dan jajaran pemerintah desa di Kecamatan Maro Sebo Ulu. Dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat langsung mengalir deras untuk menyukseskan agenda kegiatan mahasiswa. Gotong royong ini akhirnya mampu menyelesaikan pembenahan administrasi desa, pendataan warga, hingga kegiatan sosial keagamaan.
Belajar Lapangan Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa
Melalui program KKN Tematik MBKM ini, Universitas Jambi membuktikan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman langsung di tengah masyarakat inilah yang membentuk karakter, kepekaan sosial, dan mental kepemimpinan mahasiswa. Pembelajaran lapangan ini menjadi bekal berharga sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.
Masyarakat Kecamatan Maro Sebo Ulu kini merasakan dampak positif yang berkelanjutan dari kehadiran para mahasiswa pengabdi tersebut. Pihak universitas juga berharap program pendampingan ekonomi seperti ini dapat terus berlanjut pada periode KKN berikutnya. Sinergi antara dunia akademis dan kebutuhan riil warga desa terbukti menjadi kunci utama penguatan ekonomi daerah.(ar)









