Jambi, oegopost.id – Universitas Jambi menggelar audiensi strategis bersama jajaran Pengurus Yayasan An-Nahl Percikan Iman Jambi di Gedung UNIFAC Mendalo. Pertemuan resmi ini membahas rencana kemitraan teknis terkait pendirian Bee Health Clinic di lingkungan sekolah.
Rektor UNJA Prof Helmi menyambut hangat kedatangan rombongan pengurus yayasan untuk mendiskusikan program kesehatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa seluruh poin kesepakatan harus terealisasi secara nyata tanpa berhenti sebagai formalitas semata.
Prof Helmi meminta seluruh jajaran akademisi segera menindaklanjuti rencana penandatanganan dokumen kerja sama ini. Langkah sigap tersebut bertujuan agar kolaborasi interdisipliner memberikan dampak langsung bagi seluruh anak didik.
Langkah Konkret UNJA Wujudkan Layanan Kesehatan Sekolah Mandiri
Ketua Yayasan An-Nahl Yusnita mengapresiasi respons cepat dari pimpinan Universitas Jambi terhadap proposal yang diajukan. Pihak yayasan merencanakan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah menjadi klinik pratama yang lebih representatif.
Kehadiran klinik kesehatan sangat mendesak mengingat para santri menginap di pondok pesantren selama 24 jam. Para pengasuh kerap menemukan masalah kesehatan santri seperti keluhan anemia hingga gangguan psikologis.
Dekan FKIK UNJA Dr Humaryanto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk memandu seluruh proses operasional di lapangan. Pihak fakultas menerjunkan tim ahli kesehatan guna mendampingi pengelola sekolah secara intensif.
Wakil Dekan FKIK Dr Fitriyanti memaparkan persyaratan teknis pendirian fasilitas medis tingkat pertama tersebut. Klinik pratama akan memfokuskan layanan pada penanganan penyakit sederhana oleh dokter umum tanpa fasilitas rawat inap.
Sinergi Akademisi Siapkan Pembentukan Klinik Pratama Sesuai Standar
Pengelola sekolah harus melengkapi fasilitas dasar, sumber daya manusia, serta dokumen perizinan resmi dari dinas terkait. Tim ahli kedokteran siap mengawal pemenuhan seluruh regulasi kesehatan hingga izin operasional terbit.
Wakil Rektor UNJA Prof Revis Asra mendorong perluasan jangkauan kerja sama ke sektor pendukung lainnya. Beliau menyarankan pihak yayasan untuk turut melibatkan Program Studi Psikologi serta Program Studi Gizi.
Keterlibatan Program Studi Gizi berfokus pada pemberian edukasi pola makan sehat dan seimbang bagi para siswa. Sementara itu, tim dari Program Studi Psikologi akan membantu menjaga kesehatan mental para santri.
Penguatan sektor psikologis dan gizi ini melengkapi penanganan medis fisik yang disiapkan oleh tim kedokteran. Integrasi antar disiplin ilmu ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.
Perluasan Kerja Sama Mencakup Pendampingan Psikologi Serta Edukasi Gizi
Pertemuan antar lembaga ini mematangkan pembagian peran operasional melalui perumusan Nota Kesepakatan resmi. Dokumen Memorandum of Agreement tersebut memuat tanggung jawab teknis masing-masing pihak secara terperinci.
Kedua belah pihak berkomitmen mengawal setiap tahapan administrasi hingga proses fisik fasilitas medis rampung. Implementasi program ini menjadi acuan model kemitraan akademik dengan lembaga pendidikan berbasis komunitas.
UNJA membuktikan komitmen pengabdian masyarakat melalui pendampingan berkelanjutan di sektor kesehatan sekolah. Yayasan An-Nahl juga optimistis fasilitas medis baru ini segera beroperasi secara optimal.
Sinergi berkelanjutan ini menjadi komitmen nyata kedua institusi dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda. Pembentukan klinik medis sekolah ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kebutuhan kesehatan santri.(ar)









