Dugaan Kekerasan TKI Bungo di Malaysia, Gubernur Jambi Koordinasi KBRI untuk Penanganan Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan pihaknya baru menerima informasi bahwa korban berasal dari Kabupaten Bungo.( poto : tribunjambi.com 0

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan pihaknya baru menerima informasi bahwa korban berasal dari Kabupaten Bungo.( poto : tribunjambi.com 0

Jambi, oegopost.id – Kekerasan TKI Bungo di Malaysia menjadi sorotan setelah video seorang perempuan asal Kabupaten Bungo viral di media sosial.

Video itu menampilkan korban dengan luka memar di tubuhnya. Ia juga meminta pertolongan karena diduga mengalami penganiayaan di Malaysia.

Pemerintah Provinsi Jambi langsung merespons kasus ini. Mereka menyiapkan koordinasi dengan pihak luar negeri untuk memastikan kondisi korban.

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan pihaknya baru menerima informasi bahwa korban berasal dari Kabupaten Bungo. Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah memantau perkembangan kasus ini.

Pemprov Jambi segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi korban secara langsung di Malaysia.

Al Haris menyebut pihaknya ingin mengetahui kondisi terbaru korban. Pemerintah juga ingin memastikan apakah korban ingin pulang ke Indonesia atau tetap mendapat perawatan di sana.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Dorong Relaksasi 30 Persen Belanja Pegawai APBD di DPR RI

“Apakah perlu pemeriksaan di sana, atau kita tanyakan ke korban apakah ingin pulang,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

DPRD Jambi Minta Kejelasan Status Keberangkatan

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, ikut menanggapi kasus ini. Ia meminta pemerintah menelusuri status keberangkatan korban terlebih dahulu.

Ia menilai penting untuk memastikan apakah korban berangkat melalui jalur resmi atau tidak. Status ini akan memengaruhi penanganan kasus.

Jika korban berangkat secara resmi, DPRD meminta pemerintah mengkaji ulang perlindungan yang diberikan. DPRD juga ingin memperbaiki sistem perlindungan pekerja migran.

“Kalau legal, kita pelajari bersama pihak korban dan kita evaluasi ke depan,” katanya.

Hafiz juga menyoroti risiko keberangkatan ilegal. Ia menilai kondisi itu membuat pekerja lebih rentan terhadap kekerasan di luar negeri.

Ia mendorong pemerintah memperkuat pembekalan sebelum pekerja berangkat. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kasus serupa.

Baca Juga :  KPK Ungkap Pola Pemberian THR ke Forkopimda di Sejumlah Daerah

P4MI Jambi Telusuri Laporan Dugaan Kekerasan

P4MI Jambi juga merespons laporan ini. Timnya mulai menelusuri informasi yang beredar di media sosial.

Koordinator P4MI Jambi, Deliyus Eka Saputra, menyebut pihaknya bekerja sama dengan KBRI Malaysia. Mereka ingin memastikan kondisi korban secara langsung.

P4MI juga mengumpulkan data awal terkait kasus tersebut. Hasil penelusuran akan menjadi dasar langkah lanjutan.

Kasus ini mencuat setelah video seorang perempuan dengan luka memar menyebar luas di media sosial. Dalam video itu, korban tampak menangis dan meminta bantuan.

Ia mengaku mengalami kekerasan fisik. Ia juga menunjukkan luka di beberapa bagian tubuhnya.

Korban menyebut seluruh tubuhnya terasa sakit. Ia meminta agar segera diselamatkan dan dipulangkan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih menelusuri kasus ini. Mereka berupaya memastikan kondisi korban dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bawa Bukti Uang Tunai ke KPK, PCNU Sekadau Bongkar Skandal Politik Uang Muktamar NU
Kasus Pengeroyokan SMAN Titian Teras Jambi Masuk Ranah Hukum, Disdik Turunkan Tim Khusus
Satgas PKH Setor Uang Hasil Penertiban Kawasan Hutan Rp 13 Triliun ke Kas Negara
Hari Ini, KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Soal Kasus Suap HGB Summarecon
Kejari Tebo Eksekusi Pengembalian Uang Korupsi KUR BSI Rp3,8 Miliar
Polres Bungo Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Pinjaman di Merangin
Tim Tabur Kejati Jambi Meringkus Buronan DPO di Simpang Sipin
Pembalakan Liar di Taman Nasional Berbak Sembilang: Dua Pelaku Ditangkap
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Bawa Bukti Uang Tunai ke KPK, PCNU Sekadau Bongkar Skandal Politik Uang Muktamar NU

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Kasus Pengeroyokan SMAN Titian Teras Jambi Masuk Ranah Hukum, Disdik Turunkan Tim Khusus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Satgas PKH Setor Uang Hasil Penertiban Kawasan Hutan Rp 13 Triliun ke Kas Negara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Hari Ini, KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Soal Kasus Suap HGB Summarecon

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kejari Tebo Eksekusi Pengembalian Uang Korupsi KUR BSI Rp3,8 Miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB