Dikbud Tebo Selidiki Kasus Pengeroyokan di SMPN 22

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekreatis Dinas Pendidikan Kab.Tebo Supriadi ( Poto : jambiekspres.co.id (

Sekreatis Dinas Pendidikan Kab.Tebo Supriadi ( Poto : jambiekspres.co.id (

Tebo, oegopost.id – Kasus pengeroyokan siswa SMP di SMPN 22 Tebo menarik perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tebo. Dinas langsung mengirim tim untuk mengecek kejadian yang melibatkan siswa kelas 8 dan sejumlah siswa kelas 9 itu.

Peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat sekolah. Konflik antarsiswa di duga bermula dari status WhatsApp dan percakapan di media sosial yang memicu kesalahpahaman.

Sekretaris Dikbud Tebo, Supriadi, mengatakan pihak sekolah segera menangani kejadian setelah menerima laporan dari siswa dan guru.

Guru Sedang Rapat Saat Kejadian

Menurut Supriadi, pengeroyokan terjadi di belakang sekolah ketika para guru mengikuti rapat persiapan ujian kelas 9.

“Guru-guru sedang rapat membahas ujian kelas 9 saat kejadian berlangsung,” ujar Supriadi.

Keributan antarpelajar itu berlangsung saat suasana sekolah cukup lengang. Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak sekolah langsung memanggil siswa yang terlibat.

Sekolah mencatat sembilan siswa sebagai pelaku dan lima siswa sebagai korban dalam kasus itu.

Konflik Berawal dari Media Sosial

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan konflik bermula dari unggahan status WhatsApp dan percakapan pribadi antar siswa.

Baca Juga :  UBR Jambi Kukuhkan 688 Lulusan FIKes, Siap Fasilitasi Karier Internasional Lewat Migran Centre

Beberapa pelaku mengaku tersinggung dengan isi status dan chat korban. Perselisihan itu kemudian berlanjut di lingkungan sekolah hingga memicu aksi pengeroyokan.

“Masalah muncul karena status WhatsApp dan chatting yang membuat pelaku emosi,” jelas Supriadi.

Kasus ini menunjukkan bahwa konflik kecil di media sosial bisa berubah menjadi tindakan kekerasan jika siswa tidak mampu mengendalikan emosi.

Sekolah Langsung Mediasi

Pihak sekolah langsung mempertemukan para siswa setelah kejadian berlangsung. Guru dan pihak sekolah mencoba menyelesaikan masalah lewat mediasi agar situasi tidak semakin panas.

Pada Sabtu lalu, sekolah kembali mengundang orang tua siswa untuk membahas penyelesaian masalah tersebut.

Namun, salah satu orang tua korban menolak hasil mediasi yang sekolah tawarkan.

“Ada orang tua korban yang belum menerima hasil mediasi,” kata Supriadi.

Sekolah sebenarnya menjadwalkan mediasi lanjutan pada Senin. Akan tetapi, keluarga korban lebih dulu melapor ke Polres Tebo sebelum pertemuan berlangsung.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Beri Pemulihan Psikososial Gempa NTT untuk Guru dan Murid

Dikbud Belum Tentukan Sanksi

Dikbud Tebo belum mengambil keputusan soal sanksi untuk siswa maupun pihak sekolah. Saat ini, dinas masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Supriadi mengatakan pihaknya akan berdiskusi bersama pengawas sekolah dan bidang pendidikan dasar sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami masih membahas penanganan kasus ini bersama pihak terkait,” ujarnya.

Dikbud juga ingin memastikan sekolah tetap memberi pendampingan kepada siswa agar proses belajar tidak terganggu.

Jadi Perhatian Dunia Pendidikan

Kasus pengeroyokan pelajar seperti ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah. Guru dan orang tua perlu lebih aktif memantau pergaulan siswa, termasuk aktivitas mereka di media sosial.

Selain itu, sekolah juga perlu memperkuat pendidikan karakter agar siswa mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Banyak warga berharap kasus di SMPN 22 Tebo menjadi pelajaran bagi semua pihak supaya kejadian serupa tidak terulang lagi.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UBR Jambi Wisuda 1.205 Tenaga Kesehatan di Gedung ACC
5 Prodi Pascasarjana UNJA Raih Akreditasi Internasional ASIIN
Ancaman Nyata Pembajakan Kebijakan Sumber Daya Alam
Al Haris Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Bungo Berkapasitas 2.520 Siswa
Dosen PGSD UNJA Latih Guru Kerinci Buat Media Pembelajaran Digital
Kabut Asap Kepung Jambi, Jadwal Kalender Pendidikan SMP Dipastikan Aman
SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi
Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:05 WIB

UBR Jambi Wisuda 1.205 Tenaga Kesehatan di Gedung ACC

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:54 WIB

5 Prodi Pascasarjana UNJA Raih Akreditasi Internasional ASIIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Ancaman Nyata Pembajakan Kebijakan Sumber Daya Alam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Al Haris Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Bungo Berkapasitas 2.520 Siswa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Dosen PGSD UNJA Latih Guru Kerinci Buat Media Pembelajaran Digital

Berita Terbaru

Gulai Keladi.(poto: youtube Alzam UA).

Daerah

Resep Gulai Keladi Khas Kerinci yang Gurih

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:45 WIB

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Ekonomi

Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:30 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Huda, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, pada Sabtu (24/10/2026).(poto: tribratanews.jambi.polri.go.id).

Daerah

Subuh Keliling di Jambi, Kapolda Ingatkan Narkoba Vape

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:23 WIB