Jakarta, oegopost.id – Pengguna kendaraan berbasis baterai wajib mengetahui cara merawat charger motor listrik dengan benar agar daya tahan komponen internal tetap terjaga. Langkah perawatan sederhana ini mampu mencegah risiko panas berlebih yang berpotensi merusak perangkat pengisi daya.
Pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo), Hernest, membagikan sejumlah langkah praktis untuk menjaga performa adaptor kendaraan listrik. Ia mengimbau pemilik kendaraan agar tidak meletakkan perangkat adaptor secara sembarangan saat proses pengisian daya berlangsung.
Penempatan adaptor di atas permukaan lantai yang kotor dapat memicu penumpukan debu pada sirkulasi udara. Debu tebal yang masuk ke dalam rongga akan menyumbat pergerakan kipas pendingin di dalam perangkat.
Kipas internal memegang peranan sangat vital dalam menyalurkan udara dingin ke seluruh sirkuit elektronik. Komponen Metal-Oxide-Semiconductor Field-Effect Transistor (MOSFET) membutuhkan aliran udara konstan agar suhunya tetap stabil selama beroperasi.
Selain area kipas pendingin, bagian soket konektor juga memerlukan perhatian rutin dari para pengguna. Kotoran yang menumpuk pada area celah pin dapat menghambat hantaran arus listrik menuju baterai.
Paparan air dan debu jalanan sering kali mengendap di area lubang soket tanpa disadari. Kondisi tersembunyi seperti ini bisa memicu terjadinya hambatan arus hingga muncul potensi percikan api.
Hernest menyarankan pembersihan bagian soket menggunakan cairan khusus pembersih kontak listrik atau contact cleaner. Pemilik kendaraan tidak boleh menyemprotkan cairan antikarat biasa karena kandungan kimianya berbeda dari contact cleaner.
Penggunaan cairan contact cleaner secara berkala efektif meluruhkan endapan kotoran pada area sensitif. Cairan ini juga cepat menguap sehingga tidak meninggalkan kelembapan berbahaya di dalam sela-sela soket.
Pemilik kendaraan juga harus memastikan lokasi pengisian daya memiliki sirkulasi udara yang lancar. Ruangan tertutup tanpa ventilasi memicu penumpukan suhu panas di sekitar bodi adaptor.
Kipas charger membutuhkan ruang terbuka yang cukup agar udara panas dapat terbuang secara optimal. Pengguna dilarang keras menutup bodi charger menggunakan kain, plastik, atau benda lain saat beroperasi.
Prinsip ventilasi udara ini juga wajib berlaku saat mengisi daya di tempat umum. Pengguna harus memilih area berteduh yang sejuk agar proses pengisian daya berjalan lebih aman.
Langkah perawatan sederhana yang konsisten akan memperpanjang usia pakai seluruh komponen charger. Pengguna dapat menghemat biaya perbaikan sekaligus menghindari bahaya kerusakan dini pada perangkat pengisi daya.(ar)









