Jambi, oegopost.id – Pengamat perbankan Laila Farhat, S.E., M.M. menilai Bank Jambi memiliki peluang besar untuk memperluas pembiayaan produktif.
Pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya kebutuhan modal usaha membuka ruang yang luas bagi bank milik daerah tersebut untuk meningkatkan penyaluran kredit.
Laila menyebut Bank Jambi memegang peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi menjalankan fungsi intermediasi dengan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit yang mendorong aktivitas ekonomi.
Sektor Unggulan Jambi Jadi Sumber Pertumbuhan
Laila melihat struktur ekonomi Jambi sebagai kekuatan utama yang dapat mendorong peningkatan pembiayaan produktif Bank Jambi. Sektor perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa, dan UMKM terus menunjukkan aktivitas ekonomi yang membutuhkan dukungan permodalan.
Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan pasar yang besar bagi Bank Jambi. Karena itu, bank memiliki kesempatan untuk memperluas portofolio pembiayaan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
“Struktur ekonomi Jambi yang ditopang sektor perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa, dan UMKM merupakan potensi pasar yang sangat besar bagi Bank Jambi untuk meningkatkan portofolio pembiayaan produktif. Peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik,” ujar Laila pada 1 Juni 2026.
Pembiayaan Produktif Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Laila menjelaskan bahwa pembiayaan produktif memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Pelaku usaha dapat memanfaatkan tambahan modal untuk memperluas usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan mengembangkan pasar.
Pertumbuhan usaha tersebut juga membuka peluang kerja baru. Selain itu, aktivitas ekonomi yang meningkat dapat mendorong kenaikan pendapatan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Karena alasan itu, Bank Jambi memiliki peluang besar untuk memperluas pembiayaan pada sektor-sektor yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Pertumbuhan Kredit Harus Tetap Berkualitas
Meski peluang ekspansi terbuka lebar, Laila mengingatkan pentingnya menjaga kualitas kredit. Bank Jambi perlu menyeimbangkan pertumbuhan pembiayaan dengan pengelolaan risiko yang tepat agar kinerja perusahaan tetap sehat.
Menurutnya, peningkatan volume kredit tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Bank juga harus menjaga kualitas portofolio pembiayaan, mengendalikan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL), dan mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan pembiayaan yang sehat bukan hanya dilihat dari peningkatan volume kredit, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas portofolio pembiayaan, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL), serta tingkat profitabilitas yang berkelanjutan,” katanya.
Dengan menjaga kualitas pembiayaan, Bank Jambi dapat memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.
Transformasi Digital Perlu Terus Dipercepat
Laila juga menyoroti langkah transformasi digital yang terus dijalankan Bank Jambi. Menurutnya, teknologi dapat membantu bank memperluas akses layanan keuangan dan mempercepat proses pembiayaan.
Melalui digitalisasi, Bank Jambi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Langkah tersebut juga dapat mempermudah UMKM memperoleh akses permodalan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan usaha.
Selain meningkatkan jangkauan layanan, transformasi digital juga dapat mendukung efisiensi operasional dan memperkuat daya saing perusahaan.
Dukungan Pemda Perkuat Daya Saing Bank Jambi
Laila menilai dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham menjadi modal penting bagi Bank Jambi. Dukungan tersebut dapat membantu bank memperkuat kapasitas bisnis, memperluas basis nasabah, dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri perbankan.
Ia optimistis Bank Jambi mampu mengambil peran yang lebih besar dalam pembiayaan sektor produktif pada masa mendatang. Menurutnya, tata kelola yang baik, permodalan yang kuat, dan strategi bisnis yang adaptif akan menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan tersebut.
“Ke depan, Bank Jambi memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama pembiayaan sektor produktif di daerah. Dengan tata kelola yang baik, permodalan yang kuat, serta strategi bisnis yang adaptif, Bank Jambi dapat memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Provinsi Jambi,” pungkasnya.(ar)









