Bahaya Kaki Mengangkang Saat Mengendarai Motor Matik di Jalan Raya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pengendara motor matik menempatkan kaki tepat di dek pijakan demi menjaga keseimbangan dan keselamatan berkendara.(poto: AI).

Ilustrasi: Pengendara motor matik menempatkan kaki tepat di dek pijakan demi menjaga keseimbangan dan keselamatan berkendara.(poto: AI).

Jakarta, Oegopost.id – Banyak pengendara mengabaikan pentingnya menjaga posisi kaki saat naik sepeda motor matik secara benar setiap hari. Kebiasaan membuka kaki melebar ke samping justru memicu rasa tidak nyaman dan mengancam keselamatan perjalanan.

Pengendara wajib menempatkan kedua telapak kaki secara pas pada dek pijakan yang tersedia. Langkah sederhana ini menjaga stabilitas tubuh tetap prima saat melintasi berbagai kondisi jalur.

Instruktur Keselamatan Berkendara PT Astra Honda Motor, Hendrik Ferianto, mengingatkan dampak buruk membiarkan kaki terlalu terbuka. Posisi yang salah langsung membuat otot kaki tertarik dan cepat mengalami kelelahan ekstrem.

Hendrik memaparkan temuan tersebut saat membagikan panduan berkendara aman di Semarang pada Kamis (8/10/2026). Ia meminta pemotor segera meluruskan kaki agar otot kembali rileks selama berkendara.

Pengendara kerap tidak menyadari posisi kaki mereka karena pandangan mata terus terpusat mengawasi lalu lintas. Otot yang tertarik terus-menerus dalam durasi lama berisiko memicu cedera dan pegal yang mengganggu perjalanan.

Posisi Kaki Melebar Bisa Menghambat Laju Kendaraan Bermotor

Kaki yang menjulur keluar dek pijakan menciptakan hambatan angin cukup besar saat motor melaju kencang. Hambatan udara tersebut langsung memperlambat akselerasi serta mengacaukan kelancaran pergerakan kendaraan di aspal.

Baca Juga :  Komparasi Konsumsi BBM Vario 160 vs Lexi LX 155

Kondisi ini merugikan pengendara karena tubuh manusia bukan perangkat aerodinamika seperti sayap mobil balap. Juluran kaki sama sekali tidak menghasilkan gaya tekan ke bawah seperti winglet pada motor MotoGP.

Tubuh pengendara justru menahan terpaan angin kencang secara langsung saat membiarkan kaki terbuka ke samping. Situasi tersebut memaksa mesin bekerja lebih berat akibat hambatan udara tambahan yang tidak perlu.

Pemotor harus merapatkan kaki ke dalam dek pelindung motor matik sepanjang rute perjalanan. Langkah ini membelah terpaan angin secara efektif saat pengendara memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Dek motor matik memang dirancang khusus untuk melindungi kaki pengendara dari terpaan angin samping. Pengendara yang memanfaatkan ruang pijakan secara maksimal akan merasakan laju motor yang jauh lebih stabil.

Keseimbangan Tubuh Menurun Drastis Saat Menikung Tajam Jalanan

Bahaya posisi kaki mengangkang juga mengancam pengendara ketika motor harus bermanuver miring di tikungan. Kaki yang keluar dari dek merusak titik berat tubuh sehingga motor menjadi liar dan sulit dikendalikan.

Baca Juga :  Sinsen Gelar Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo

Pengendara wajib mempertahankan telapak kaki pada pijakan agar postur berkendara tetap terkontrol dengan baik. Pengendalian postur yang stabil menghindarkan pemotor dari risiko tergelincir saat memiringkan motor.

Faktor kenyamanan posisi duduk juga memegang peranan vital untuk mendukung pengendalian motor matik secara sempurna. Pemotor perlu mengarahkan fokus mata ke jalur tujuan agar antisipasi bahaya bekerja lebih cepat.

Pengendara juga harus mengoperasikan setang kemudi serta tuas gas secara halus sepanjang perjalanan. Pergerakan tangan yang tenang mencegah motor tersentak mendadak saat melewati tikungan maupun permukaan jalan bergelombang.

Penerapan posisi kaki yang tepat menjaga daya tahan fisik pemotor tetap segar meski menempuh jarak jauh. Pengendara pun mampu mengendalikan laju sepeda motor matik dengan penuh percaya diri sampai ke tempat tujuan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualifikasi Moto3 Mandalika 2026: Veda Ega Pratama Sukses Amankan Posisi Start Ketujuh
Kamera AI Deteksi Sopir Mengantuk, Armada Logistik Makin Aman di Jalan
Produksi Veloz Hybrid Tembus 15 Ribu Unit
Persiapan HBD 2026, Sinsen Pembekalan Rombongan Touring Jambi
Komparasi Konsumsi BBM Vario 160 vs Lexi LX 155
Cara Merawat Charger Motor Listrik Agar Tidak Cepat Panas
Honda QC3 Resmi Meluncur: Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Paling Jauh
Tes Akselerasi Honda Vario 160 Evo vs Yamaha Lexi LX 155
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Kualifikasi Moto3 Mandalika 2026: Veda Ega Pratama Sukses Amankan Posisi Start Ketujuh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Bahaya Kaki Mengangkang Saat Mengendarai Motor Matik di Jalan Raya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kamera AI Deteksi Sopir Mengantuk, Armada Logistik Makin Aman di Jalan

Rabu, 30 September 2026 - 08:29 WIB

Produksi Veloz Hybrid Tembus 15 Ribu Unit

Minggu, 27 September 2026 - 10:52 WIB

Persiapan HBD 2026, Sinsen Pembekalan Rombongan Touring Jambi

Berita Terbaru

Ilustrasi: Perwakilan GTKN dan aparatur daerah mengawal implementasi larangan pemutusan hubungan kerja bagi PPPK selama masa transisi.(poto: AI).

Nasional

SE Mendagri Terbit: Pemda Dilarang PHK PPPK dan Paruh Waktu

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:31 WIB