19,17 Persen Warga Kota Jambi Belum Terlayani Air Bersih, DPRD Dorong Pemerataan Infrastruktur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Jambi, DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly.( Poto : istimewa ).

Ketua DPRD Kota Jambi, DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly.( Poto : istimewa ).

Kota Jambi, oegopost.id – Ketua DPRD Kota Jambi, DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyoroti masih adanya ketimpangan layanan air bersih di wilayah Kota Jambi.

Ia menyampaikan bahwa sekitar 19,17 persen masyarakat belum terhubung dengan jaringan perpipaan milik Perumdam Tirta Mayang.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Aula Griya Mayang, Senin (16/2/2026).

Capaian Layanan Air Bersih Mengalami Peningkatan

Kemas Faried menjelaskan bahwa layanan air bersih di Kota Jambi menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mencatat cakupan layanan meningkat dari 67,7 persen pada 2019 menjadi 80,83 persen pada 2023. Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan tersebut belum sepenuhnya menuntaskan kebutuhan masyarakat.

Ia menilai pemerintah daerah tetap harus mempercepat pemerataan layanan agar seluruh warga dapat menikmati akses air bersih secara adil.

Baca Juga :  Waspadai Pencurian Meter Air, Tirta Mayang Minta Pelanggan Perketat Pengamanan

Menurutnya, keberadaan hampir seperlima warga yang belum terlayani menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Proyeksi Kebutuhan Air Bersih Jangka Panjang

Dalam pemaparannya, Kemas Faried juga menyampaikan proyeksi kebutuhan air bersih Kota Jambi dalam 20 tahun ke depan.

Ia memperkirakan kebutuhan air akan mencapai 1.318,97 liter per detik (l/dt), dengan rincian kebutuhan domestik sebesar 921,88 l/dt dan non-domestik sebesar 395,09 l/dt.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman akan terus mendorong peningkatan kebutuhan air bersih di masa mendatang.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya perencanaan infrastruktur yang lebih matang dan berkelanjutan.

Distribusi Jaringan Masih Menjadi Tantangan Utama

Kemas Faried menilai kapasitas produksi air saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Jambi.

Namun, ia menegaskan bahwa persoalan utama justru terletak pada jaringan distribusi perpipaan yang belum merata.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini: Cerah Berawan Mendominasi, Dua Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Malam

Ia menjelaskan bahwa sejumlah kawasan permukiman baru belum sepenuhnya tersambung dengan jaringan distribusi air bersih.

Kondisi ini terjadi karena pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya mengikuti pesatnya pertumbuhan wilayah perumahan.

Pemerintah Diminta Percepat Perluasan Jaringan

Untuk mengatasi hal tersebut, Kemas Faried mendorong pemerintah daerah bersama Perumda Tirta Mayang agar mempercepat perluasan jaringan distribusi air bersih.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan dasar secara merata.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan penyedia layanan air bersih dalam menyusun perencanaan jangka panjang.

Dengan demikian, pertumbuhan kota dapat di imbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, sehingga layanan air bersih dapat menjangkau seluruh warga Kota Jambi tanpa terkecuali.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Mantan Rektor Unja Kemas Arsyad Somad Meninggal, Dunia Pendidikan Jambi Berduka
PHI Tanam 1.000 Mangrove dan Lamun di Pulau Pari untuk Karbon Biru
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Senin, 6 Juli 2026 - 21:00 WIB

Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian

Senin, 6 Juli 2026 - 20:50 WIB

Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031

Senin, 6 Juli 2026 - 20:23 WIB

Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar

Berita Terbaru