Merangin, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Merangin bergerak cepat menerjunkan Satgas Gabungan Pemberantasan PETI untuk menghentikan aktivitas tambang emas ilegal. Tim terpadu ini bertugas mengamankan kawasan Geopark Merangin dari ancaman kerusakan lingkungan yang kian memprihatinkan.
Pelepasan personel berlangsung resmi di Rumah Dinas Bupati Merangin pada Kamis (6/8). Bupati Merangin M. Syukur memimpin langsung apel pelepasan bersama Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi.
Ratusan petugas diterjunkan untuk menjaga kelestarian aset geologi milik daerah tersebut. Langkah ini menjadi komitmen nyata pemerintah dalam melindungi warisan dunia dari paparan tambang liar.
Pemerintah Kabupaten Merangin Terjunkan Tim Gabungan Lintas Sektor
Sebanyak 200 personel gabungan bersiap menyisir berbagai titik rawan di wilayah kabupaten. Pasukan ini terdiri dari unsur Polres Merangin, Kodim 0420/Sarko, hingga Satpol PP Merangin.
Dinas Lingkungan Hidup serta jajaran Forkopimda dan OPD terkait ikut memperkuat barisan. Seluruh instansi berkolaborasi demi mengawal kelestarian kawasan Geopark Merangin secara menyeluruh.
Bupati M. Syukur memberikan arahan khusus kepada seluruh jajaran sebelum pasukan berangkat ke lapangan. Ia menegaskan pentingnya pembinaan serta penertiban terukur terhadap para penambang tanpa izin.
Aktivitas ilegal tersebut dinilai berpotensi merusak ekosistem alam dan fasilitas milik daerah. Oleh karena itu, operasi terpadu ini menyasar langsung ke area terdampak tambang liar.
Pelepasan Personel Operasi Penertiban Tambang Emas Tanpa Izin
“Geopark Merangin adalah aset berharga dan harga mati bagi kita semua,” tegas Syukur di hadapan peserta apel. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan geologi dunia tersebut.
Bupati meminta jajaran Satgas Gabungan Pemberantasan PETI mengedepankan pendekatan profesional selama bertugas. Petugas harus mengutamakan keselamatan kerja mengingat kondisi medan lapangan terbilang cukup ekstrem.
Lokasi pengawasan memiliki karakteristik geografi yang menantang serta menyimpan bahaya tinggi bagi personel. Petugas akan berhadapan langsung dengan tebing curam, bebatuan licin, serta arus sungai deras.
Syukur mengimbau setiap anggota tetap waspada dan saling menjaga keselamatan selama menjalankan tugas penertiban. Kewaspadaan ekstra menjadi kunci agar operasi penertiban dapat berjalan lancar tanpa memakan korban.
Penyisiran Lokasi Rawan Kerusakan Ekosistem Geopark Merangin Jambi
Tim gabungan mengawali langkah pengawasan di Situs Granitoid Air Batu, Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap. Kawasan ini menjadi salah satu cagar geologi penting yang mendapat prioritas pengawasan ketat.
Usai menyisir Desa Air Batu, rombongan melanjutkan operasi penertiban ke area Objek Wisata Muara Karing. Titik ini terletak di Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat, yang juga masuk zona perlindungan.
Muara Karing memegang peranan kunci dalam struktur kawasan UNESCO Global Geopark Merangin. Kehadiran petugas di lokasi tersebut bertujuan memastikan tidak ada lagi aktivitas penambangan liar.
Pemerintah berharap penyisiran ini mampu menghentikan praktik penambangan emas ilegal secara permanen di kawasan Geopark. Penertiban ini diharapkan dapat menyelamatkan ekosistem sungai dan bebatuan purba dari kehancuran.(ar)









