Basarnas Jambi Imbau Warga Waspadai Bahaya Pasir Timbul Batanghari

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Sungai Batanghari yang mengalami penyusutan.(poto: metrojambi.com)

Kondisi Sungai Batanghari yang mengalami penyusutan.(poto: metrojambi.com)

Jambi, oegopost.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menerbitkan imbauan keselamatan penting untuk mengantisipasi bahaya pasir timbul Batanghari bagi masyarakat setempat. Langkah pencegahan ini berfokus pada potensi risiko tersembunyi yang muncul di sepanjang aliran sungai terbesar di Provinsi Jambi tersebut.

Fenomena kemunculan daratan pasir di tengah aliran sungai saat ini menjadi destinasi wisata musiman favorit warga. Ratusan pengunjung kerap memadati kawasan tersebut untuk berekreasi bersama anggota keluarga.

Namun, aktivitas wisata air di lokasi ini menyimpan ancaman keselamatan yang amat serius. Basarnas Jambi mencatat telah terjadi insiden Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) yang sampai memakan korban jiwa.

Oleh karena itu, petugas memberikan perhatian khusus agar insiden serupa tidak terulang kembali pada masa mendatang. Pihak berwenang meminta warga masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan ketika mengunjungi area rekreasi tersebut.

Waspadai Bahaya Arus Bawah Di Sungai Batanghari Jambi

Petugas mengimbau warga untuk memahami secara mendalam karakteristik unik perairan Sungai Batanghari. Fenomena pasir timbul kerap memberikan kesan seolah-olah perairan di sekitarnya sangat dangkal dan aman.

Padahal, dasar Sungai Batanghari memiliki kedalaman yang sama sekali tidak merata di berbagai titik. Aliran air sangat mudah menggerus kontur tanah hingga membentuk palung atau cekungan yang cukup dalam.

Baca Juga :  Polres Sarolangun Salurkan 130 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Tiga Desa

Selain itu, aliran air menyimpan arus bawah yang bergerak sangat deras dan tak kasat mata. Arus deras ini mampu menyeret siapa saja secara tiba-tiba tanpa memberikan kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Pengunjung harus menyadari bahwa kondisi permukaan air yang tenang tidak menjamin keamanan di bawahnya. Pemahaman terhadap bahaya tersembunyi ini menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan perairan.

Kewajiban Menggunakan Pelampung Dan Pengawasan Ketat Orang Tua

Basarnas Jambi mewajibkan setiap orang yang beraktivitas di sekitar air untuk mengenakan jaket pelampung. Aturan penggunaan alat pelindung diri ini berlaku bagi warga yang bermain air maupun penumpang perahu ketek.

Basarnas mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau terlalu percaya diri dengan kemampuan berenang masing-masing. Berenang di sungai terbuka dengan arus liar memiliki tingkat risiko yang jauh berbeda dibanding kolam renang.

Orang tua memegang peranan paling krusial dalam menjaga keselamatan anak-anak mereka di lokasi wisata. Para orang tua wajib menjalankan pengawasan melekat dan tidak boleh lengah sedikit pun.

Baca Juga :  ISMI Bungo Gelar Webinar Adat Melayu Sebelum Pelantikan

Orang dewasa tidak boleh membiarkan anak-anak berenang atau bermain air tanpa pendampingan langsung. Pengunjung harus memastikan anak-anak selalu memakai pelampung yang sesuai standar selama berada di dekat perairan.

Kesiapsiagaan Pengelola Wisata Serta Layanan Darurat Basarnas Jambi

Kelompok masyarakat dan pengelola wisata lokal memegang tanggung jawab besar dalam menyediakan fasilitas keselamatan. Pihak pengelola wajib menyiagakan peralatan pertolongan darurat yang memadai di sekitar area pasir timbul.

Pengelola harus menyediakan peralatan dasar seperti ban pelampung dan tali lempar untuk evakuasi cepat. Pengelola juga perlu menempatkan petugas pengawas khusus yang memantau pergerakan pengunjung secara terus-menerus.

Langkah antisipasi ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan awal saat timbul situasi darurat. Keberadaan petugas pengawas di lapangan akan sangat membantu menekan risiko kecelakaan fatal.

Apabila masyarakat melihat atau mengalami kecelakaan di perairan, warga harus segera menghubungi pusat bantuan. Warga dapat mengontak Call Center Basarnas di nomor 115 secara bebas pulsa atau menghubungi perangkat desa terdekat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Pesan Penting Pembimas Kristen Kemenag Jambi: Kejar Hikmat Bukan Harta Jabatan
Kanwil Kemenag Jambi Evaluasi Kinerja Triwulan III Demi Pelayanan Publik Berdampak
Kontingen Jambi Raih Prestasi Gemilang di PPSN VI 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB