Freeport Indonesia Proyeksikan Kontribusi Negara Tembus Rp120 Triliun per Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 PT Freeport Indonesia memproyeksikan kontribusinya kepada negara mencapai lebih dari 7 miliar dolar AS pertahun.(ilustrasi poto: ANTARA).

PT Freeport Indonesia memproyeksikan kontribusinya kepada negara mencapai lebih dari 7 miliar dolar AS pertahun.(ilustrasi poto: ANTARA).

Jakarta, oegopost.id – PT Freeport Indonesia memproyeksikan kontribusi Freeport Indonesia negara bakal menembus angka lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp120 triliun per tahun. Angka fantastis ini akan terealisasi setelah kapasitas produksi tambang kembali normal. Selain itu, seluruh fasilitas hilirisasi tembaga di Gresik, Jawa Timur, juga harus sudah beroperasi secara penuh.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan langsung proyeksi optimistis tersebut di hadapan anggota dewan. Ia menjelaskan bahwa operasional smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menjadi penopang utama pencapaian ini. Kehadiran dua fasilitas raksasa tersebut memungkinkan seluruh rantai nilai tembaga diproses secara mandiri di dalam negeri.

Tony menyampaikan hal itu saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Selasa (14/7/2026). Melalui keterangan pers tertulis pada Rabu (15/7/2026), ia menegaskan bahwa Indonesia kini telah berhasil melakukan lompatan besar. Seluruh proses hilirisasi mineral strategis dari konsentrat hingga logam mulia kini berjalan sepenuhnya di dalam negeri.

Hilirisasi Tembaga Dorong Kemandirian Industri Raksasa Nasional

Fasilitas smelter baru di Gresik ini memiliki kapasitas pengolahan yang sangat masif, yakni mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Freeport juga mengintegrasikannya dengan ekspansi kapasitas PT Smelting Gresik sebesar 300 ribu ton serta kapasitas eksisting sebesar 1 juta ton. Melalui integrasi tersebut, Freeport kini menguasai total kapasitas pemurnian domestik hingga 3 juta ton konsentrat tembaga setiap tahunnya.

Pihak perusahaan merancang infrastruktur mutakhir ini agar mampu menghasilkan sekitar 600 ribu ton katoda tembaga per tahun. Jika menggabungkannya dengan hasil produksi dari PT Smelting, maka total pasokan katoda tembaga nasional akan menyentuh angka 800 ribu ton per tahun. Selain katoda tembaga, pabrik pemurnian ini juga mengolah lumpur anoda dengan kapasitas 6.000 ton per tahun untuk menghasilkan berbagai logam berharga.

Fasilitas PMR tersebut mampu memurnikan emas, perak, hingga logam berharga yang masuk dalam kelompok platinum secara mandiri. Dari proses pemurnian ini, perusahaan menargetkan produksi tahunan sebesar 50 ton emas dan 200 ton perak demi memperkuat cadangan nasional. Selain itu, pabrik ini juga menghasilkan 30 kilogram platinum, 375 kilogram paladium, 285 ton selenium, 220 ton bismut, serta 2.200 ton timbal.

Baca Juga :  Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Perusahaan BUMN Siap Tampung Seluruh Produksi Emas

Manajemen PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berencana menyerap atau menjadi offtaker bagi seluruh komoditas emas hasil produksi PMR tersebut. Langkah strategis antarperusahaan ini akan semakin memperkuat ekosistem industri pertambangan dan logam mulia di dalam negeri. Sinergi ini sekaligus membuktikan bahwa koordinasi hilirisasi di bawah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID berjalan optimal.

Meski memiliki target yang sangat besar, operasional smelter sempat menghadapi ujian berat akibat insiden kebakaran pada Oktober 2024. Kebakaran tersebut melanda fasilitas gas cleaning plant dan sempat menghentikan aktivitas produksi untuk beberapa waktu. Namun, tim teknik perusahaan berhasil menyelesaikan seluruh perbaikan secara cepat sehingga smelter bisa kembali beroperasi pada Mei 2025.

Tantangan operasional perusahaan ternyata tidak berhenti sampai di situ saja karena kendala alam kembali muncul di area hulu. Longsoran tanah yang terjadi di kawasan tambang Grasberg Block Cave sempat menghentikan total pasokan konsentrat menuju pabrik pemurnian. Kejadian ini memaksa manajemen untuk melakukan penyesuaian jadwal dan strategi operasional pada lini produksi hilir mereka.

Target Produksi Logam Mulia Meningkat Secara Bertahap

Manajemen Freeport kini memanfaatkan momentum penghentian operasi sementara ini untuk melakukan inspeksi menyeluruh pada sistem pabrik. Langkah preventif tersebut bertujuan untuk menyempurnakan seluruh fasilitas sebelum menerima kembali pasokan konsentrat dari Papua pada September tahun ini. Langkah ini sangat krusial demi menjamin keamanan kerja dan stabilitas produksi jangka panjang bagi seluruh karyawan.

Tony Wenas menegaskan bahwa fokus utama manajemen saat ini adalah mempercepat proses pemulihan area tambang yang terdampak longsor. Pemulihan hulu yang aman akan membuat pasokan konsentrat kembali normal sehingga manfaat hilirisasi mineral menjadi jauh lebih optimal bagi perekonomian. Optimalisasi ini mencakup peningkatan produksi logam, penguatan struktur industri domestik, hingga penambahan devisa bagi kas negara.

Baca Juga :  QRIS BRI Dorong UMKM Jambi, Riska Beauty Rasakan Transaksi Lebih Cepat

Akibat proses pemulihan pascalongsor tersebut, total produksi tambang pada tahun 2026 diperkirakan baru mencapai kisaran 65 persen dari kapasitas normal. Manajemen perusahaan menargetkan tingkat kapasitas tersebut akan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada sepanjang semester pertama tahun 2027. Sesuai dengan rencana kerja, tingkat produksi tambang akan kembali menyentuh angka 100 persen penuh pada akhir tahun 2027.

Peningkatan kapasitas hulu ini secara otomatis akan mendongkrak volume produksi logam perusahaan secara bertahap hingga tahun 2028 mendatang. Untuk tahun 2026, Freeport mematok target produksi sebesar 800 juta pound tembaga serta 700 ribu ounce atau setara 21 ton emas. Volume tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ounce atau sekitar 31 ton emas pada tahun 2027.

Puncaknya akan terjadi pada tahun 2028 saat produksi tembaga menyentuh 1,6 miliar pound dan emas mencapai 1,4 juta ounce atau sekitar 43 ton. Lompatan produksi ini akan mengerek penerimaan negara dari 2,6 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 4,7 miliar dolar AS pada 2027. Angka kontribusi bersih ini akhirnya akan menembus lebih dari 7 miliar dolar AS ketika seluruh aktivitas pertambangan sudah berjalan normal.

Komisi XII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen nyata yang ditunjukkan oleh MIND ID dan PT Freeport Indonesia ini. Para wakil rakyat menilai pembangunan smelter dan PMR di Gresik berhasil meningkatkan nilai tambah komoditas mineral secara signifikan.

Langkah nyata ini terbukti memperkuat ketahanan industri pengolahan dalam negeri sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temuan BPK Soal Jambi City Center, DPRD Desak Pemkot Jambi Segera Ambil Tindakan Nyata
Kopi Kerinci Jambi Tembus Pasar Pakistan Senilai 18 Miliar Rupiah
Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026
Syarat Membuat Izin Usaha UMKM Jambi 2026, Ini Dokumen dan Cara Daftar Melalui OSS
QRIS BRI Dorong UMKM Jambi, Riska Beauty Rasakan Transaksi Lebih Cepat
POPSI Desak Evaluasi Mandatori B50, Petani Sawit Khawatir Beban Meningkat
Kolaborasi SKK Migas dan Pertamina EP Dorong Budidaya Ikan Air Tawar Bioflok di Desa Kasang Lopak Alai
DPRD Jambi Dorong Percepatan Pembangunan Tol Jambi–Rengat, Tekankan Dampak Ekonomi dan Konektivitas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:00 WIB

Temuan BPK Soal Jambi City Center, DPRD Desak Pemkot Jambi Segera Ambil Tindakan Nyata

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:53 WIB

Kopi Kerinci Jambi Tembus Pasar Pakistan Senilai 18 Miliar Rupiah

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:00 WIB

Freeport Indonesia Proyeksikan Kontribusi Negara Tembus Rp120 Triliun per Tahun

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:00 WIB

Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:00 WIB

Syarat Membuat Izin Usaha UMKM Jambi 2026, Ini Dokumen dan Cara Daftar Melalui OSS

Berita Terbaru