Kota Jambi, oegopost.id – Perayaan Hari Raya Kuningan berlangsung khidmat di Pura Jambi, Kota Jambi, Sabtu (27/6/2026). Umat Hindu setempat menggelar persembahyangan sebagai penutup rangkaian Galungan yang telah mereka jalani sepuluh hari sebelumnya.
Perayaan Hari Raya Kuningan menandai momen penting umat Hindu untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Umat Hindu menjalankan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan sejak pagi hari. Mereka berkumpul di area pura dan mengikuti seluruh rangkaian doa bersama secara tertib. Suasana tenang menyelimuti lokasi sejak pukul 08.00 WIB ketika umat mulai berdatangan.
Umat Hindu Jambi Jalankan Persembahyangan Khusyuk Pagi Hari
Umat Hindu membawa banten atau sesajen berisi janur, buah, dan kue tradisional. Mereka menata seluruh persembahan itu sebelum memulai doa bersama di area pura.
Para pemangku adat memimpin doa dan membacakan mantra suci sepanjang prosesi berlangsung. Umat mengikuti setiap tahapan ibadah dengan sikap tertib dan penuh penghormatan.
Umat Hindu di sejumlah pura lain di Provinsi Jambi juga melaksanakan kegiatan serupa pada waktu yang sama. Mereka menjaga tradisi ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan suci yang telah berlangsung turun-temurun.
Makna Kuningan Tegaskan Kemenangan Dharma Spiritual
Hari Raya Kuningan jatuh setiap 210 hari sekali pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan dalam kalender Bali. Perayaan ini menandai berakhirnya rangkaian Galungan yang berlangsung sebelumnya.
Umat Hindu memaknai Kuningan sebagai momen untuk memperkuat doa dan memohon kesejahteraan hidup. Mereka juga menjadikan hari suci ini sebagai pengingat kemenangan dharma atas adharma.
Setiap keluarga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan refleksi diri. Mereka memperkuat kembali nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari setelah menjalani rangkaian ibadah panjang.
Toleransi Antarumat Beragama Terlihat Di Jambi
Perayaan Hari Raya Kuningan di Jambi menunjukkan kuatnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut. Umat Hindu menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman di tengah lingkungan masyarakat yang beragam.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian mengatur pengamanan di sekitar lokasi pura. Mereka memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa gangguan.
Setelah seluruh prosesi selesai, umat Hindu kembali ke rumah masing-masing. Mereka bersilaturahmi bersama keluarga dan melanjutkan kegiatan sehari-hari dengan semangat baru.
Perayaan ini memperlihatkan bagaimana nilai tradisi, spiritualitas, dan kerukunan berjalan berdampingan dalam kehidupan masyarakat Jambi.(ar)









