Pantai Timur Jambi Jadi Tempat Singgah Ribuan Burung Migrasi Antarbenua

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantai Timur Jambi menjadi lokasi persinggahan ribuan burung migrasi dari Asia Timur menuju Australia.( poto : metrojambi.com )

Pantai Timur Jambi menjadi lokasi persinggahan ribuan burung migrasi dari Asia Timur menuju Australia.( poto : metrojambi.com )

Tanjung Jabung Timur, oegopost.id – Pantai Timur Jambi menjadi kawasan penting bagi burung air migrasi. Pantai Timur Jambi setiap tahun menerima ribuan burung yang singgah untuk mencari makan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Australia.

Hasil penelitian Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) pada 2025 menunjukkan kawasan pesisir ini memiliki nilai ekologis yang tinggi. Temuan tersebut memperkuat pentingnya perlindungan habitat burung migrasi di wilayah pesisir Jambi.

Penelitian Catat Ribuan Burung Migrasi Singgah Setiap Musim

Koordinator Coastal Wetland SCS-SAP Project Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Laut (PKSPL) IPB University, Eko Budi Priyanto, mengatakan tim peneliti mencatat lebih dari 1.000 individu burung. Burung tersebut berasal dari 24 jenis burung pantai migrasi yang berada di kawasan itu dalam satu waktu.

Menurut Eko, Pantai Cemara menjadi bagian penting dari jalur East Asian-Australasian Flyway (EAAF). Jalur tersebut menghubungkan Asia Timur dengan Australia dan menjadi lintasan jutaan burung migrasi setiap tahun.

Tim peneliti juga menemukan tiga jenis burung pantai yang berstatus Endangered (EN) berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Burung-burung itu memanfaatkan kawasan pesisir untuk mencari makan (foraging). Mereka juga beristirahat (roosting) di lokasi tersebut selama musim migrasi yang berlangsung dari Agustus hingga April.

Baca Juga :  Meneguhkan Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah

Beberapa spesies yang tercatat singgah ialah Trinil Nordmann (Tringa guttifer), Gajahan Timur (Numenius madagascariensis), dan Kedidi Besar (Calidris tenuirostris).

Pantai Cemara Jaga Habitat Burung Dan Ekosistem Pesisir

Eko menjelaskan Area Preservasi Pantai Cemara sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Kawasan itu memiliki fungsi penting bagi kelestarian lingkungan pesisir.

Pantai Cemara menjadi habitat mangrove dan dataran lumpur. Kawasan tersebut juga menyediakan sumber pakan bagi burung migrasi yang melintasi jalur EAAF.

Kawasan tersebut juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

Ekosistem yang terjaga membantu menjaga pasokan air. Kawasan itu juga mengurangi risiko bencana dan menekan dampak perubahan iklim.

Pantai Cemara turut memperkuat fungsi kawasan penyangga Taman Nasional Berbak Sembilang. Karena itu, keberadaan kawasan ini memiliki arti penting bagi konservasi dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi kemudian menetapkan Forum Kolaborasi Pengelola Ekosistem Esensial Pantai Cemara. Penetapan itu melalui Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 398/Kep.Gub/Dishut-3.3/2019 pada 18 Maret 2019.

Forum tersebut bertugas mendorong pengelolaan kawasan secara kolaboratif agar fungsi ekologisnya tetap terjaga pada masa mendatang.

Penilaian Pengelolaan Libatkan Puluhan Perwakilan Berbagai Lembaga Terkait

PKSPL IPB University melaksanakan penilaian Management Effectiveness Tracking Tool (METT) pada 23 Juni 2026 di Jambi. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian, pembelajaran, dan tantangan dalam pengelolaan kawasan.

Baca Juga :  Ribuan Warga Jambi Meriahkan Jalan Santai HUT Kodam XX Tuanku Imam Bonjol

Kegiatan itu melibatkan anggota Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE. Program tersebut merupakan implementasi Proyek South China Seas Strategic Action Programme (SCS-SAP), hasil kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), United Nations Office for Project Services (UNOPS), dan PKSPL IPB University.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Yuliana, mengatakan Indonesia menggunakan METT untuk mengukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di tingkat lapangan.

Sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mewakili 22 anggota forum kolaborasi selama pelaksanaan pada 23 dan 25 Juni 2026.

Yuliana menjelaskan METT versi 4.4 menjadi versi terbaru yang dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi di tengah perubahan iklim.

Instrumen tersebut menilai tata kelola kawasan, kondisi habitat, dan keberadaan satwa indikator utama. Hasil penilaian itu menunjukkan kondisi ekosistem yang mendukung keberlangsungan burung migrasi.

Yuliana berharap kegiatan tersebut menghasilkan solusi dan rekomendasi teknis. Ia juga berharap kerja sama antarinstansi semakin kuat untuk mengelola Area Preservasi Pantai Cemara dan kawasan penyangga Taman Nasional Berbak Sembilang secara berkelanjutan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadin Tanjab Timur Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran Nipah Panjang
Pengecekan Hotspot Karhutla Jambi: Polda Tegakkan Hukum Delapan Tersangka
Gubernur Jambi Jamu Paskibraka Nasional Achmad Fachri dan Rizki Putri di Rumah Dinas
Jaga Identitas Lokal, Pemkab Bungo Tampilkan Pertunjukan Seni Melayu Bungo di Jambi
Babinsa Koramil Muara Bungo Patroli Karhutla di Desa Gapura Suci
Polres Tebo Sapu Bersih Tambang Emas Ilegal di Aliran Sungai Batanghari
Kanwil Kemenkum Jambi dan BRIDA Sepakati Pelindungan Kekayaan Intelektual
Wagub Jambi Abdullah Sani Ajak Masyarakat Perkuat Peran Adat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Kadin Tanjab Timur Salurkan Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran Nipah Panjang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Pengecekan Hotspot Karhutla Jambi: Polda Tegakkan Hukum Delapan Tersangka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Gubernur Jambi Jamu Paskibraka Nasional Achmad Fachri dan Rizki Putri di Rumah Dinas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Jaga Identitas Lokal, Pemkab Bungo Tampilkan Pertunjukan Seni Melayu Bungo di Jambi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Babinsa Koramil Muara Bungo Patroli Karhutla di Desa Gapura Suci

Berita Terbaru

Sinsen menggelar program Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo untuk membekali siswa teknologi modern Honda dan standar pelayanan AHASS.(poto: ampar.id).

Otomotif

Sinsen Gelar Guru Tamu Industri di SMKN 3 Bungo

Minggu, 23 Agu 2026 - 08:46 WIB