Jambi, oegopost.id – Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi menegaskan pentingnya Media Field Trip Jambi Migas sebagai sarana utama bagi jurnalis untuk memahami langsung realitas operasional industri minyak dan gas bumi.
Kegiatan ini membantu wartawan menghasilkan pemberitaan yang lebih objektif, akurat, dan berbasis fakta lapangan.
Ketua FJM Jambi, Drs. H. Mursyid Yusmar Sonsang, menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam kegiatan Media Field Trip FJM Jambi Tahun 2026 bersama SKK Migas dan KKKS. Acara tersebut berlangsung di wilayah kerja Zona 1 Field Jambi, Kawasan Kenali, Kota Jambi City, Selasa (23/06/2026).
Mursyid menjelaskan bahwa Media Field Trip memberi kesempatan bagi jurnalis untuk turun langsung ke lapangan. Melalui kunjungan itu, wartawan melihat proses operasional migas secara nyata dan memahami tantangan industri secara lebih utuh.
Ia menegaskan bahwa pengalaman lapangan meningkatkan kualitas pemberitaan. Ia juga menilai jurnalis mampu menyusun berita yang lebih berimbang karena mengandalkan data dan fakta langsung dari sumber kegiatan.
FJM Jambi Perkuat Peran dalam Informasi Energi
Dalam kesempatan itu, Mursyid memaparkan perkembangan FJM Jambi sejak berdiri pada 2014. Ia menyebut organisasi tersebut memulai perjalanan dengan 17 anggota aktif.
Seiring waktu, FJM Jambi berkembang dan kini menaungi 59 anggota aktif. Ia melihat pertumbuhan ini sebagai bukti meningkatnya peran jurnalis dalam menyampaikan informasi sektor energi kepada publik.
Mursyid menegaskan bahwa FJM Jambi menjalankan peran sebagai mitra strategis SKK Migas Sumbagsel serta KKKS. Organisasi ini mendorong penyampaian informasi energi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
Mursyid juga menjelaskan prinsip organisasi yang FJM Jambi terapkan dalam menjaga kualitas anggotanya. Ia menekankan kebersamaan, ketegasan, dan evaluasi rutin sebagai dasar pengelolaan organisasi.
Ia mencontohkan proses evaluasi yang FJM lakukan terhadap sejumlah media anggota. Organisasi memutuskan mengeluarkan beberapa media karena tidak aktif mempublikasikan rilis berita yang disediakan.
“Kita membangun organisasi dengan kebersamaan, tegas dan terukur. Sikap tegas itu juga kami terapkan saat evaluasi,” ujarnya.
Ia menambahkan keputusan tersebut lahir dari rapat evaluasi di Linggau. Menurutnya, organisasi harus menjaga konsistensi kontribusi setiap anggota agar ekosistem informasi tetap berjalan baik.
“Ada media anggota yang tidak pernah memuat rilis sehingga kita keluarkan dari keanggotaan FJM,” katanya.
Mursyid, yang juga alumni Lemhannas RI PPSA XVII, menegaskan bahwa ketegasan tersebut memperkuat keberlanjutan organisasi.
FJM Tetap Jaga Independensi Jurnalis
Meski menerapkan aturan internal, FJM Jambi tetap menjaga independensi jurnalis. Mursyid menegaskan bahwa wartawan tetap memiliki kebebasan dalam menulis berita sesuai kaidah jurnalistik.
Ia menekankan pentingnya konfirmasi agar setiap berita tetap berimbang. FJM mendorong jurnalis untuk menjaga akurasi dalam setiap peliputan.
“Kita tidak pernah membatasi hak wartawan,” tegasnya.
Mursyid menilai Media Field Trip menjadi momentum penting bagi jurnalis untuk memperkuat kualitas karya jurnalistik. Ia mendorong wartawan untuk melihat langsung proses operasional migas di lapangan.
Menurutnya, kunjungan lapangan membantu jurnalis memahami konteks secara lebih menyeluruh. Hal itu juga meningkatkan akurasi dan kedalaman berita yang disampaikan ke publik.
“Lewat kunjungan langsung, jurnalis bisa menulis lebih objektif, berbasis data dan fakta lapangan,” tutupnya.(ar)









