Tebo, oegopost.id – Kasus manipulasi absensi online ASN menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, menegaskan seluruh aparatur harus mematuhi aturan dan menjaga integritas dalam sistem kehadiran digital.
Pemerintah daerah mengambil sikap tegas untuk mencegah praktik kecurangan berkembang di lingkungan kerja. Pemkab Tebo juga memperkuat pengawasan agar setiap pegawai menjalankan kewajiban sesuai aturan.
Agus mengatakan pihaknya telah meminta BKPSDM Tebo menjalin koordinasi dengan BKN terkait pengawasan absensi ASN. Langkah itu bertujuan memperkuat pengendalian dan memastikan setiap pelanggaran mendapat tindak lanjut.
Menurut Agus, absensi bukan hanya urusan administrasi. Kehadiran pegawai mencerminkan disiplin dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk persoalan absensi online ASN, jangan ada yang mencoba memanipulasinya. Kami sudah meminta BKPSDM Tebo untuk berkoordinasi dengan BKN. Tentu saja, kami tidak akan mentoleransi jika ada ASN yang terbukti melakukan manipulasi absensi,” tegas Agus.
Bupati Minta Kepala OPD Bertindak Tegas
Agus meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satuan kerja (satker) segera membenahi pengawasan absensi di unit masing-masing.
Ia mengingatkan pimpinan agar menjalankan fungsi pembinaan secara konsisten. Ia juga meminta kepala OPD tidak membela atau melindungi pegawai yang melakukan kecurangan.
Agus menekankan pentingnya keteladanan dari pimpinan. Menurutnya, budaya disiplin hanya bisa tumbuh jika pemimpin menunjukkan sikap yang sama kepada seluruh pegawai.
Ia juga menolak kemungkinan munculnya praktik manipulasi seperti yang pernah mencuat di daerah lain.
“Kepala OPD dan satker saya minta jangan melindungi bawahan yang memanipulasi absensi. Jadilah teladan bagi pegawai. Saya tidak ingin praktik curang yang terjadi di daerah lain juga terjadi di Kabupaten Tebo. Kita tidak akan memberikan ruang untuk hal seperti itu,” ujarnya.
Agus turut menyoroti sektor yang memiliki potensi lebih besar terhadap pelanggaran absensi.
Berdasarkan informasi dari berbagai pemberitaan, ia menilai lingkungan satuan kerja pendidikan dan kesehatan memerlukan perhatian lebih dalam pengawasan kehadiran.
Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan di sektor tersebut memperkuat kontrol internal dan meningkatkan kedisiplinan pegawai.
“Kalau melihat berbagai berita di televisi, yang cukup rawan itu berada di satker pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, mendukung langkah penertiban yang dijalankan pemerintah daerah.
Nazar mengatakan pelaku kecurangan memakai berbagai cara untuk mengelabui sistem absensi. Karena itu, pengawasan perlu berjalan lebih ketat.
Ia menyebut sejumlah modus yang sering muncul, mulai dari penggunaan aplikasi pemalsu lokasi atau fake GPS hingga meminta orang lain melakukan absensi.
Nazar berharap seluruh ASN menjadikan peringatan pemerintah sebagai pengingat untuk bekerja secara profesional dan menjaga disiplin.
“Berbagai cara dan trik digunakan untuk memanipulasi absensi ASN, mulai dari aplikasi curang seperti fake GPS hingga menyuruh orang lain melakukan absensi. Karena sudah diingatkan oleh Pak Bupati, saya berharap seluruh ASN di Kabupaten Tebo dapat memperhatikan dan menindaklanjuti hal ini dengan baik,” pungkas Nazar.
Pemkab Tebo menegaskan komitmennya menjaga integritas aparatur dan memperkuat budaya kerja yang disiplin.
Pemerintah juga mengajak seluruh ASN menjaga kepercayaan publik melalui kepatuhan terhadap aturan kerja.(ar)









