Tanjab Barat, oegopost.id – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendapat pelatihan pengembangan usaha melalui kolaborasi antara SKK Migas dan PetroChina International Jabung Ltd bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Program ini mendorong UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.
Kegiatan pelatihan berlangsung di Aula Hotel Grand Ar-Riyad, Kuala Tungkal, dan dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, pada Selasa (9/6/2026).
Dorong UMKM Hadapi Persaingan Digital
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM di tengah persaingan pasar konvensional dan digital yang semakin ketat. Ia menekankan bahwa pelatihan ini harus menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Ia meminta peserta tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada kualitas dan daya saing. Menurutnya, UMKM perlu menghadirkan produk yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
“Kita ingin pelatihan ini menghasilkan produk yang diandalkan dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Produk harus bersumber dari potensi lokal yang kita miliki,” ujarnya.
Government and Relation Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Lasno, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berperan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sektor hulu migas di bawah pengawasan SKK Migas, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Ia menyampaikan bahwa perusahaan membawa tanggung jawab sosial melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), khususnya pada sektor ekonomi. Program ini bertujuan membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu mandiri secara berkelanjutan.
“Investasi sosial terbaik adalah investasi yang membangun kapasitas manusia agar tercipta kemandirian,” kata Lasno.
Lasno menjelaskan bahwa program pelatihan ini bukan kegiatan baru, melainkan hasil konsistensi kolaborasi antara PetroChina dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Tanjabbar selama tiga tahun terakhir.
Ia menyebutkan bahwa program sebelumnya berhasil melahirkan puluhan UMKM tangguh yang kini mampu berdiri mandiri. Para pelaku usaha tersebut telah melalui pelatihan menyeluruh, mulai dari peningkatan mutu produk, desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital.
Program juga memasukkan pemanfaatan teknologi digital, termasuk pemasaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), untuk memperluas jangkauan pasar.
“Peserta tidak hanya belajar satu aspek, tetapi mengikuti pembinaan lengkap dan terstruktur hingga benar-benar siap mandiri,” ujarnya.
Cetak UMKM Baru Lewat Sesi Pembinaan Baru
Melihat keberhasilan program sebelumnya, PetroChina kembali meluncurkan sesi pembinaan baru yang menargetkan 25 pelaku UMKM baru dengan produk potensial dari berbagai kecamatan di Tanjung Jabung Barat.
Program ini kembali berjalan dengan tahapan yang sama, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran digital.
Lasno menegaskan bahwa tujuan akhir program ini adalah membentuk kemandirian ekonomi peserta UMKM secara nyata.
“Kami ingin seluruh peserta mencapai titik kemandirian ekonomi melalui proses pembinaan yang konsisten,” katanya.
Lasno juga menekankan bahwa penguatan UMKM akan menciptakan dampak ekonomi berlapis di daerah. Ketika kualitas produk meningkat, permintaan pasar akan ikut naik, sehingga pelaku UMKM membutuhkan lebih banyak bahan baku lokal dan tenaga kerja.
Menurutnya, kondisi ini akan menggerakkan ekonomi desa hingga kecamatan, membuka lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di daerah.
Ia menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan.
Lasno menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya Bupati Anwar Sadat, serta jajaran Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Tanjung Jabung Barat yang telah mendukung penuh pelaksanaan program.
Ia juga menilai sinergi yang terbangun menjadi kunci keberhasilan pengembangan UMKM di daerah tersebut.(ar)









