Jambi, oegopost,id – Apel Siaga Karhutla Jambi menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Jambi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026.
Pemprov Jambi menggelar kegiatan ini di Lapangan Makorem 042/Garuda Putih, Rabu (10/6/2026), dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., memimpin langsung apel siaga tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat antarinstansi untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan saat musim kemarau.
Forkopimda dan Instansi Terkait Perkuat Sinergi
Selanjutnya, Forkopimda Jambi menghadiri apel siaga ini secara lengkap. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, serta Wakajati Jambi Dr. Bima Suprayoga ikut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan.
Selain itu, BPBD, BMKG, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, serta unsur TNI dan Polri ikut memperkuat pelaksanaan apel. Semua pihak menyatukan langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla di wilayah Jambi.
Kemudian, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi ikut mengikuti apel siaga ini. TNI, Brimob Polda Jambi, Ditpolairud, Ditsamapta, Reskrimum, dan Satpol PP bergerak bersama dalam kegiatan tersebut.
Di sisi lain, Basarnas, Manggala Agni, dan Dinas Pemadam Kebakaran juga ikut memperkuat kesiapan lapangan. Seluruh personel menjalani pemeriksaan peralatan untuk memastikan kesiapan operasional jika terjadi kebakaran.
Gubernur Soroti Ancaman Karhutla dan Dampak Kemarau
Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kebakaran hutan merusak lingkungan, mengganggu kesehatan akibat kabut asap, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.
Sementara itu, BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan berlangsung lebih kering akibat pengaruh El Nino. Karena itu, wilayah Jambi diperkirakan menghadapi puncak kemarau pada Agustus hingga September 2026.
Selanjutnya, Gubernur Jambi menunjuk Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin sebagai Pelaksana Harian Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla 2026. Ia menerima mandat tersebut berdasarkan keputusan resmi pemerintah daerah.
Dengan penunjukan itu, pemerintah daerah memperkuat struktur komando lapangan agar penanganan Karhutla berjalan lebih cepat dan terarah. Selain itu, koordinasi antarinstansi juga semakin di perkuat di tingkat operasional.
Polda Jambi Tingkatkan Patroli dan Edukasi
Di sisi lain, Polda Jambi menegaskan komitmennya dalam pencegahan Karhutla. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa pihaknya memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan kebakaran.
Selain patroli, Polda Jambi juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kemudian, aparat kepolisian juga menegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Terakhir, seluruh peserta apel melakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla. Pemerintah memastikan seluruh peralatan siap di gunakan selama masa siaga darurat berlangsung.
Dengan demikian, apel siaga ini memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan Jambi menghadapi musim kemarau 2026 secara lebih terkoordinasi dan terukur.(ar)









