Jambi, oegopost.id – Jamaah haji Jambi pulang secara bertahap mulai 16 Juni 2026. Pemerintah Provinsi Jambi mengatur kepulangan jamaah haji asal Provinsi Jambi sesuai jadwal kloter yang telah ditetapkan agar proses berjalan tertib dan lancar.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jambi, Amrulsyah, menyampaikan bahwa kepulangan jamaah berlangsung pada 16, 22, hingga 30 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa rombongan pertama berasal dari Kota Jambi.
Amrulsyah menjelaskan bahwa kloter pertama yang kembali ke Indonesia adalah kloter BTH 13 dari Kota Jambi. Jamaah dalam kloter tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa, 16 Juni 2026.
Pemerintah Provinsi Jambi terus memantau proses kepulangan jamaah haji. Selain itu, pemerintah juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan pulang.
Kloter BTH 13 Jadi Rombongan Pertama
Kloter BTH 13 menjadi rombongan pertama jamaah haji Jambi yang kembali ke tanah air. Seluruh jamaah dalam kloter ini berasal dari Kota Jambi dengan total 445 orang, termasuk petugas haji.
Sebanyak 93 jamaah dalam kloter tersebut merupakan lanjut usia (lansia). Petugas haji memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan nyaman.
Pemerintah mengatur kepulangan setiap kloter secara bertahap agar proses kedatangan jamaah di Indonesia berlangsung tertib dan tidak menumpuk pada waktu yang sama.
Pemprov Jambi mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan pulang dari Tanah Suci. Kondisi fisik yang stabil membantu jamaah tiba di daerah asal dengan selamat.
Petugas haji juga terus mendampingi jamaah di setiap kloter. Mereka membantu mengatur kebutuhan jamaah dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk mengawal kepulangan jamaah hingga seluruh rombongan tiba di Jambi.
Perhatian pada Dokumen Perjalanan
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsa, menekankan pentingnya menjaga dokumen perjalanan, terutama paspor jamaah.
Ia meminta jamaah menyimpan paspor di tempat aman selama perjalanan. Jamaah juga harus memastikan dokumen tersebut selalu berada dalam pengawasan.
Kehilangan paspor dapat menghambat proses kepulangan dan memaksa petugas melakukan penanganan administratif tambahan. Hal ini dapat memperlambat perjalanan jamaah ke daerah asal.
Jika terjadi kehilangan, jamaah harus segera melapor kepada ketua kloter atau petugas haji untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Pemerintah menerapkan sistem kepulangan bertahap untuk memastikan seluruh jamaah haji Jambi kembali ke tanah air sesuai jadwal masing-masing kloter. Sistem ini membantu menjaga ketertiban arus kedatangan di bandara.
Dengan pengaturan tersebut, proses kepulangan jamaah haji Jambi diharapkan berjalan lancar, aman, dan terkoordinasi hingga seluruh rombongan tiba di daerah masing-masing.(ar)









