Muaro Jambi, oegoposts.id – Kebakaran SMPN 9 Kebon IX menghanguskan tiga ruangan sekolah di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (29/5/2026) dini hari.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang muncul di ruang guru sebelum api menjalar ke ruangan lain.
Peristiwa itu merusak ruang guru, ruang UKS, dan satu ruang kelas. Meski kerusakan cukup besar, seluruh warga sekolah selamat dan tidak ada korban jiwa.
Warga sekitar melihat kobaran api saat kondisi masih gelap menjelang pagi. Api terus membesar dalam waktu singkat sehingga menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar sekolah.
Api Cepat Menjalar dari Ruang Guru
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muaro Jambi, Herman Susilo, menjelaskan bahwa petugas menerima laporan sekitar pukul 04.57 WIB.
Setelah menerima informasi dari Pos Kumpeh Ulu, tim pemadam segera menuju lokasi di RT 22 Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam.
Petugas yang tiba di lokasi menemukan api sudah membesar di area ruang guru. Kobaran api kemudian menjalar ke bangunan di sekitarnya dan membakar dua ruangan lainnya.
“Tim langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan di RT 22 Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam,” ujar Herman Susilo.
Api yang terus membesar membuat petugas harus bergerak cepat agar kebakaran tidak meluas ke bagian sekolah yang lain.
Tiga Mobil Tangki Turun ke Lokasi
Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan tiga unit mobil tangki air untuk mengatasi kebakaran tersebut. Tim langsung menyusun strategi agar api bisa segera dikendalikan.
Namun, hujan deras yang turun di lokasi sempat memperlambat proses penanganan. Selain faktor cuaca, petugas juga menghadapi kondisi bangunan yang sudah rapuh dan miring.
Karena alasan keselamatan, petugas menjalankan proses pemadaman dengan lebih hati-hati. Mereka harus memastikan bangunan tidak roboh saat proses penanganan berlangsung.
Meski menghadapi berbagai kendala, tim pemadam akhirnya berhasil menguasai situasi dan menghentikan penyebaran api ke bangunan lainnya.
Fasilitas Sekolah Mengalami Kerusakan
Kebakaran menyebabkan kerusakan cukup serius pada sejumlah fasilitas sekolah. Panas dan asap merusak bagian dalam ruangan yang terbakar.
Ruang guru mengalami dampak paling besar karena menjadi titik awal munculnya api. Sementara itu, ruang UKS dan satu ruang kelas ikut mengalami kerusakan setelah api menjalar dengan cepat.
Selain merusak bangunan, kebakaran juga menghancurkan sejumlah perlengkapan sekolah. Beberapa dokumen penting dan peralatan belajar mengajar kemungkinan tidak bisa digunakan lagi.
Saat ini, pihak terkait masih menghitung total kerugian yang muncul akibat kejadian tersebut.
Damkar Minta Sekolah Rutin Memeriksa Instalasi Listrik
Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Muaro Jambi mengingatkan pentingnya perawatan instalasi listrik.
Menurut Herman Susilo, banyak kebakaran bermula dari kabel atau perangkat listrik yang sudah tua dan jarang mendapatkan pemeriksaan.
Ia meminta pengelola sekolah, instansi, dan masyarakat untuk rutin mengecek kondisi jaringan listrik. Langkah sederhana seperti mengganti kabel yang rusak atau memperbaiki sambungan yang longgar bisa mengurangi risiko kebakaran.
“Kami mengingatkan agar instalasi listrik selalu diperiksa secara berkala untuk mencegah kejadian serupa,” kata Herman.
Kebakaran SMPN 9 Kebon IX menjadi pengingat bahwa pemeriksaan instalasi listrik tidak boleh diabaikan.
Perawatan rutin dapat membantu mencegah korsleting sekaligus melindungi bangunan dari risiko kebakaran yang merugikan.(ar)









