Jakarta, oegopost.id – Harga pangan nasional naik kembali terlihat dalam laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB.
Cabai rawit merah langsung mencatat harga tertinggi, sementara komoditas lain seperti beras dan minyak goreng bergerak stabil di level menengah hingga tinggi.
Data ini memperlihatkan harga pangan nasional naik masih terjadi akibat tekanan pasokan di sejumlah daerah, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai.
Cabai dan Bawang Dorong Harga Pasar
PIHPS mencatat cabai rawit merah berada di posisi tertinggi dengan harga Rp77.300 per kilogram. Pedagang di berbagai pasar tradisional menjual cabai dengan harga yang terus berubah setiap hari karena pasokan tidak stabil.
Cabai merah besar ikut menyusul di Rp72.800 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting berada di Rp66.100 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga berada di Rp52.550 per kilogram.
Seorang pedagang di Lampung menjelaskan kondisi ini.
“Pasokan cabai sering naik turun. Kalau hujan atau panen terganggu, harga langsung melonjak,” katanya.
Sementara itu, kelompok bawang juga ikut memberi tekanan pada harga pangan. Bawang merah dijual sekitar Rp55.100 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp39.300 per kilogram.
Kondisi ini membuat banyak pembeli mengurangi jumlah pembelian harian agar pengeluaran tetap terkendali.
Beras Stabil Tapi Masih di Level Tinggi
PIHPS mencatat harga beras bergerak relatif stabil dibandingkan cabai. Namun, harga tetap berada di level yang cukup tinggi untuk sebagian masyarakat.
Beras kualitas bawah II berada di Rp14.000 per kilogram, sedangkan bawah I mencapai Rp15.000 per kilogram. Untuk kategori medium, harga berada di kisaran Rp15.800 hingga Rp15.900 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas super dijual antara Rp16.700 hingga Rp17.150 per kilogram.
Beberapa pedagang menyebut stabilnya harga beras terjadi karena distribusi dari daerah penghasil masih berjalan lancar. Namun, biaya produksi dan logistik tetap menjaga harga tidak turun terlalu jauh.
Seorang pembeli di pasar mengatakan,
“Beras masih bisa kami beli, tapi memang tidak semurah dulu. Kami harus lebih pintar mengatur belanja.”
Daging dan Protein Masih Membebani Konsumen
Harga daging ayam ras segar berada di Rp39.800 per kilogram. Pedagang menjual daging ini sebagai pilihan utama karena masih lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.
Untuk daging sapi, harga kualitas I mencapai Rp152.700 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di Rp145.200 per kilogram.
Pedagang daging menyebut permintaan masih ada, tetapi konsumen lebih selektif. Banyak pembeli hanya membeli dalam jumlah kecil untuk kebutuhan harian.
“Konsumen sekarang lebih sering pilih ayam. Daging sapi biasanya hanya untuk momen tertentu,” ujar seorang pedagang di pasar.
Gula dan Minyak Goreng Bergerak Stabil
PIHPS juga mencatat harga gula pasir premium di Rp22.000 per kilogram, sedangkan gula lokal berada di Rp19.200 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak curah berada di Rp19.300 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I di jual Rp23.600 per liter, sedangkan merek II berada di Rp23.250 per liter.
Meski tidak mengalami lonjakan tajam, harga kebutuhan ini tetap berada di level yang cukup tinggi jika di bandingkan daya beli sebagian masyarakat.(ar)









