Jakarta, oegopost.id – Film Colony box office Korea langsung melejit sejak hari pertama tayang. Film horor aksi zombi ini memimpin daftar penonton bioskop Korea Selatan hanya dalam tiga hari.
Korean Film Council mencatat lonjakan besar jumlah penonton sejak awal pemutaran. Di tengah persaingan film lokal dan internasional, Colony justru mengambil alih posisi puncak dengan cepat.
Respons Penonton Langsung Meledak
Sejak pemutaran perdana, Colony menarik perhatian besar dari penonton. Bioskop di berbagai kota mencatat antrean dan lonjakan penonton sepanjang akhir pekan.
Film ini menguasai lebih dari 70 persen pendapatan pasar film domestik pada periode tersebut.
“Penonton merespons sangat kuat karena film ini menghadirkan ketegangan survival yang intens dan realistis,” kata laporan Korean Film Council.
Tembus 1,2 Juta Penonton dalam 3 Hari
Colony menjual sekitar 1.283.343 tiket hanya dalam tiga hari. Film ini meraih pendapatan sekitar 9,4 juta dolar AS dari penayangan tersebut.
Jika dihitung sejak rilis awal, total penonton sudah menembus lebih dari 1,5 juta orang. Pendapatan kumulatifnya juga naik hingga sekitar 10,9 juta dolar AS.
Hasil ini menunjukkan bahwa penonton masih sangat menyukai film bertema zombi, terutama yang menawarkan aksi intens dan visual besar.
Geser Film Besar di Box Office
Kesuksesan Colony langsung mengubah peta box office pekan ini.
Film biografi musik Michael turun ke posisi kedua dengan pendapatan 1,9 juta dolar AS pada akhir pekan kedua. Film ini masih menjaga minat penonton dengan stabil.
Sementara itu, The Super Mario Galaxy Movie menempati posisi ketiga dengan pendapatan sekitar 372 ribu dolar AS.
Di posisi berikutnya, The Devil Wears Prada 2 dan film anime Gintama: Yoshiwara in Flames melengkapi lima besar box office.
Yeon Sang-ho Kembali Angkat Genre Zombi
Sutradara Yeon Sang-ho kembali menggarap genre zombi lewat Colony. Ia sebelumnya sukses besar lewat Train to Busan yang dikenal secara global.
Kali ini, ia menghadirkan cerita yang lebih gelap dengan tempo lebih intens. Banyak penonton menyebut film ini lebih brutal dibanding karya sebelumnya.
Distributor Showbox juga memperluas distribusi film ini ke berbagai jaringan bioskop besar di Korea Selatan.(ar)









